Scroll untuk baca berita
DaerahNEWS-BIDIK. GARUTPeristiwa

Ledakan Mematikan di Pameungpeuk Garut: 50 Korban, Belasan Tewas, Diduga Akibat Peluru Kadaluwarsa

552
×

Ledakan Mematikan di Pameungpeuk Garut: 50 Korban, Belasan Tewas, Diduga Akibat Peluru Kadaluwarsa

Sebarkan artikel ini

NEWS-BIDIK,//Garut,-Sebuah insiden ledakan dahsyat mengguncang kawasan pantai di Cibalong, Pameungpeuk, Garut, pada Senin pagi pukul 09.00–10.00 WIB. Ledakan tersebut menyebabkan sedikitnya 50 orang menjadi korban, dengan 11 di antaranya telah dievakuasi ke RSUD Pameungpeuk. Beberapa korban dilaporkan tewas, namun jumlah pastinya masih belum dapat dipastikan karena ada jenazah yang hancur tak utuh. Senen (12/5/2025).

Menurut keterangan warga sekitar, insiden ini bukan bagian dari latihan militer sebagaimana awalnya diduga, melainkan kegiatan pemusnahan amunisi kadaluwarsa oleh aparat militer. Peluru dan bahan peledak yang telah usang dibuang dan diledakkan di pinggir pantai. Namun, warga sekitar diduga mendekati lokasi sesaat setelah ledakan untuk mengumpulkan sisa logam seperti kuningan dan pistom bekas untuk dijual, tanpa memperhatikan keselamatan. Naas, salah satu bahan peledak ternyata belum meledak dan kemudian menewaskan warga yang berada di lokasi.

RSPG (Rumah Sakit Pusat Gigi dan Mulut) menerima kiriman jenazah dari lokasi kejadian, termasuk korban dari unsur TNI dan warga sipil. Berikut data sementara:
Korban TNI:
1. Kolonel Antonius Hermawan

2. Mayor Anda Rohanda

3. Kopda Eri Dwi Priambodo

4. Patu Aprio Setiawan

Korban Sipil:

1. Iyus Ibing

2. Erus Setiawan

3. Iyus (Cimerak)

4. A. Toto

5. Endang

6. Ipan

7. Anwar

8. Agus Jebrag

9. Dadang (Karang Taruna)

Saat ini, jenazah yang masih utuh telah ditempatkan dalam kantong jenazah di Unit Mortuary RSPG dan telah menjalani identifikasi awal. Sementara itu, serpihan tubuh yang ditemukan masih menunggu proses identifikasi lebih lanjut oleh Tim DVI dari Polres Garut.

Pihak berwenang belum memberikan keterangan resmi terkait jumlah total korban meninggal. Investigasi lebih lanjut sedang berlangsung untuk memastikan penyebab pasti dan prosedur pemusnahan amunisi yang dilakukan.

Tinggalkan Balasan

Aceh

“Melalui pembinaan teknis lanjutan EPSS ini, kami berharap seluruh SKPK di Kabupaten Nagan Raya dapat memperkuat tata kelola statistik sektoral yang akurat, terintegrasi, dan terpercaya guna mendukung pengambilan kebijakan berbasis data serta meningkatkan nilai Indeks Pembangunan Statistik (IPS) Tahun 2026.” — Masitoh, S.K.M., M.K.M., Kabid Statistik Diskominfo Kabupaten Nagan Raya.

Aceh

“Seorang remaja bernama Kamaludin (15) dilaporkan hilang setelah terseret arus deras Sungai Krueng Tadu di Kecamatan Tadu Raya, Kabupaten Nagan Raya, Jumat (1/5/2026). Hingga Minggu (3/5/2026), tim gabungan BPBD, SAR, dan aparat kepolisian masih terus melakukan pencarian dengan menyisir aliran sungai meski terkendala arus yang kuat dan medan sulit. Pihak keluarga masih menunggu dengan penuh harap di lokasi kejadian.”