Scroll untuk baca berita
HeadlineNEWSBIDIK PANGANDARANWisata

Libur Lebaran, 62 Wisatawan Alami Kecelakaan Laut di Pangandaran, Dua Meninggal Dunia Balawista Imbau Wisatawan Patuhi Aturan Demi Keselamatan

756
×

Libur Lebaran, 62 Wisatawan Alami Kecelakaan Laut di Pangandaran, Dua Meninggal Dunia Balawista Imbau Wisatawan Patuhi Aturan Demi Keselamatan

Sebarkan artikel ini

NEWS-BIDIK||PANGANDARAN – Selama periode libur Lebaran 2025, terhitung sejak Hari H hingga H+7, Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) Kabupaten Pangandaran mencatat sebanyak 62 kasus kecelakaan laut yang melibatkan wisatawan. Dua di antaranya dilaporkan meninggal dunia.

Informasi tersebut disampaikan Sekretaris Balawista Pangandaran, Liyano, dalam keterangan resminya pada Senin (7/4) siang. Ia menyebut mayoritas korban merupakan wisatawan asal Bandung yang mengabaikan rambu-rambu larangan berenang serta imbauan petugas di lapangan.

“Sebagian besar kejadian disebabkan oleh rendahnya kesadaran wisatawan terhadap tanda larangan berenang yang sudah dipasang, serta kurangnya kepatuhan terhadap instruksi petugas,” ujar Liyano.

Selain insiden kecelakaan laut, Balawista juga menangani 124 kasus wisatawan yang terpisah dari rombongan atau keluarganya. Kejadian ini paling banyak terjadi di kawasan objek wisata pantai Pangandaran. Beruntung, seluruh wisatawan yang terpisah berhasil ditemukan dan dipersatukan kembali tanpa kendala berarti.

“Alhamdulillah, semua wisatawan yang terpisah berhasil ditemukan dan kembali bersama keluarganya,” tambahnya.

Tak hanya itu, kasus barang hilang juga sempat tercatat meski dalam jumlah kecil. Dari total laporan yang masuk, hanya sekitar 20 persen barang yang berhasil ditemukan dan dikembalikan kepada pemilik.

Meski volume kunjungan wisatawan terbilang padat, Liyano menyatakan bahwa situasi secara umum masih terkendali. Namun, ia tetap mengimbau agar wisatawan lebih waspada dan disiplin selama beraktivitas di kawasan wisata.

“Kami mengajak seluruh wisatawan untuk lebih berhati-hati, menjaga barang pribadi, serta selalu mematuhi rambu-rambu larangan dan arahan petugas demi keselamatan bersama,” tegasnya.

Sebagai bentuk antisipasi, Balawista terus meningkatkan pengawasan serta memperkuat layanan keselamatan bagi pengunjung di sepanjang pesisir Pangandaran.

Tinggalkan Balasan

Aceh

“Dugaan aktivitas illegal logging di kawasan hutan lindung Beutong Ateuh, Kabupaten Nagan Raya, kembali menjadi sorotan publik. Masyarakat mendesak aparat penegak hukum, KPH Wilayah IV, dan Satgas PKH bertindak tegas, transparan, serta mengusut tuntas apabila ditemukan indikasi keterlibatan pihak-pihak yang melindungi praktik pembalakan liar tersebut. Penegakan hukum tanpa pandang bulu dinilai menjadi kunci menyelamatkan hutan Aceh dari kerusakan yang semakin meluas.”

Daerah

“Diduga sebuah rumah di Ngemplak, Boyolali, digunakan sebagai lokasi penyimpanan dan penjualan LPG tanpa izin. Pemilik rumah mengaku bukan agen maupun pangkalan resmi serta menyampaikan adanya klaim keterlibatan pihak lain, termasuk menyebut oknum kepolisian sebagai ‘backing’. Seluruh pengakuan tersebut masih bersifat sepihak dan belum mendapat konfirmasi dari pihak yang disebut maupun aparat berwenang.”

Aceh

“Persoalan yang mencuat di RSUD Sultan Iskandar Muda tidak hanya menyangkut administrasi dan keuangan, tetapi juga menyentuh kualitas pelayanan publik yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Mulai dari keterlambatan pembayaran TPP ASN, persoalan sanitasi, hingga temuan BPK terkait indikasi pembayaran jasa pelayanan kesehatan secara ganda menjadi perhatian yang diharapkan segera ditindaklanjuti melalui evaluasi menyeluruh dan langkah perbaikan tata kelola oleh Pemerintah Kabupaten Nagan Raya.”

Aceh

“Perselisihan terkait dugaan penyadapan pohon karet di Desa Kuala Ligan, Kecamatan Sampoiniet, Kabupaten Aceh Jaya, berujung tragis. Seorang petani berusia 58 tahun meninggal dunia setelah mengalami luka bacok di bagian leher. Pelaku yang diduga emosi usai mengetahui pohon karetnya disadap kemudian menyerahkan diri ke pihak kepolisian untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.”