Scroll untuk baca berita
AlamDaerahWisata

Hidden Gem Pangandaran, Curug Bojong di Cimerak Tawarkan Pesona Alam yang Masih Asri

595
×

Hidden Gem Pangandaran, Curug Bojong di Cimerak Tawarkan Pesona Alam yang Masih Asri

Sebarkan artikel ini

NEWS-BIDIK.//PANGANDARAN – Pangandaran dikenal sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Jawa Barat dengan panorama pantai yang menakjubkan. Namun siapa sangka, di balik kemegahan pantainya, daerah ini juga menyimpan pesona alam tersembunyi yang tak kalah memikat. Salah satunya adalah Curug Bojong, sebuah air terjun alami yang berada di Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran. Selasa (15/4/2025).

Terletak sekitar satu jam perjalanan dari pusat kota Pangandaran, Curug Bojong menawarkan keindahan alam yang masih sangat alami. Dikelilingi oleh pepohonan rindang dan hutan yang asri, air terjun ini memberikan sensasi ketenangan bagi siapa pun yang mengunjunginya. Suara gemericik air yang jatuh dari tebing berpadu harmonis dengan kicauan burung liar, menciptakan suasana yang cocok untuk relaksasi dan “healing”.

Menurut warga setempat, Curug Bojong belum banyak diketahui wisatawan luar daerah. Akses menuju lokasi memang masih cukup menantang, terutama saat musim hujan. Namun perjuangan tersebut akan terbayar lunas begitu tiba di lokasi.

“Curug ini masih perawan, belum banyak tersentuh. Sangat cocok untuk wisata alam dan foto-foto,” ujar Rahmat (34 ), warga Cimerak yang kerap mengantar wisatawan lokal ke lokasi curug.

Selain sebagai destinasi wisata alam, Curug Bojong juga potensial dikembangkan menjadi lokasi ekowisata dan edukasi lingkungan. Pemerintah desa setempat pun mulai mendorong promosi destinasi ini melalui media sosial dan kerja sama dengan komunitas pecinta alam.

Tips Aman Berwisata ke Curug Bojong:

Gunakan alas kaki yang nyaman dan anti selip.

Disarankan datang pada pagi atau siang hari untuk menghindari medan gelap.

Bawa perbekalan secukupnya dan tetap jaga kebersihan.

Hindari membuang sampah sembarangan agar keasrian alam tetap terjaga.

Dengan kekayaan alam yang dimiliki, Curug Bojong layak menjadi salah satu destinasi unggulan di wilayah Pangandaran bagian selatan. Kini saatnya wisatawan lokal maupun luar daerah mengenal lebih jauh keindahan alam tersembunyi di Pangandaran.

(newsbidik.com/Tim Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Aceh

Kasus ini menjadi perhatian masyarakat setelah dua warga Kubang Gajah diwajibkan melapor ke Polsek Kuala Pesisir usai dilaporkan PT Socfindo Seunagan atas dugaan pengambilan berondolan sawit kering. Warga mempertanyakan penerapan asas keadilan karena berondolan yang dipersoalkan disebut merupakan sisa panen yang telah lama tertinggal di lokasi pembuangan janjang kosong (jangkos), sementara pihak perusahaan hingga kini belum memberikan keterangan resmi.”

Daerah

“Final Camat Cup 2026 di Alun-alun Malangbong berlangsung meriah dengan antusiasme ratusan penonton. Plt Camat Malangbong mengajak masyarakat menjaga sportivitas dan ketertiban, sementara KOK Malangbong mengapresiasi kerja keras panitia yang telah menyukseskan turnamen bola voli antar desa sebagai ajang pembinaan atlet sekaligus mempererat persatuan masyarakat.”

Aceh

“Dugaan aktivitas illegal logging di kawasan hutan lindung Beutong Ateuh, Kabupaten Nagan Raya, kembali menjadi sorotan publik. Masyarakat mendesak aparat penegak hukum, KPH Wilayah IV, dan Satgas PKH bertindak tegas, transparan, serta mengusut tuntas apabila ditemukan indikasi keterlibatan pihak-pihak yang melindungi praktik pembalakan liar tersebut. Penegakan hukum tanpa pandang bulu dinilai menjadi kunci menyelamatkan hutan Aceh dari kerusakan yang semakin meluas.”

Daerah

“Diduga sebuah rumah di Ngemplak, Boyolali, digunakan sebagai lokasi penyimpanan dan penjualan LPG tanpa izin. Pemilik rumah mengaku bukan agen maupun pangkalan resmi serta menyampaikan adanya klaim keterlibatan pihak lain, termasuk menyebut oknum kepolisian sebagai ‘backing’. Seluruh pengakuan tersebut masih bersifat sepihak dan belum mendapat konfirmasi dari pihak yang disebut maupun aparat berwenang.”

Aceh

“Persoalan yang mencuat di RSUD Sultan Iskandar Muda tidak hanya menyangkut administrasi dan keuangan, tetapi juga menyentuh kualitas pelayanan publik yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Mulai dari keterlambatan pembayaran TPP ASN, persoalan sanitasi, hingga temuan BPK terkait indikasi pembayaran jasa pelayanan kesehatan secara ganda menjadi perhatian yang diharapkan segera ditindaklanjuti melalui evaluasi menyeluruh dan langkah perbaikan tata kelola oleh Pemerintah Kabupaten Nagan Raya.”