Scroll untuk baca berita
Jawa TengahJepara

Tak Ada Sangkut Paut Pinjaman, Oknum Pegawai Leasing CIMB Niaga Kudus Mau Rampas Mobil Warga Jepara

8669
×

Tak Ada Sangkut Paut Pinjaman, Oknum Pegawai Leasing CIMB Niaga Kudus Mau Rampas Mobil Warga Jepara

Sebarkan artikel ini

NEWS BIDIK, Jepara – Seorang warga Desa Ngabul Kecamatan Tahunan Kabupaten Jepara berinisial A pada rabu (5/11/2025) nyaris menjadi korban dugaan penarikan kendaraan yang diduga tidak berdasar. Senin 10 November 2025

Dua orang yang mengaku sebagai pegawai leasing CIMB Niaga Finance Kudus mendatangi rumah warga tersebut untuk mengambil mobil miliknya. Padahal, warga tersebut mengaku tidak pernah memiliki hubungan pinjaman atau kredit apapun dengan pihak leasing tersebut.

Korban berinisial A mengatakan dirinya terkejut ketika kedua oknum itu datang dengan membawa alasan kewajiban pembayaran yang menurut mereka menunggak.

 “Saya tidak punya urusan apapun dengan CIMB Niaga. Tidak pernah kredit mobil lewat mereka. Tiba-tiba datang mau narik mobil saya. Saya jelas menolak,” ungkap A media

Menurut keterangan saksi, kedua oknum tersebut tidak dapat menunjukkan dokumen resmi penarikan kendaraan, salinan fidusia, surat tugas, maupun salinan perjanjian kredit.

Hal ini memicu dugaan penarikan ilegal yang kerap dilakukan oleh oknum debt collector tanpa proses hukum.

CIMB Niaga Kudus Tidak Dapat Memberikan Bukti

Di sisi lain, awak media mencoba meminta konfirmasi langsung ke pimpinan pihak CIMB Niaga Finance Kudus untuk menelusuri apakah benar terdapat pinjaman atau kredit atas nama A.

Namun, pihak Cimb Niaga tidak dapat menunjukkan data maupun bukti adanya perjanjian kredit atas nama warga tersebut, hanya bilang kami tidak bisa menunjukkan struk pinjaman kepada ke orang lain. Ungkap Sofianto Dwi Pimpinan Cimb Niaga

Hingga saat berita ini diterbitkan, CIMB Niaga belum memberikan penjelasan resmi mengenai dasar penagihan atau penarikan tersebut.

Kalau memang benar ada pinjaman kenapa pihak Cimb tidak bisa menunjukkan

Kasus ini menambah daftar panjang keluhan masyarakat terkait praktik penarikan krndaraan tanpa prosedur hukum.

Awak media akan terus mengawal dan menunggu klarifikasi resmi dari pihak CIMB Niaga agar masalah seperti ini bisa menjadi masalah serius nasional yang menjadi perhatian khusus pemerintah.

Tinggalkan Balasan

Jawa Tengah

Gudang diduga menjadi pusat penimbunan solar bersubsidi di Desa Sruwen, Tengaran, Kabupaten Semarang akhirnya terbongkar. Tim investigasi menemukan puluhan tandon 1.000 liter, mesin pompa besar, serta jejak aktivitas armada mobil yang keluar-masuk membawa BBM dari berbagai SPBU. Warga mendesak aparat penegak hukum segera mengusut tuntas dugaan mafia solar yang merugikan negara hingga miliaran rupiah.”

Jawa Tengah

“Warga mendesak Dinas Imigrasi Jawa Tengah mengambil langkah tegas terkait dugaan keberadaan tenaga kerja asing (TKA) ilegal yang bekerja tanpa izin di Kawasan Industri Kendal (KIK). Temuan adanya mess penampungan, upah di bawah standar, hingga ketiadaan BPJS dan K3 memperkuat dugaan praktik pelanggaran ketenagakerjaan oleh perusahaan. Kasus ini kini menjadi sorotan dan menunggu tindakan nyata dari pihak berwenang.”

Hukum & Kriminal

Temuan di lapangan memperlihatkan adanya dugaan kuat penyimpangan pada proyek revitalisasi SD Negeri 2 Geneng Jepara. Pekerjaan yang seharusnya dilaksanakan dengan mekanisme swakelola justru dikerjakan oleh pihak rekanan, sehingga menimbulkan tanda tanya besar terkait transparansi, mutu, dan akuntabilitas penggunaan anggaran negara. Lembaga dan tim media berencana membawa temuan ini ke BPK serta Kejaksaan untuk memastikan ada penegakan hukum yang tegas.”

Jawa Tengah

Proyek pembangunan jalan masuk selatan UIN Salatiga kembali menjadi sorotan setelah tim investigasi menemukan dugaan penyimpangan di lapangan. Mulai dari papan proyek yang tidak dipasang, pekerjaan saluran air yang tidak sesuai standar, hingga dugaan penggunaan solar subsidi untuk alat berat. Minimnya transparansi pihak kontraktor kian menguatkan desakan agar KPK dan instansi terkait segera melakukan audit terhadap proyek bernilai miliaran rupiah ini.”