Scroll untuk baca berita
HeadlineNEWSBIDIK PANGANDARANPeristiwa

Baru Sebulan Dibangun, Jembatan Gantung di Pangandaran Ambruk, 8 Pelajar Terjatuh ke Sungai

3227
×

Baru Sebulan Dibangun, Jembatan Gantung di Pangandaran Ambruk, 8 Pelajar Terjatuh ke Sungai

Sebarkan artikel ini

NEWS BIDIK, PANGANDARAN .Jembatan gantung yang baru sebulan dibangun di Dusun Nengklok, Desa Pajaten, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran, roboh pada Sabtu (4/10/2025) sekitar pukul 08.30 WIB. Akibatnya, delapan pelajar SMP Islam Terpadu (IT) Daarul Hikmah yang tengah melintas terjatuh ke sungai.

Peristiwa itu terjadi saat 16 siswa Pondok SMP IT Daarul Hikmah melintasi jembatan yang menghubungkan Desa Cikembulan dengan Desa Pajaten untuk berangkat ke sekolah. Salah satu tali sling pengikat jembatan tiba-tiba putus, membuat badan jembatan miring dan menyebabkan delapan siswa kehilangan keseimbangan lalu terjatuh ke sungai setinggi sekitar lima meter.

baca juga

Proyek Revitalisasi SDN Sukaraja Diduga Abaikan Standar K3, Pekerja Bekerja Tanpa APD

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun lima siswa diketahui mengalami luka ringan dan shock, masing-masing bernama Gina Sabha (kelas 8), Qonita (kelas 8), Zaskia (kelas 8), Aulia Purnamasari (kelas 8), dan Shifa (kelas 7). Mereka segera dibawa ke Unit Gawat Darurat (UGD) Puskesmas Cikembulan untuk mendapatkan perawatan medis.

Ilham Hibidi, guru SMP IT Daarul Hikmah, membenarkan insiden tersebut. Ia menuturkan para siswa memang setiap hari melewati jembatan itu untuk menuju sekolah karena tinggal di pondok pesantren.

“Saat berada di tengah jembatan, salah satu murid sempat ingin berfoto. Tiba-tiba sling jembatan terputus dan beberapa anak langsung jatuh ke sungai,” ujarnya.

Ketua RT setempat, Winarto, yang saat kejadian sedang berada di dekat lokasi, turut menyaksikan kepanikan warga yang langsung melakukan pertolongan.

“Tahu-tahu banyak warga menolong anak-anak yang sudah berada di sungai. Kejadiannya cepat sekali,” ungkapnya.

Menurut Winarto, jembatan sepanjang 20 meter tersebut baru dibangun sekitar satu bulan lalu dan bahkan belum diresmikan. Ia menduga kawat pagar sisi kiri yang terlepas menjadi penyebab utama ambruknya jembatan.

baca juga

Presiden Prabowo Tegaskan Pasal 33 UUD 1945 Jadi Fondasi Pembangunan Ekonomi Nasional

Pasca kejadian, Satuan Reskrim Polres Pangandaran bersama anggota Polsek Sidamulih dan Kodim 0625 langsung melakukan pemeriksaan di lokasi serta meninjau kondisi para korban di Puskesmas Cikembulan.

Tinggalkan Balasan

Aceh

“LSM GMBI Aceh mendesak audit menyeluruh dana kebencanaan Kota Langsa setelah ditemukan dugaan ketidaksesuaian data penerima bantuan. Transparansi dan akuntabilitas dinilai lemah, sehingga berpotensi mencederai keadilan bagi korban banjir. Audit independen dianggap penting untuk memastikan setiap rupiah digunakan tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik

Daerah

“Polres Bogor membongkar jaringan pengoplosan LPG bersubsidi yang beroperasi di dua lokasi berbeda, menyebabkan kerugian negara mencapai Rp13,2 miliar per bulan. Dari penggerebekan di Sukaraja dan Cileungsi, polisi mengamankan 793 tabung gas berbagai ukuran serta 76 alat suntik. Para pelaku diketahui meraup keuntungan hingga Rp1,3 miliar per hari dengan memindahkan isi gas 3 kilogram subsidi ke tabung 12 kilogram non-subsidi. Kapolres Bogor menegaskan bahwa praktik ini tidak hanya merugikan negara, tetapi juga mencuri hak masyarakat kecil yang berhak menerima subsidi.”

Headline

“Penggerebekan gudang pengoplosan LPG di Cileungsi membuka fakta mengejutkan: praktik ilegal yang berjalan sejak 2025 ini mampu meraup keuntungan hingga Rp13 miliar per bulan. Selain merugikan negara, aktivitas pemindahan gas bersubsidi ke tabung non-subsidi ini dinilai sangat membahayakan keselamatan warga karena dilakukan tanpa standar keamanan. Polisi menegaskan, para pelaku dijerat UU Migas dan pasal pidana umum terkait perbuatan curang serta peredaran barang tidak sesuai standar.”