Scroll untuk baca berita
AcehDaerah

Perusahaan Kelapa Sawit Otak Atik Data Izin HGU . Masyarakat Terzolimi – Pemerintah Kabupaten Nagan Raya Diam Seribu Bahasa  

665
×

Perusahaan Kelapa Sawit Otak Atik Data Izin HGU . Masyarakat Terzolimi – Pemerintah Kabupaten Nagan Raya Diam Seribu Bahasa  

Sebarkan artikel ini

NEWS-BIDIK,//Nagan Raya. Diduga Perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Fajar bayzuri & Brother di kabupaten Nagan Raya otak Atik Data Areal Izin HGU di kecamatan Kuala Pesisir Kabupaten Nagan Raya walaupun sering dimediasikan pihak Forkompinda Nagan Raya namun tidak ada penyelesaian secara Arif dan bijaksana yang sudah bertahun tahun tidak ada penyelesaian dan pemerintahan diam seribu bahasa , Perusahaan lebih berkuasa  Rabu. (11/6/2025).

Arz Cs masyarakat jenuh ulah pihak pihak Dinas terkait Pemerintah Kabupaten Nagan Raya demi penyelesaian konflik tanah garapan masyarakat dengan Areal izin HGU perusahaan PT Fajar bayzuri & Brother yang sudah bertahun tahun tak kunjung diselesaikan

Sejak PJ Bupati Pj.Fitriany Farhas AP. S.Sos.M.Si sudah merekomendasikan pihak terkait untuk menyelesaikan permasalah sengketa yang sudah bertahun tahun tersebut namun sampai saat ini belum ada kepastian Atas alas hak tanah garapan masyarakat tersebut.

Pada saat Mediasi dikantor bupati diruang Pertanahan kabupaten Nagan Raya yang dihadirkan oleh pihak Dinas Pemerintahan masyarakat serta pihak perusahaan PT Fajar bayzuri & Brother belum ada kepastian Atas alas hak , Ironisnya tanah di luar Izin HGU perusahan perkebunan kelapa sawit PT Fajar bayzuri & Brother sudah menjadi SHM milik keluarga perusahaan tersebut

Diduga Perusahaan dan pihak pihak terkait kongkalikong menghalalkan segala cara sepelekan Peraturan Perundang-undangan Izin HGU perkebunan , Dimohon kepada Bupati TR Keumangan SH .MH Nagan Raya Serta pihak terkait untuk mengusut tuntas sengketa lahan garapan masyarakat demi tidak terjadi konflik yang berkepanjangan kedepannya.

Tinggalkan Balasan

Daerah

Kutipan Berita Unggulan:
“Empat medali emas menjadi modal awal bagi Kontingen Jepara untuk terus melaju di Porprov XVII Jawa Tengah 2026. Dengan semangat juang, kerja keras, dan kekompakan seluruh atlet, pelatih, serta ofisial, Jepara optimistis mengejar target 50 medali emas dan menembus empat besar.”

Aceh

“Dugaan aktivitas warga negara asing di kawasan hutan Aceh harus ditelusuri secara serius melalui pemeriksaan faktual dan koordinasi lintas instansi. Jika terbukti terdapat pelanggaran keimigrasian, pertambangan, kehutanan, atau lingkungan hidup, penegakan hukum harus dilakukan secara tegas, profesional, dan tanpa pandang bulu sesuai ketentuan perundang-undangan. Namun, seluruh proses tetap harus menjunjung asas praduga tak bersalah serta mengedepankan transparansi kepada masyarakat.”

Aceh

Transparansi pembangunan jembatan Alue Siron–Alue Bata di Kecamatan Tadu Raya, Kabupaten Nagan Raya, perlu mendapat perhatian serius. Masyarakat berhak mengetahui status pekerjaan, sumber anggaran, serta pihak yang bertanggung jawab. Instansi terkait diharapkan memberikan klarifikasi agar tidak menimbulkan spekulasi dan memastikan pembangunan infrastruktur berjalan secara transparan serta dapat dipertanggungjawabkan.”

Daerah

“Percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana hidrometeorologi di Nagan Raya membutuhkan sinergi, komitmen, dan kerja sama seluruh pihak. Pemerintah daerah diharapkan segera menindaklanjuti setiap rekomendasi hasil monitoring, memastikan realisasi anggaran berjalan optimal, serta mempercepat pemulihan infrastruktur dan pelayanan publik agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat terdampak.”

Aceh

“Monitoring dan evaluasi kesiapan gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Pidie menjadi langkah penting untuk memastikan pembangunan yang telah dilaksanakan dapat segera ditindaklanjuti dengan pemenuhan sarana dan prasarana. Pemerintah daerah berharap sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten mampu mempercepat operasionalisasi koperasi sebagai penggerak ekonomi gampong, memperkuat kemandirian masyarakat, serta menghadirkan manfaat nyata bagi perekonomian desa.”