Scroll untuk baca berita
AlamDaerahWisata

Hidden Gem Pangandaran, Curug Bojong di Cimerak Tawarkan Pesona Alam yang Masih Asri

569
×

Hidden Gem Pangandaran, Curug Bojong di Cimerak Tawarkan Pesona Alam yang Masih Asri

Sebarkan artikel ini

NEWS-BIDIK.//PANGANDARAN – Pangandaran dikenal sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Jawa Barat dengan panorama pantai yang menakjubkan. Namun siapa sangka, di balik kemegahan pantainya, daerah ini juga menyimpan pesona alam tersembunyi yang tak kalah memikat. Salah satunya adalah Curug Bojong, sebuah air terjun alami yang berada di Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran. Selasa (15/4/2025).

Terletak sekitar satu jam perjalanan dari pusat kota Pangandaran, Curug Bojong menawarkan keindahan alam yang masih sangat alami. Dikelilingi oleh pepohonan rindang dan hutan yang asri, air terjun ini memberikan sensasi ketenangan bagi siapa pun yang mengunjunginya. Suara gemericik air yang jatuh dari tebing berpadu harmonis dengan kicauan burung liar, menciptakan suasana yang cocok untuk relaksasi dan “healing”.

Menurut warga setempat, Curug Bojong belum banyak diketahui wisatawan luar daerah. Akses menuju lokasi memang masih cukup menantang, terutama saat musim hujan. Namun perjuangan tersebut akan terbayar lunas begitu tiba di lokasi.

“Curug ini masih perawan, belum banyak tersentuh. Sangat cocok untuk wisata alam dan foto-foto,” ujar Rahmat (34 ), warga Cimerak yang kerap mengantar wisatawan lokal ke lokasi curug.

Selain sebagai destinasi wisata alam, Curug Bojong juga potensial dikembangkan menjadi lokasi ekowisata dan edukasi lingkungan. Pemerintah desa setempat pun mulai mendorong promosi destinasi ini melalui media sosial dan kerja sama dengan komunitas pecinta alam.

Tips Aman Berwisata ke Curug Bojong:

Gunakan alas kaki yang nyaman dan anti selip.

Disarankan datang pada pagi atau siang hari untuk menghindari medan gelap.

Bawa perbekalan secukupnya dan tetap jaga kebersihan.

Hindari membuang sampah sembarangan agar keasrian alam tetap terjaga.

Dengan kekayaan alam yang dimiliki, Curug Bojong layak menjadi salah satu destinasi unggulan di wilayah Pangandaran bagian selatan. Kini saatnya wisatawan lokal maupun luar daerah mengenal lebih jauh keindahan alam tersembunyi di Pangandaran.

(newsbidik.com/Tim Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Aceh

“Melalui pembinaan teknis lanjutan EPSS ini, kami berharap seluruh SKPK di Kabupaten Nagan Raya dapat memperkuat tata kelola statistik sektoral yang akurat, terintegrasi, dan terpercaya guna mendukung pengambilan kebijakan berbasis data serta meningkatkan nilai Indeks Pembangunan Statistik (IPS) Tahun 2026.” — Masitoh, S.K.M., M.K.M., Kabid Statistik Diskominfo Kabupaten Nagan Raya.

Daerah

Kutipan Berita:
“Prestasi luar biasa kembali ditorehkan SDN Neglasari, Kecamatan Pancatengah. Dalam ajang O2SN tingkat kecamatan tahun 2026, para siswa berhasil membawa pulang 9 medali emas, 6 perak, dan 5 perunggu. Capaian ini menjadi bukti bahwa kerja keras, disiplin, dan semangat juang siswa, guru, serta dukungan orang tua mampu melahirkan prestasi yang membanggakan.”

Daerah

“Akta cerai atas nama mempelai perempuan tidak pernah tercatat di Pengadilan Agama Jepara. Pernikahan tersebut juga tidak diproses melalui desa maupun KUA, sehingga kuat dugaan dilakukan dengan menggunakan modin aspal,” ungkap Modin Desa Kancilan, Luqman H., menegaskan adanya kejanggalan dalam administrasi pernikahan warga Kancilan yang berlangsung pada 29 Maret 2026.

Aceh

“LSM GMBI Aceh mendesak audit menyeluruh dana kebencanaan Kota Langsa setelah ditemukan dugaan ketidaksesuaian data penerima bantuan. Transparansi dan akuntabilitas dinilai lemah, sehingga berpotensi mencederai keadilan bagi korban banjir. Audit independen dianggap penting untuk memastikan setiap rupiah digunakan tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik

Daerah

“Polres Bogor membongkar jaringan pengoplosan LPG bersubsidi yang beroperasi di dua lokasi berbeda, menyebabkan kerugian negara mencapai Rp13,2 miliar per bulan. Dari penggerebekan di Sukaraja dan Cileungsi, polisi mengamankan 793 tabung gas berbagai ukuran serta 76 alat suntik. Para pelaku diketahui meraup keuntungan hingga Rp1,3 miliar per hari dengan memindahkan isi gas 3 kilogram subsidi ke tabung 12 kilogram non-subsidi. Kapolres Bogor menegaskan bahwa praktik ini tidak hanya merugikan negara, tetapi juga mencuri hak masyarakat kecil yang berhak menerima subsidi.”