NEWSBIDIK,Lubuk linggau.Bisnis parkiran di kota lubuk linggau sangat menjanjikan sehingga menjadi ladang bisnis untuk menghasil kan pundi pundi rupiah
Namun sayang parkiran kota lubuk linggau sudah di kuasai oleh keluarga wali kota lubuk linggau seperti yang terjadi di tom semula parkiran di depan tom di berikan sk kepada masyarakat ber nama titi dewi jayati yang di tanda tangani oleh kepala dinas perhubungan kota lubuk linggau dan berdasarkan petunjuk dari kepala dinas perhubungan kota lubuk linggau .namun titi dewi jayati harus menerima kekecewaan.parkiran yang mesti nya di kelola oleh diri nya di berikan kepada sepupu dari walikota yang bernama okta.pada hal okta sudah mendapat kan parkiran yang berada di dalam lingkungan taman olah raga megang.menurut kepala dinas perhubungan ia mendapatkan telpon langsung dari wali kota lubuk linggau agar parkiran tersebut di serahkan dan akan di kelola sepupu nya.
menurut keterangan kapala dinas perhubungan kota lubuk linggau.
kemudian titi dan suami nya di panggil ke kantor dinas perhubungan kota lubuk linggau dan di tawarkan lokasi baru yang berada di depan pagar mie gacoan dengan sk atas nama bambang suami dari titi.namun saat melaksanakan uji petik mereka mendapatkan perlakuan kasar dari juru parkir lama dengan merampas uang hasil parkir yang mereka kumpul kan .kemudian bambang menelpon kepala dinas perhubungan guna melaporkan apa yang terjadi.dan mendapatkan respon kepala dinas perhubungan memerintahkan 2 orang buah nya yang bernama eja dan afri guna melakukan mediasi dengan juru parkir lama.saat mediasi juru parkir tidak mau menyerahkan lahan parkir tersebut dengan alasan mereka sudah lama kerja markir di sana.mereka mengatakan kalau mereka orang walikota dan di rekrut kakak walikota langsung mereka akan menelpon wali kota jelas edi juru parkir lama
Pada hal juru parkir lama sudah 3 tahun tidak menyetor ristribusi ke dinas perhubungan kota lubuk linggau
Tidak lama kepala dinas perhubungan menelpon anak buah nya yang bernama eja dengan mengatakan kalau pak wali kota sudah tau kalau ada keributan di mie gacoan dan kepala dinas perhubungan memerintahkan anak buah nya agar memberikan kembali parkiran tersebut ke juru parkir lama
Yang jadi pertanyaan besar ada apa sehingga keputusan kepala dinas dapat berubah secepat itu setelah mendapatkan telpon dari walikota
Kekuasaan dan jabatan seringkali tidak akan berpihak pada masyarakat mereka lebih mementingkan keluarga dan kolega mereka dulu baru sisa nya masyarakat kkn sudah jadi tradisi oleh pejabat pejabat yang sedang berkuasa.



















