Scroll untuk baca berita
AlamDaerahWisata

Pangandaran Punya Bukit Selfie Keren! Ini Dia Keindahan Alam dari Bukit Merese Versi Pangandaran: Bukit Batu Karas

670
×

Pangandaran Punya Bukit Selfie Keren! Ini Dia Keindahan Alam dari Bukit Merese Versi Pangandaran: Bukit Batu Karas

Sebarkan artikel ini

NEWS-BIDIK.//PANGANDARAN –
Buat kamu yang lagi cari spot healing sambil update feed Instagram, Pangandaran punya destinasi keren yang wajib banget dikunjungi: Bukit Batu Karas! Gak cuma terkenal dengan pantainya yang jadi surga bagi para surfer, Batu Karas ternyata juga punya sisi lain yang gak kalah memanjakan mata.

Terletak gak jauh dari Pantai Batu Karas, bukit ini menawarkan pemandangan laut lepas dari ketinggian yang bikin kamu pengen duduk lama sambil menikmati angin sepoi-sepoi. Sunrise di sini? Gak main-main! Langit oranye keemasan bakal nyambut kamu dengan view laut yang luas banget—bikin lupa sama deadline kerjaan.
Selasa (15/4/2025

“Gue ke sini awalnya cuma pengen lihat sunset, eh malah ketagihan. View-nya cakep parah! Tempatnya juga gak terlalu rame, jadi cocok buat cari ketenangan,” kata Nia (25), wisatawan asal Bandung yang rutin traveling ke Pangandaran.

Akses ke Bukit Batu Karas juga cukup mudah. Dari Pantai Batu Karas, kamu bisa naik motor atau jalan kaki santai sekitar 10-15 menit. Jalurnya cukup aman dan udaranya super seger! Sesampainya di atas, kamu bakal nemuin spot foto natural dengan background laut biru yang menawan. Gak heran kalau banyak content creator dan pasangan muda datang ke sini buat prewedding atau sekadar ngonten.

Tips Asyik ke Bukit Batu Karas:

Datang pagi banget buat liat sunrise, atau sore sekalian buat sunset vibes.

Jangan lupa bawa kamera atau HP full baterai, spot fotonya banyak banget!

Tetap jaga alam ya, jangan ninggalin sampah.

Pakai outfit kece tapi nyaman, biar tetap stylish pas tracking.

suasana gambar diambil dari atas bukit batukaras

Bukit Batu Karas jadi bukti kalau Pangandaran gak cuma soal pantai. Ada banyak hidden spot yang bisa bikin liburan kamu makin berkesan dan pastinya Instagramable banget!

(newsbidik.com/Tim Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Aceh

“Melalui pembinaan teknis lanjutan EPSS ini, kami berharap seluruh SKPK di Kabupaten Nagan Raya dapat memperkuat tata kelola statistik sektoral yang akurat, terintegrasi, dan terpercaya guna mendukung pengambilan kebijakan berbasis data serta meningkatkan nilai Indeks Pembangunan Statistik (IPS) Tahun 2026.” — Masitoh, S.K.M., M.K.M., Kabid Statistik Diskominfo Kabupaten Nagan Raya.

Daerah

Kutipan Berita:
“Prestasi luar biasa kembali ditorehkan SDN Neglasari, Kecamatan Pancatengah. Dalam ajang O2SN tingkat kecamatan tahun 2026, para siswa berhasil membawa pulang 9 medali emas, 6 perak, dan 5 perunggu. Capaian ini menjadi bukti bahwa kerja keras, disiplin, dan semangat juang siswa, guru, serta dukungan orang tua mampu melahirkan prestasi yang membanggakan.”

Daerah

“Akta cerai atas nama mempelai perempuan tidak pernah tercatat di Pengadilan Agama Jepara. Pernikahan tersebut juga tidak diproses melalui desa maupun KUA, sehingga kuat dugaan dilakukan dengan menggunakan modin aspal,” ungkap Modin Desa Kancilan, Luqman H., menegaskan adanya kejanggalan dalam administrasi pernikahan warga Kancilan yang berlangsung pada 29 Maret 2026.

Aceh

“LSM GMBI Aceh mendesak audit menyeluruh dana kebencanaan Kota Langsa setelah ditemukan dugaan ketidaksesuaian data penerima bantuan. Transparansi dan akuntabilitas dinilai lemah, sehingga berpotensi mencederai keadilan bagi korban banjir. Audit independen dianggap penting untuk memastikan setiap rupiah digunakan tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik

Daerah

“Polres Bogor membongkar jaringan pengoplosan LPG bersubsidi yang beroperasi di dua lokasi berbeda, menyebabkan kerugian negara mencapai Rp13,2 miliar per bulan. Dari penggerebekan di Sukaraja dan Cileungsi, polisi mengamankan 793 tabung gas berbagai ukuran serta 76 alat suntik. Para pelaku diketahui meraup keuntungan hingga Rp1,3 miliar per hari dengan memindahkan isi gas 3 kilogram subsidi ke tabung 12 kilogram non-subsidi. Kapolres Bogor menegaskan bahwa praktik ini tidak hanya merugikan negara, tetapi juga mencuri hak masyarakat kecil yang berhak menerima subsidi.”