Scroll untuk baca berita
DaerahNEWS-BIDIK JEPARA

7 Debt Collector Ilegal, Terbongkar Modus Penarikan Motor Pelajar SMA Di Tangkap Polres jepara .

579
×

7 Debt Collector Ilegal, Terbongkar Modus Penarikan Motor Pelajar SMA Di Tangkap Polres jepara .

Sebarkan artikel ini

NEWS-BIDIK,//Kepolisian Resor (Polres) Jepara, Polda Jawa Tengah, berhasil membongkar praktik premanisme berkedok debt collector yang telah meresahkan masyarakat. Dalam konferensi pers yang digelar di Mapolres Jepara, Rabu (21/5/2025), Kapolres AKBP Erick Budi Santoso mengumumkan penangkapan tujuh pelaku yang terbukti melakukan penarikan paksa sepeda motor milik warga secara ilegal.

Operasi ini merupakan bagian dari Satgas Gakkum Operasi Aman Candi 2025, sebuah langkah terpadu kepolisian dalam menindak tegas aksi premanisme di wilayah Jawa Tengah.

Ketujuh pelaku yang diringkus masing-masing berinisial WJ, AK, MR, ZR, BP, AM, dan BI. Mereka ditangkap usai laporan warga terkait aksi penarikan sepeda motor secara paksa di kawasan Jalan Pemuda. Para pelaku berpura-pura sebagai petugas dari perusahaan pembiayaan dan menyasar pemilik motor yang dianggap bermasalah.

“Modus mereka adalah hunting kendaraan, terutama yang tidak memasang pelat nomor. Setelah memeriksa nomor rangka dan mesin lewat aplikasi, mereka menyatakan bahwa kendaraan masih ada tunggakan dan langsung meminta kunci motor,” jelas AKBP Erick yang didampingi Kasatreskrim AKP M. Faizal Wildan Umar Rela dan Kasihumas AKP Dwi Prayitna.

Mirisnya, korban penarikan kali ini adalah seorang pelajar SMA. Setelah sepeda motornya dibawa para pelaku, korban hanya diantarkan pulang oleh ojek online yang dipanggil para tersangka. Saat pihak keluarga mengecek ke leasing dan bahkan melunasi cicilan, diketahui bahwa sepeda motor tersebut tidak pernah diserahkan ke perusahaan pembiayaan, melainkan digelapkan dan digadaikan ke pihak lain.

Para pelaku kini dijerat dengan Pasal 368 KUHP tentang pemerasan, yang ancaman hukumannya mencapai sembilan tahun penjara.

Dari pengungkapan kasus ini, polisi menyita barang bukti berupa sepeda motor korban beserta dokumen kepemilikannya. Polres Jepara juga mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap oknum yang mengaku sebagai debt collector.

“Penarikan kendaraan secara paksa tanpa prosedur resmi adalah tindakan melawan hukum. Kami minta masyarakat segera melapor ke Polres atau layanan darurat 110 jika menghadapi kejadian serupa,” tegas Kapolres.

Operasi Aman Candi 2025 sendiri merupakan bentuk komitmen Polres Jepara untuk menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif, sekaligus mendukung iklim investasi di Kabupaten Jepara agar tetap aman dan sehat dari gangguan premanisme.

“Premanisme berkedok penagihan hutang tidak boleh dibiarkan tumbuh. Kami akan terus tindak tegas,” pungkas AKBP Erick Kapolres jepara

Harapan warga premanisme di kota jepara bisa di berantas sampai tuntas, jangan sampai di lepaskan biar masyarakat tidak was was .

Tinggalkan Balasan

Daerah

“Bantuan revitalisasi SMP Islam Darurrohman Jondang, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara, dengan anggaran hampir Rp500 juta, menjadi sorotan. Pekerjaan yang meliputi atap, jendela, dan lantai dinilai perlu diklarifikasi karena kondisi gedung sekolah telah berusia lebih dari 40 tahun. Pihak sekolah mengaku sebelumnya mengusulkan penanganan gedung yang dianggap menjadi prioritas, namun pekerjaan yang diarahkan justru mencakup tiga bagian tersebut. Selain itu, pelaksanaan proyek juga disorot terkait pengawasan dan penggunaan tenaga kerja dari luar desa. Tim media mendorong pihak dinas dan instansi terkait melakukan pemeriksaan teknis serta administrasi untuk memastikan pekerjaan sesuai perencanaan, spesifikasi, dan ketentuan mekanisme

Daerah

“Sebanyak 49 unit kendaraan 4×4 jenis Cendrawasih telah kami distribusikan ke 49 titik KDKMP di Kabupaten Temanggung. Kendaraan ini diharapkan dapat memperkuat sarana operasional koperasi sekaligus mendukung berbagai kebutuhan di tingkat desa.”
— Dandim 0706/Temanggung Letkol Inf Richie Fadly.

Aceh

Bantuan ini sangat berarti bagi saudara-saudara kita penyandang disabilitas. Kami menyampaikan terima kasih kepada PT Socfindo Seunagan yang telah menunjukkan kepedulian dan perhatian kepada masyarakat. Semoga kegiatan sosial seperti ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi lebih banyak penyandang disabilitas di Nagan Raya,” ujar Ali Efendi, Ketua PPDI Kabupaten Nagan Raya.