Scroll untuk baca berita
HeadlineInternasionalWawancara Khusus

Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Global Indonesia di KTT BRICS 2025: Soroti Lingkungan, COP30, dan Kesehatan Dunia

3598
×

Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Global Indonesia di KTT BRICS 2025: Soroti Lingkungan, COP30, dan Kesehatan Dunia

Sebarkan artikel ini
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto (tengah), berpose bersama Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa (kanan) dan Perdana Menteri Mesir Mostafa Madbouly (kiri) dalam sesi foto bersama para pemimpin negara peserta KTT BRICS 2025 di Museum of Modern Art, Rio de Janeiro, Brasil, Senin (7/7/2025).

newsbidik.com,//Rio de Janeiro, Brasil — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri hari kedua Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2025 yang digelar di Museum of Modern Art (MAM), Rio de Janeiro, Brasil, pada Senin (7/7/2025).

Dalam sesi bertema “Environment, COP30, and Global Health”, Presiden Prabowo menyoroti urgensi kolaborasi internasional dalam menghadapi krisis iklim dan memperkuat sistem kesehatan global yang inklusif dan berkelanjutan.

Baca Juga

https://newsbidik.com/news-bidik-naganraya/bupati-trk-usulkan-pengembangan-bandara-cut-nyak-dhien-hashim-djojohadikusumo-saya-akan-bantu/

Presiden Prabowo tiba di lokasi acara melalui Lobi VVIP dan disambut hangat oleh jajaran delegasi tuan rumah Brasil. Sebelum memasuki forum utama, para kepala negara dan delegasi melakukan sesi foto bersama. Presiden Prabowo berdiri berdampingan dengan Presiden Afrika Selatan, Cyril Ramaphosa, dan Perdana Menteri Mesir, Mostafa Madbouly, dalam sesi tersebut.

Memasuki sesi pertemuan inti, Presiden Prabowo bergabung bersama para pemimpin negara anggota dan mitra BRICS lainnya untuk membahas sejumlah agenda strategis. Dalam pidatonya, Presiden Prabowo dijadwalkan menyampaikan pandangan Indonesia mengenai perlindungan lingkungan hidup, kesiapan menuju Konferensi Perubahan Iklim COP30, serta penguatan ketahanan sistem kesehatan global.

Baca Juga

https://newsbidik.com/news-bidik-naganraya/warga-desa-cot-rambong-demo-kantor-bpn-atr-dan-kejari-nagan-raya-protes-dugaan-ketidakadilan-penyidik-mabes-polri/

“Isu lingkungan dan kesehatan kini menjadi tantangan lintas batas yang membutuhkan solidaritas dan tindakan nyata dari seluruh negara,” ujar Presiden Prabowo dalam pernyataan tertulis.

Partisipasi aktif Indonesia dalam forum BRICS mencerminkan komitmen pemerintah dalam menjadi bagian dari solusi atas krisis global yang tengah melanda, termasuk perubahan iklim dan ancaman terhadap kesehatan publik.

Kehadiran Presiden Prabowo di forum ini sekaligus menegaskan peran strategis Indonesia dalam diplomasi multilateral serta kontribusinya terhadap pembentukan tatanan dunia yang lebih adil, hijau, dan sehat.

Baca Juga

https://newsbidik.com/jakarta/presiden-prabowo-dirgahayu-bhayangkara-ke-79-terima-kasih-atas-dedikasi-polri/

Forum BRICS 2025 diharapkan tidak hanya menjadi ruang kerja sama ekonomi, tetapi juga menjadi platform solidaritas global yang responsif terhadap tantangan kemanusiaan dan planet.(BPMI Setpres

Tinggalkan Balasan

Aceh

“Dugaan aktivitas illegal logging di kawasan hutan lindung Beutong Ateuh, Kabupaten Nagan Raya, kembali menjadi sorotan publik. Masyarakat mendesak aparat penegak hukum, KPH Wilayah IV, dan Satgas PKH bertindak tegas, transparan, serta mengusut tuntas apabila ditemukan indikasi keterlibatan pihak-pihak yang melindungi praktik pembalakan liar tersebut. Penegakan hukum tanpa pandang bulu dinilai menjadi kunci menyelamatkan hutan Aceh dari kerusakan yang semakin meluas.”

Daerah

“Diduga sebuah rumah di Ngemplak, Boyolali, digunakan sebagai lokasi penyimpanan dan penjualan LPG tanpa izin. Pemilik rumah mengaku bukan agen maupun pangkalan resmi serta menyampaikan adanya klaim keterlibatan pihak lain, termasuk menyebut oknum kepolisian sebagai ‘backing’. Seluruh pengakuan tersebut masih bersifat sepihak dan belum mendapat konfirmasi dari pihak yang disebut maupun aparat berwenang.”

Aceh

“Persoalan yang mencuat di RSUD Sultan Iskandar Muda tidak hanya menyangkut administrasi dan keuangan, tetapi juga menyentuh kualitas pelayanan publik yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Mulai dari keterlambatan pembayaran TPP ASN, persoalan sanitasi, hingga temuan BPK terkait indikasi pembayaran jasa pelayanan kesehatan secara ganda menjadi perhatian yang diharapkan segera ditindaklanjuti melalui evaluasi menyeluruh dan langkah perbaikan tata kelola oleh Pemerintah Kabupaten Nagan Raya.”

Aceh

“Perselisihan terkait dugaan penyadapan pohon karet di Desa Kuala Ligan, Kecamatan Sampoiniet, Kabupaten Aceh Jaya, berujung tragis. Seorang petani berusia 58 tahun meninggal dunia setelah mengalami luka bacok di bagian leher. Pelaku yang diduga emosi usai mengetahui pohon karetnya disadap kemudian menyerahkan diri ke pihak kepolisian untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.”