Scroll untuk baca berita
AcehDaerah

Pemkab Nagan Raya Tegaskan Komitmen Terhadap Penanganan Bencana

637
×

Pemkab Nagan Raya Tegaskan Komitmen Terhadap Penanganan Bencana

Sebarkan artikel ini

NEWS-BIDIK,//Suka Makmue – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nagan Raya, Provinsi Aceh kembali menegaskan komitmen dan kepeduliannya terhadap penanganan dan mitigasi bencana yang menimpa warganya.

Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nagan Raya, Irfanda Rinadi, S.STP, dalam keterangannya pada Rabu (11/6/2025).

Irfanda menekankan bahwa pemerintah daerah terus berupaya memberikan penanganan terbaik terhadap berbagai bencana yang terjadi di wilayah Nagan Raya, meskipun di tengah keterbatasan sumber daya dan anggaran.

“Kepedulian kami terhadap keselamatan dan kenyamanan warga adalah hal utama yang terus menjadi prioritas” ujar Irfanda.

Namun demikian, Irfanda juga mengungkapkan adanya keterbatasan dalam penyediaan fasilitas penanggulangan bencana di wilayah terpencil. Salah satu yang menjadi perhatian adalah belum tersedianya unit pemadam kebakaran di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, sebuah wilayah pegunungan yang secara geografis cukup sulit dijangkau.

“Kami menyadari pentingnya keberadaan fasilitas pemadam kebakaran di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang. Namun, harus kami akui bahwa kondisi anggaran daerah yang terbatas saat ini,” jelasnya.

Meskipun begitu, Pemkab Nagan Raya tidak tinggal diam. Upaya koordinasi dengan instansi terkait di tingkat provinsi dan nasional terus dilakukan untuk mencari solusi jangka panjang. Termasuk kemungkinan pengajuan bantuan sarana penanggulangan bencana melalui dana alokasi khusus (DAK) maupun sumber pendanaan lainnya.

“Kami tetap berkomitmen untuk memperkuat sistem penanggulangan bencana secara bertahap, mulai dari pelatihan relawan lokal, hingga penguatan edukasi kebencanaan di masyarakat,” tambah Irfanda.

Pemkab Nagan Raya berharap, dengan dukungan seluruh pihak, khususnya pemerintah pusat dan masyarakat, upaya penguatan penanggulangan bencana di seluruh kecamatan, termasuk daerah-daerah terpencil, dapat terus ditingkatkan demi keselamatan seluruh warga.

Tinggalkan Balasan

Aceh

“Dugaan aktivitas warga negara asing di kawasan hutan Aceh harus ditelusuri secara serius melalui pemeriksaan faktual dan koordinasi lintas instansi. Jika terbukti terdapat pelanggaran keimigrasian, pertambangan, kehutanan, atau lingkungan hidup, penegakan hukum harus dilakukan secara tegas, profesional, dan tanpa pandang bulu sesuai ketentuan perundang-undangan. Namun, seluruh proses tetap harus menjunjung asas praduga tak bersalah serta mengedepankan transparansi kepada masyarakat.”

Aceh

Transparansi pembangunan jembatan Alue Siron–Alue Bata di Kecamatan Tadu Raya, Kabupaten Nagan Raya, perlu mendapat perhatian serius. Masyarakat berhak mengetahui status pekerjaan, sumber anggaran, serta pihak yang bertanggung jawab. Instansi terkait diharapkan memberikan klarifikasi agar tidak menimbulkan spekulasi dan memastikan pembangunan infrastruktur berjalan secara transparan serta dapat dipertanggungjawabkan.”

Daerah

“Percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana hidrometeorologi di Nagan Raya membutuhkan sinergi, komitmen, dan kerja sama seluruh pihak. Pemerintah daerah diharapkan segera menindaklanjuti setiap rekomendasi hasil monitoring, memastikan realisasi anggaran berjalan optimal, serta mempercepat pemulihan infrastruktur dan pelayanan publik agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat terdampak.”

Aceh

“Monitoring dan evaluasi kesiapan gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Pidie menjadi langkah penting untuk memastikan pembangunan yang telah dilaksanakan dapat segera ditindaklanjuti dengan pemenuhan sarana dan prasarana. Pemerintah daerah berharap sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten mampu mempercepat operasionalisasi koperasi sebagai penggerak ekonomi gampong, memperkuat kemandirian masyarakat, serta menghadirkan manfaat nyata bagi perekonomian desa.”