Scroll untuk baca berita
HeadlineJawa BaratNasionalPOLRI

Jenderal Akhmad Wiyagus Naik Pangkat Jadi Bintang Tiga, Kini Jabat Asisten Operasi Kapolri

369
×

Jenderal Akhmad Wiyagus Naik Pangkat Jadi Bintang Tiga, Kini Jabat Asisten Operasi Kapolri

Sebarkan artikel ini

NEWS-BIDIK.//Bandung – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Barat, Irjen Pol Dr. Akhmad Wiyagus resmi menyandang pangkat Komisaris Jenderal (Komjen) atau bintang tiga setelah dilantik menjadi Asisten Kapolri Bidang Operasi (Asops Kapolri), Senin (14/4/2025) di Mabes Polri.

Pengangkatan tersebut tertuang dalam Keputusan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo Nomor KEP/575/IV/2025 tertanggal 13 April 2025. Serah terima jabatan (sertijab) dipimpin langsung oleh Kapolri di Jakarta.

“Iya, hari ini sertijab Asops Kapolri dilaksanakan di Mabes Polri,” kata Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan.

Akhmad Wiyagus dikenal sebagai sosok yang tidak banyak bicara, tetapi lebih memilih membuktikan kinerjanya melalui tindakan. Jenderal kelahiran Tasikmalaya ini telah menjabat sebagai Kapolda Jabar sejak 27 Maret 2023.

Sebelum memimpin Jawa Barat, ia telah mengemban berbagai posisi strategis seperti Kapolda Lampung, Kapolda Gorontalo, hingga Direktur Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri. Karier panjangnya di institusi kepolisian dimulai sejak lulus dari Akpol pada 1989.

Selama dua tahun memimpin Polda Jabar, Wiyagus dinilai sukses menjaga stabilitas keamanan. Jawa Barat tercatat sebagai wilayah yang aman dan minim konflik saat pelaksanaan Pemilu dan Pilkada serentak. Ia aktif membangun kolaborasi lintas sektor dengan TNI, pemerintah daerah, serta stakeholder lainnya.

“Koordinasi dan kolaborasi adalah kunci utama dalam menjaga situasi tetap kondusif,” ujar Wiyagus.

Tegas dalam Penegakan Hukum dan Pemberantasan Narkoba

Dalam bidang penegakan hukum, Wiyagus dikenal tak kompromi. Di bawah komandonya, Polda Jabar berhasil mengungkap kasus-kasus besar yang sebelumnya mandek bertahun-tahun. Salah satunya adalah kasus pembunuhan ibu dan anak yang sempat menjadi perhatian publik.

Dalam penanganan kasus Vina Cirebon, ia bersikap hati-hati dan menghindari polemik di media. Fokusnya tetap pada jalur hukum. Hasilnya, permohonan Peninjauan Kembali (PK) tujuh terpidana ditolak oleh hakim.

Di bidang pemberantasan narkoba, Wiyagus mencatatkan sejarah lewat pengungkapan pabrik narkotika sintetis di Sentul, Kabupaten Bogor. Polisi berhasil menyita sekitar satu ton tembakau sintetis, menjadikannya kasus terbesar di Jawa Barat.

“Kalau ingin bersih keluar, kita harus bersih dari dalam dulu,” tegasnya terkait pemberantasan narkoba di internal kepolisian.

Tutup Lokalisasi Saritem dan Angkat Martabat Olahraga Jabar

Tak hanya di bidang hukum, Wiyagus juga menunjukkan keberpihakan pada isu sosial. Ia menginstruksikan penutupan lokalisasi Saritem di Kecamatan Andir, Kota Bandung—sebuah keputusan berani yang telah lama ditunggu-tunggu.

Sebagai penggemar olahraga bulutangkis dan sepeda, kontribusinya di dunia olahraga pun tak kalah mencolok. Ia menjabat sebagai Ketua Umum PBSI Jabar dua periode, serta berhasil membawa Jawa Barat menjadi juara umum di PON Papua dan runner-up di PON Aceh-Sumut.

Pada PON XXI Aceh-Sumut 2024, Wiyagus yang juga menjabat Chief de Mission (CdM) kontingen Jabar sukses mewujudkan hattrick juara umum PON. Ia juga menggagas event balap sepeda nasional “Lodaya-Siliwangi Ride” yang dimulai sejak 2022.

“Kontribusi beliau di dunia olahraga sangat luar biasa. Layak disebut Tokoh Olahraga Jabar,” puji Ketua KONI Jawa Barat, Prof M. Budiana.

Atas kiprahnya, Wiyagus meraih Hoegeng Award tahun 2022 sebagai Polisi Berintegritas. Kini, dengan promosi menjadi Asops Kapolri, harapan publik pun besar agar sosoknya tetap konsisten membawa nilai integritas, ketegasan, dan kolaborasi ke level nasional.

Tinggalkan Balasan

Jawa Tengah

Dugaan pungutan liar dalam pelaksanaan Program PTSL di Desa Kawengen semakin menguat setelah ratusan warga mengaku dipungut biaya Rp500.000 per bidang tanah, jauh di atas ketentuan resmi. Meski Kepala Desa Marjani berdalih biaya tersebut telah disepakati dan diketahui sejumlah pihak, warga menilai praktik ini sebagai bentuk penyalahgunaan wewenang yang harus segera ditindaklanjuti Aparat Penegak Hukum (APH). Media dan warga mendesak investigasi penuh untuk memastikan transparansi dan keadilan dalam program sertifikasi tanah tersebut.”

Nasional

Proyek pembangunan gorong-gorong dan pelebaran jalan di jalur Damarwulan–Sirahan Jepara yang dikerjakan CV Wildan Sentosa dipastikan mengalami keterlambatan signifikan. Kontraktor terancam sanksi mulai dari denda keterlambatan, pemutusan kontrak, pencairan jaminan pelaksanaan hingga daftar hitam apabila tidak segera menyelesaikan pekerjaan sesuai ketentuan. Temuan lapangan menunjukkan pekerjaan masih membuat rangka cor meski mendekati batas waktu, sehingga menimbulkan dugaan ketidaksesuaian spesifikasi.”

Aceh

“Diduga kuat pengusaha pemborong besi tua di PKS PT Sofindo Seunagan menggunakan tabung Elpiji 3 kg bersubsidi untuk kegiatan pemotongan besi tua. Penggunaan yang dilakukan hampir setiap malam dan telah berlangsung hampir sepekan ini dinilai menyalahi aturan perundang-undangan. Masyarakat mendesak APH segera mengusut tuntas dugaan penyalahgunaan LPG subsidi yang semestinya diperuntukkan bagi warga kurang mampu, bukan untuk kepentingan bisnis pengusaha.”

Nasional

“Kepemimpinan terpusat Presiden dalam operasi terpadu penanganan banjir Sumatera dinilai menjadi faktor penentu stabilitas nasional. Dengan penyatuan komando antara TNI tiga matra, Basarnas, BNPB, Polri, dan pemerintah daerah, respons kemanusiaan berjalan lebih cepat, terarah, dan bebas dari tumpang tindih kewenangan. Pendekatan ini sekaligus memastikan tidak ada celah intervensi pihak asing dalam operasi yang bersifat sensitif, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai poros maritim yang stabil di kawasan.”

Aceh

Petani menjadi tersangka, sementara perusahaan perkebunan diduga kebal hukum. Manipulasi HGU yang melibatkan oknum BPN/ATR harus diusut tuntas demi keadilan masyarakat Padang Panyang.”

“Sudah puluhan tahun perusahaan berkuasa, tetapi hak rakyat tak pernah benar-benar merdeka. Presiden Prabowo diharapkan turun tangan menegakkan keadilan agraria di Nagan Raya.”

“Program plasma 20 persen hanya tinggal formalitas. Sampai hari ini tidak satu pun petani menikmati hasilnya.”

“Kami meminta APH tidak menutup mata. Mafia tanah harus dihentikan, bukan rakyat yang dijadikan tumb