Scroll untuk baca berita
JakartaNasional

Hari-hari Makin Pendek, Rotasi Bumi Semakin Cepat di Juli–Agustus 2025

1558
×

Hari-hari Makin Pendek, Rotasi Bumi Semakin Cepat di Juli–Agustus 2025

Sebarkan artikel ini
Senen, 14 Juli 2025 | Dok: newsbidik.com / Foto Ilustrasi Bumi Ilustrasi pergerakan rotasi Bumi yang mengalami percepatan pada Juli dan Agustus 2025. Fenomena ini menyebabkan hari-hari menjadi lebih pendek dari biasanya, menurut data IERS.

newsbidik.com,//Jakarta – Fenomena alam langka kembali terjadi. Rotasi Bumi diprediksi akan semakin cepat selama bulan Juli dan Agustus 2025, membuat hari-hari dalam periode tersebut menjadi lebih singkat dari biasanya. Hal ini diungkap oleh lembaga pemantau rotasi Bumi, International Earth Rotation and Reference Systems Service (IERS).

Baca Juga

https://newsbidik.com/2025/07/diduga-ada-kongkalikong-di-pengadilan-masyarakat-nagan-raya-sulit-dapatkan-keadilan/

Berdasarkan pengamatan IERS, hari pada tanggal 9 Juli 2025 diperkirakan akan lebih pendek 1,30 milidetik dibandingkan panjang hari normal yang berjumlah 86.400 detik. Sementara itu, 22 Juli dan 5 Agustus masing-masing akan kehilangan waktu lebih signifikan, yakni 1,38 dan 1,5 milidetik.

Baca Juga

https://newsbidik.com/jakarta/ungkap-dugaan-mafia-tanah-di-serpong-ketua-dewan-pengawas-petisi-ahli-siap-tempuh-jalur-hukum/

Fenomena percepatan rotasi ini bukan kali pertama terjadi. Sejak 2020, Bumi menunjukkan tren percepatan rotasi yang belum sepenuhnya dapat dijelaskan oleh para ilmuwan. Pada tahun 2024 bahkan tercatat hari terpendek dalam sejarah modern, yakni 1,66 milidetik lebih cepat dari waktu standar.

Meski selama ini Bulan dikenal sebagai penyebab perlambatan rotasi Bumi dalam jangka panjang, ternyata keberadaannya juga bisa memicu percepatan. Saat Bulan berada pada jarak maksimum dari garis ekuator Bumi, gaya tariknya justru lebih kecil sehingga memperbolehkan Bumi berputar lebih cepat.

Baca Juga

https://newsbidik.com/daerah/aceh/kapolda-aceh-pimpin-sertijab-empat-pejabat-utama-dan-dua-kapolres/

Mengutip laporan IFL Science pada Senin (14/7/2025), para astronom memprediksi bahwa hari-hari terpendek tersebut terjadi akibat posisi Bulan yang sedang berada jauh dari ekuator. Ini mengurangi hambatan gravitasi terhadap putaran Bumi, menyebabkan percepatan rotasi.

Fenomena ini membuat para ilmuwan terkejut. Sejak tahun 1972, dunia telah menambahkan total 27 detik kabisat guna mengimbangi perlambatan rotasi Bumi. Namun kini, kebalikannya yang terjadi.

Baca Juga

https://newsbidik.com/wawancara-khusus/presiden-prabowo-tegaskan-komitmen-global-indonesia-di-ktt-brics-2025-soroti-lingkungan-cop30-dan-kesehatan-dunia/

“Tidak adanya kebutuhan untuk detik kabisat ini sangat mengejutkan,” kata Judah Levine, fisikawan dari Divisi Waktu dan Frekuensi di National Institute of Standards and Technology (NIST), Amerika Serikat.

“Asumsi dasar kami selama ini adalah bahwa Bumi akan terus melambat, dan detik kabisat akan terus diperlukan. Tapi fenomena ini membalikkan ekspektasi tersebut,” tambahnya.

Baca Juga

https://newsbidik.com/daerah/aceh/bupati-nagan-raya-hadiri-audiensi-bersama-bkn-ri-tegaskan-komitmen-perkuat-manajemen-asn/

IERS menegaskan bahwa mereka akan terus memantau perubahan rotasi Bumi secara berkala dan memastikan data akurat terkait seberapa pendek hari-hari di pertengahan tahun ini.

Baca Juga

https://newsbidik.com/headline/presiden-prabowo-bahas-deregulasi-dan-perundingan-tarif-as-dalam-ratas-di-istana/

Meskipun perbedaan waktu ini masih berada dalam satuan milidetik dan tidak berdampak signifikan pada kehidupan sehari-hari, para ahli tetap menekankan pentingnya pemantauan dan pemahaman mendalam terhadap dinamika rotasi Bumi, mengingat dampaknya yang luas pada sistem navigasi, teknologi satelit, dan waktu global.

Tinggalkan Balasan

Jakarta

Rotasi dan mutasi terhadap 199 perwira tinggi dan perwira menengah Polri merupakan bagian dari dinamika organisasi serta pembinaan karier untuk memperkuat kinerja institusi. Penempatan pejabat baru diharapkan mampu menjaga integritas, meningkatkan profesionalisme, dan menghadirkan pelayanan kepolisian yang responsif serta berorientasi pada kepentingan masyarakat.”

Biografi

Dalam setiap lembar sejarah Nusantara, tersimpan kisah perjuangan, pengorbanan, kesetiaan, dan keberanian para tokoh yang telah meletakkan fondasi kejayaan bangsa. Salah satu sosok yang memiliki tempat istimewa dalam perjalanan sejarah…

Headline

Dugaan adanya praktik pembekingan tambang emas ilegal di Kabupaten Lebak, Banten, memunculkan pertanyaan publik terhadap efektivitas pengawasan dan penegakan hukum. Dugaan keterlibatan oknum aparat berpangkat bintang dua perlu diusut secara profesional, transparan, dan berdasarkan bukti guna memastikan kebenaran informasi serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum.

Jakarta

Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menegaskan komitmennya membenahi institusi Polri melalui peningkatan pelayanan publik, penegakan hukum yang adil, serta penguatan kedekatan dengan masyarakat. Melalui program Polisi Bersama Masyarakat, Polri diarahkan untuk semakin profesional, responsif, dan hadir dalam menjawab berbagai persoalan keamanan dan ketertiban, termasuk pemberantasan narkotika, penyelundupan, dan judi online.