Scroll untuk baca berita
AcehNEWS-BIDIK NAGANRAYA

Diduga Ada Kongkalikong di Pengadilan, Masyarakat Nagan Raya Sulit Dapatkan Keadilan

1316
×

Diduga Ada Kongkalikong di Pengadilan, Masyarakat Nagan Raya Sulit Dapatkan Keadilan

Sebarkan artikel ini

newsbidik.com,//Nagan Raya – Harapan untuk mendapatkan keadilan dan kepastian hukum di Kabupaten Nagan Raya tampaknya masih menjadi mimpi bagi sebagian masyarakat yang taat hukum. Dugaan praktik permainan kotor dalam proses peradilan menyeruak ke permukaan dan menimbulkan kekecewaan mendalam. Senen, (14/7/2025).

Kasus yang menimpa MS, warga Desa Serba Guna, Kecamatan Darul Makmur, menjadi sorotan. Ia mengaku mengalami ketidakadilan dalam proses hukum yang berjalan di Pengadilan Negeri Nagan Raya. Ironisnya, keputusan yang dijatuhkan oleh majelis hakim dinilai tidak mencerminkan nilai-nilai keadilan sebagaimana diamanatkan dalam UUD 1945 dan Pancasila, khususnya Pasal 27 Ayat 1 yang menyatakan bahwa “Segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya.

Baca Juga 

https://newsbidik.com/news-bidik-naganraya/pt-kim-diduga-serobot-lahan-warga-di-nagan-raya-masyarakat-minta-aph-bertindak-tegas/

”MS menyerahkan uang sebesar Rp144.000.000 (seratus empat puluh empat juta rupiah) kepada seorang warga bernama Destri, disertai jaminan berupa surat rumah milik Destri. Penyerahan dilakukan secara sukarela, tanpa tekanan dari pihak manapun, dan disaksikan oleh sejumlah saksi.

Namun, dalam persidangan yang digelar pada Mei 2024 lalu, keputusan yang dikeluarkan oleh Pengadilan Negeri Nagan Raya justru dinilai tidak adil dan tidak mencerminkan kebenaran fakta yang ada. MS dan keluarga sangat kecewa dengan hasil putusan tersebut. Mereka mencurigai adanya dugaan kolusi antara kuasa hukum pihak terlapor dengan oknum di lingkungan pengadilan.

Baca Juga 

https://newsbidik.com/daerah/aceh/kapolda-aceh-pimpin-sertijab-empat-pejabat-utama-dan-dua-kapolres/

“Kami sangat kecewa, hukum yang seharusnya menjadi tempat mencari keadilan justru dipermainkan. Apakah kami harus menempuh jalan ‘hukum rimba’? Hutang darah dibayar darah, hutang nyawa dibayar nyawa?” ungkap Dedek, salah satu kerabat MS dengan nada geram.

Baca Juga 

https://newsbidik.com/jakarta/ungkap-dugaan-mafia-tanah-di-serpong-ketua-dewan-pengawas-petisi-ahli-siap-tempuh-jalur-hukum/

Dedek menegaskan, masyarakat tetap menjunjung tinggi hukum dan aturan perundang-undangan yang berlaku di negara ini. Namun, ketika hukum tak lagi memberi kepastian dan keadilan, maka kepercayaan masyarakat terhadap lembaga peradilan bisa hilang.

Baca Juga

https://newsbidik.com/news-bidik-naganraya/warga-desa-cot-rambong-demo-kantor-bpn-atr-dan-kejari-nagan-raya-protes-dugaan-ketidakadilan-penyidik-mabes-polri/

Masyarakat berharap aparat penegak hukum, termasuk Komisi Yudisial dan Mahkamah Agung, dapat turun tangan mengusut tuntas dugaan praktik kongkalikong dalam proses persidangan ini. Jangan sampai hukum hanya tajam ke bawah dan tumpul ke atas.

Tinggalkan Balasan

Aceh

“Dugaan aktivitas warga negara asing di kawasan hutan Aceh harus ditelusuri secara serius melalui pemeriksaan faktual dan koordinasi lintas instansi. Jika terbukti terdapat pelanggaran keimigrasian, pertambangan, kehutanan, atau lingkungan hidup, penegakan hukum harus dilakukan secara tegas, profesional, dan tanpa pandang bulu sesuai ketentuan perundang-undangan. Namun, seluruh proses tetap harus menjunjung asas praduga tak bersalah serta mengedepankan transparansi kepada masyarakat.”

Aceh

Transparansi pembangunan jembatan Alue Siron–Alue Bata di Kecamatan Tadu Raya, Kabupaten Nagan Raya, perlu mendapat perhatian serius. Masyarakat berhak mengetahui status pekerjaan, sumber anggaran, serta pihak yang bertanggung jawab. Instansi terkait diharapkan memberikan klarifikasi agar tidak menimbulkan spekulasi dan memastikan pembangunan infrastruktur berjalan secara transparan serta dapat dipertanggungjawabkan.”

Daerah

“Percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana hidrometeorologi di Nagan Raya membutuhkan sinergi, komitmen, dan kerja sama seluruh pihak. Pemerintah daerah diharapkan segera menindaklanjuti setiap rekomendasi hasil monitoring, memastikan realisasi anggaran berjalan optimal, serta mempercepat pemulihan infrastruktur dan pelayanan publik agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat terdampak.”

Aceh

“Monitoring dan evaluasi kesiapan gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Pidie menjadi langkah penting untuk memastikan pembangunan yang telah dilaksanakan dapat segera ditindaklanjuti dengan pemenuhan sarana dan prasarana. Pemerintah daerah berharap sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten mampu mempercepat operasionalisasi koperasi sebagai penggerak ekonomi gampong, memperkuat kemandirian masyarakat, serta menghadirkan manfaat nyata bagi perekonomian desa.”