Scroll untuk baca berita
DaerahJawa BaratNEWS-BIDIK. GARUT

Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan Sampaikan Belasungkawa atas Gugurnya Anggota Polisi di Garut

591
×

Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan Sampaikan Belasungkawa atas Gugurnya Anggota Polisi di Garut

Sebarkan artikel ini
Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan memberikan keterangan pers terkait insiden tragis saat pesta rakyat di Garut yang menewaskan satu anggota polisi dan dua warga sipil, Sabtu (19/7/2025). Dok. foto: newsbidik.com/RED

NEWSBIDIK,//Garut – Peristiwa duka menyelimuti pelaksanaan pesta rakyat di Kabupaten Garut pada Jumat, 18 Juli 2025. Tiga nyawa melayang dalam kejadian tersebut, terdiri dari dua warga sipil dan satu anggota kepolisian dari Polda Jawa Barat yang tengah menjalankan tugas pengamanan.

 

Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat, Irjen Pol Rudi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H., menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam atas insiden tragis itu. Ia menyebut bahwa anggota kepolisian gugur saat berupaya membantu dan melindungi masyarakat yang menghadiri kegiatan tersebut.

 

“Anggota kami di lapangan tengah menolong warga masyarakat dan akhirnya gugur dalam tugasnya saat mengamankan situasi. Kami akan melakukan investigasi menyeluruh untuk mengetahui bagaimana peristiwa ini bisa terjadi hingga menimbulkan tiga korban jiwa pada siang hari ini,” ujar Kapolda Jabar saat memberikan keterangan, Sabtu dini hari (19/7/2025).

 

Kapolda menjelaskan bahwa Polres Garut telah melaksanakan prosedur pengamanan sesuai ketentuan. Pengamanan dilakukan atas permintaan Pemerintah Kabupaten Garut yang menginformasikan adanya kegiatan masyarakat berskala besar.

 

“Dari sisi perizinan, telah dilakukan antisipasi terhadap potensi gangguan yang mungkin muncul. Kami telah menyusun rencana pengamanan yang matang, dengan melibatkan 404 personel gabungan sejak pagi hari. Para personel sudah ditempatkan sesuai arahan dan hasil briefing,” jelas Irjen Pol Rudi.

 

Pihak kepolisian, lanjutnya, akan melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui apakah terdapat unsur kelalaian, serta siapa pihak yang paling bertanggung jawab atas insiden tersebut.

 

“Secara teknis, kepolisian akan mendalami peristiwa ini. Kami akan mengungkap apakah ada unsur kelalaian atau tidak, dan siapa yang nantinya harus bertanggung jawab,” tegasnya.

 

Sementara itu, salah seorang warga yang berada di lokasi menyampaikan rasa terima kasih kepada pihak kepolisian yang telah berjibaku mengamankan situasi dan menyelamatkan warga yang mengalami kondisi darurat.

 

“Sim kuring ngahaturkeuen nuhun ka Polisi anu parantos ngamankeun sareng nyalametkeun anu pingsan, dugi ka aya anu ngantunkeun. Sim kuring sadayana ngiring prihatin.”

 

Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya pengamanan dan manajemen risiko yang ketat dalam setiap kegiatan masyarakat, serta penghormatan atas jasa para petugas yang berkorban demi keselamatan orang banyak.

Jawa Barat

KIM-PG Kabupaten Bekasi hingga kini belum menentukan sikap resmi terkait dukungan calon ketua Partai Golkar. Namun Ketua KIM-PG, Efendi Subandono, secara pribadi menyatakan dukungannya kepada H. Akhmad Marjuki SH MH sebagai figur yang dinilai paling layak memimpin Golkar Kabupaten Bekasi. Meski demikian, keputusan final menunggu struktur DPD Golkar Jawa Barat resmi dilantik pasca Musda XI.”

Daerah

“Akta cerai atas nama mempelai perempuan tidak pernah tercatat di Pengadilan Agama Jepara. Pernikahan tersebut juga tidak diproses melalui desa maupun KUA, sehingga kuat dugaan dilakukan dengan menggunakan modin aspal,” ungkap Modin Desa Kancilan, Luqman H., menegaskan adanya kejanggalan dalam administrasi pernikahan warga Kancilan yang berlangsung pada 29 Maret 2026.

Aceh

“LSM GMBI Aceh mendesak audit menyeluruh dana kebencanaan Kota Langsa setelah ditemukan dugaan ketidaksesuaian data penerima bantuan. Transparansi dan akuntabilitas dinilai lemah, sehingga berpotensi mencederai keadilan bagi korban banjir. Audit independen dianggap penting untuk memastikan setiap rupiah digunakan tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik

Daerah

“Polres Bogor membongkar jaringan pengoplosan LPG bersubsidi yang beroperasi di dua lokasi berbeda, menyebabkan kerugian negara mencapai Rp13,2 miliar per bulan. Dari penggerebekan di Sukaraja dan Cileungsi, polisi mengamankan 793 tabung gas berbagai ukuran serta 76 alat suntik. Para pelaku diketahui meraup keuntungan hingga Rp1,3 miliar per hari dengan memindahkan isi gas 3 kilogram subsidi ke tabung 12 kilogram non-subsidi. Kapolres Bogor menegaskan bahwa praktik ini tidak hanya merugikan negara, tetapi juga mencuri hak masyarakat kecil yang berhak menerima subsidi.”

Headline

“Penggerebekan gudang pengoplosan LPG di Cileungsi membuka fakta mengejutkan: praktik ilegal yang berjalan sejak 2025 ini mampu meraup keuntungan hingga Rp13 miliar per bulan. Selain merugikan negara, aktivitas pemindahan gas bersubsidi ke tabung non-subsidi ini dinilai sangat membahayakan keselamatan warga karena dilakukan tanpa standar keamanan. Polisi menegaskan, para pelaku dijerat UU Migas dan pasal pidana umum terkait perbuatan curang serta peredaran barang tidak sesuai standar.”