Scroll untuk baca berita
HeadlineNEWSBIDIK PANGANDARANPeristiwa

Baru Sebulan Dibangun, Jembatan Gantung di Pangandaran Ambruk, 8 Pelajar Terjatuh ke Sungai

3294
×

Baru Sebulan Dibangun, Jembatan Gantung di Pangandaran Ambruk, 8 Pelajar Terjatuh ke Sungai

Sebarkan artikel ini

NEWS BIDIK, PANGANDARAN .Jembatan gantung yang baru sebulan dibangun di Dusun Nengklok, Desa Pajaten, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran, roboh pada Sabtu (4/10/2025) sekitar pukul 08.30 WIB. Akibatnya, delapan pelajar SMP Islam Terpadu (IT) Daarul Hikmah yang tengah melintas terjatuh ke sungai.

Peristiwa itu terjadi saat 16 siswa Pondok SMP IT Daarul Hikmah melintasi jembatan yang menghubungkan Desa Cikembulan dengan Desa Pajaten untuk berangkat ke sekolah. Salah satu tali sling pengikat jembatan tiba-tiba putus, membuat badan jembatan miring dan menyebabkan delapan siswa kehilangan keseimbangan lalu terjatuh ke sungai setinggi sekitar lima meter.

baca juga

Proyek Revitalisasi SDN Sukaraja Diduga Abaikan Standar K3, Pekerja Bekerja Tanpa APD

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun lima siswa diketahui mengalami luka ringan dan shock, masing-masing bernama Gina Sabha (kelas 8), Qonita (kelas 8), Zaskia (kelas 8), Aulia Purnamasari (kelas 8), dan Shifa (kelas 7). Mereka segera dibawa ke Unit Gawat Darurat (UGD) Puskesmas Cikembulan untuk mendapatkan perawatan medis.

Ilham Hibidi, guru SMP IT Daarul Hikmah, membenarkan insiden tersebut. Ia menuturkan para siswa memang setiap hari melewati jembatan itu untuk menuju sekolah karena tinggal di pondok pesantren.

“Saat berada di tengah jembatan, salah satu murid sempat ingin berfoto. Tiba-tiba sling jembatan terputus dan beberapa anak langsung jatuh ke sungai,” ujarnya.

Ketua RT setempat, Winarto, yang saat kejadian sedang berada di dekat lokasi, turut menyaksikan kepanikan warga yang langsung melakukan pertolongan.

“Tahu-tahu banyak warga menolong anak-anak yang sudah berada di sungai. Kejadiannya cepat sekali,” ungkapnya.

Menurut Winarto, jembatan sepanjang 20 meter tersebut baru dibangun sekitar satu bulan lalu dan bahkan belum diresmikan. Ia menduga kawat pagar sisi kiri yang terlepas menjadi penyebab utama ambruknya jembatan.

baca juga

Presiden Prabowo Tegaskan Pasal 33 UUD 1945 Jadi Fondasi Pembangunan Ekonomi Nasional

Pasca kejadian, Satuan Reskrim Polres Pangandaran bersama anggota Polsek Sidamulih dan Kodim 0625 langsung melakukan pemeriksaan di lokasi serta meninjau kondisi para korban di Puskesmas Cikembulan.

Tinggalkan Balasan

Headline

“Manajemen SPBU Wanarejan menegaskan bahwa operasional penyaluran BBM bersubsidi telah berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. Mereka membantah tuduhan yang dimuat dalam pemberitaan sebelumnya, menyatakan tidak pernah dimintai konfirmasi sebelum berita dipublikasikan, serta meminta agar mekanisme hak jawab, hak koreksi, dan prinsip keberimbangan dalam Kode Etik Jurnalistik dihormati. Apabila tidak ada tindak lanjut, pihak SPBU menyatakan akan mempertimbangkan langkah hukum untuk melindungi nama baik perusahaan.”

Daerah

“Polres Pangandaran memastikan penanganan dugaan perusakan 63 pohon karet milik PTPN I Regional 2 masih berada pada tahap penyelidikan. Kepolisian menegaskan seluruh laporan akan diproses secara profesional, objektif, dan berdasarkan alat bukti, sementara masyarakat diminta menghormati proses hukum serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.”

Aceh

“Dugaan aktivitas illegal logging di kawasan hutan lindung Beutong Ateuh, Kabupaten Nagan Raya, kembali menjadi sorotan publik. Masyarakat mendesak aparat penegak hukum, KPH Wilayah IV, dan Satgas PKH bertindak tegas, transparan, serta mengusut tuntas apabila ditemukan indikasi keterlibatan pihak-pihak yang melindungi praktik pembalakan liar tersebut. Penegakan hukum tanpa pandang bulu dinilai menjadi kunci menyelamatkan hutan Aceh dari kerusakan yang semakin meluas.”

Daerah

“Diduga sebuah rumah di Ngemplak, Boyolali, digunakan sebagai lokasi penyimpanan dan penjualan LPG tanpa izin. Pemilik rumah mengaku bukan agen maupun pangkalan resmi serta menyampaikan adanya klaim keterlibatan pihak lain, termasuk menyebut oknum kepolisian sebagai ‘backing’. Seluruh pengakuan tersebut masih bersifat sepihak dan belum mendapat konfirmasi dari pihak yang disebut maupun aparat berwenang.”

Aceh

“Persoalan yang mencuat di RSUD Sultan Iskandar Muda tidak hanya menyangkut administrasi dan keuangan, tetapi juga menyentuh kualitas pelayanan publik yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Mulai dari keterlambatan pembayaran TPP ASN, persoalan sanitasi, hingga temuan BPK terkait indikasi pembayaran jasa pelayanan kesehatan secara ganda menjadi perhatian yang diharapkan segera ditindaklanjuti melalui evaluasi menyeluruh dan langkah perbaikan tata kelola oleh Pemerintah Kabupaten Nagan Raya.”