Scroll untuk baca berita
HeadlineInternasionalWawancara Khusus

Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Global Indonesia di KTT BRICS 2025: Soroti Lingkungan, COP30, dan Kesehatan Dunia

3489
×

Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Global Indonesia di KTT BRICS 2025: Soroti Lingkungan, COP30, dan Kesehatan Dunia

Sebarkan artikel ini
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto (tengah), berpose bersama Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa (kanan) dan Perdana Menteri Mesir Mostafa Madbouly (kiri) dalam sesi foto bersama para pemimpin negara peserta KTT BRICS 2025 di Museum of Modern Art, Rio de Janeiro, Brasil, Senin (7/7/2025).

newsbidik.com,//Rio de Janeiro, Brasil — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri hari kedua Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2025 yang digelar di Museum of Modern Art (MAM), Rio de Janeiro, Brasil, pada Senin (7/7/2025).

Dalam sesi bertema “Environment, COP30, and Global Health”, Presiden Prabowo menyoroti urgensi kolaborasi internasional dalam menghadapi krisis iklim dan memperkuat sistem kesehatan global yang inklusif dan berkelanjutan.

Baca Juga

https://newsbidik.com/news-bidik-naganraya/bupati-trk-usulkan-pengembangan-bandara-cut-nyak-dhien-hashim-djojohadikusumo-saya-akan-bantu/

Presiden Prabowo tiba di lokasi acara melalui Lobi VVIP dan disambut hangat oleh jajaran delegasi tuan rumah Brasil. Sebelum memasuki forum utama, para kepala negara dan delegasi melakukan sesi foto bersama. Presiden Prabowo berdiri berdampingan dengan Presiden Afrika Selatan, Cyril Ramaphosa, dan Perdana Menteri Mesir, Mostafa Madbouly, dalam sesi tersebut.

Memasuki sesi pertemuan inti, Presiden Prabowo bergabung bersama para pemimpin negara anggota dan mitra BRICS lainnya untuk membahas sejumlah agenda strategis. Dalam pidatonya, Presiden Prabowo dijadwalkan menyampaikan pandangan Indonesia mengenai perlindungan lingkungan hidup, kesiapan menuju Konferensi Perubahan Iklim COP30, serta penguatan ketahanan sistem kesehatan global.

Baca Juga

https://newsbidik.com/news-bidik-naganraya/warga-desa-cot-rambong-demo-kantor-bpn-atr-dan-kejari-nagan-raya-protes-dugaan-ketidakadilan-penyidik-mabes-polri/

“Isu lingkungan dan kesehatan kini menjadi tantangan lintas batas yang membutuhkan solidaritas dan tindakan nyata dari seluruh negara,” ujar Presiden Prabowo dalam pernyataan tertulis.

Partisipasi aktif Indonesia dalam forum BRICS mencerminkan komitmen pemerintah dalam menjadi bagian dari solusi atas krisis global yang tengah melanda, termasuk perubahan iklim dan ancaman terhadap kesehatan publik.

Kehadiran Presiden Prabowo di forum ini sekaligus menegaskan peran strategis Indonesia dalam diplomasi multilateral serta kontribusinya terhadap pembentukan tatanan dunia yang lebih adil, hijau, dan sehat.

Baca Juga

https://newsbidik.com/jakarta/presiden-prabowo-dirgahayu-bhayangkara-ke-79-terima-kasih-atas-dedikasi-polri/

Forum BRICS 2025 diharapkan tidak hanya menjadi ruang kerja sama ekonomi, tetapi juga menjadi platform solidaritas global yang responsif terhadap tantangan kemanusiaan dan planet.(BPMI Setpres

Tinggalkan Balasan

Aceh

“LSM GMBI Aceh mendesak audit menyeluruh dana kebencanaan Kota Langsa setelah ditemukan dugaan ketidaksesuaian data penerima bantuan. Transparansi dan akuntabilitas dinilai lemah, sehingga berpotensi mencederai keadilan bagi korban banjir. Audit independen dianggap penting untuk memastikan setiap rupiah digunakan tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik

Daerah

“Polres Bogor membongkar jaringan pengoplosan LPG bersubsidi yang beroperasi di dua lokasi berbeda, menyebabkan kerugian negara mencapai Rp13,2 miliar per bulan. Dari penggerebekan di Sukaraja dan Cileungsi, polisi mengamankan 793 tabung gas berbagai ukuran serta 76 alat suntik. Para pelaku diketahui meraup keuntungan hingga Rp1,3 miliar per hari dengan memindahkan isi gas 3 kilogram subsidi ke tabung 12 kilogram non-subsidi. Kapolres Bogor menegaskan bahwa praktik ini tidak hanya merugikan negara, tetapi juga mencuri hak masyarakat kecil yang berhak menerima subsidi.”

Headline

“Penggerebekan gudang pengoplosan LPG di Cileungsi membuka fakta mengejutkan: praktik ilegal yang berjalan sejak 2025 ini mampu meraup keuntungan hingga Rp13 miliar per bulan. Selain merugikan negara, aktivitas pemindahan gas bersubsidi ke tabung non-subsidi ini dinilai sangat membahayakan keselamatan warga karena dilakukan tanpa standar keamanan. Polisi menegaskan, para pelaku dijerat UU Migas dan pasal pidana umum terkait perbuatan curang serta peredaran barang tidak sesuai standar.”