Scroll untuk baca berita
https://newsbidik.com/wp-content/uploads/2026/02/Sebanyak-16-SPPG-Polri-telah-dilengkapi-fasilitas-penunjang-berbasis-kemandirian-pangan-mulai-d.webp
JakartaPOLRI

Polri Tangkap Sindikat Penipu Deepfake Catut Nama Gubernur dan Presiden

529
×

Polri Tangkap Sindikat Penipu Deepfake Catut Nama Gubernur dan Presiden

Sebarkan artikel ini

NEWS-BIDIK,//Jakarta – Dittipidsiber Bareskrim Polri berhasil menangkap tiga pelaku penipuan bermodus Artificial Intelligence (AI) deepfake yang mencatut nama Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Para pelaku ditangkap di Pangandaran, Jawa Barat, pada 16 April 2025.

Modus operandi mereka adalah membuat akun palsu dan memanipulasi video agar tampak autentik, lalu menipu warga dengan menawarkan motor murah. Dalam empat bulan beroperasi, para pelaku berhasil menipu 11 orang dan mengantongi keuntungan hingga Rp30 juta melalui video deepfake.

Sebelumnya, dua pelaku lain juga ditangkap karena menggunakan teknologi deepfake AI dengan wajah Presiden Prabowo untuk menipu puluhan korban.Kamis (24/4/2025).

Polri mengimbau masyarakat agar selalu memverifikasi informasi visual di media sosial dan tidak mudah percaya begitu saja untuk menghindari jebakan serupa.

“Oleh karena itu, kami selalu mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah percaya dan lebih waspada terhadap modus penipuan seperti ini, dengan selalu memverifikasi informasi dari sumber-sumber terpercaya,” ujar Dirtipidsiber Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Himawan Bayu Aji, S.H., S.I.K., M.H.,

Aceh

Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja, profesionalisme, dan inovasi dalam pelayanan kepada masyarakat. Ini adalah hasil kerja keras seluruh personel,” ujar Kapolres Nagan Raya, AKBP Dr. Benny Bathara, S.I.K., M.I.K., usai menerima penghargaan pada Rapim Polda Aceh Tahun 2026 di Banda Aceh.

Transformasi pemasyarakatan yang digagas Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan bersama Direktorat Jenderal Pemasyarakatan menjadi bukti bahwa lembaga pemasyarakatan mampu berkontribusi nyata terhadap ketahanan pangan nasional. Di bawah kepemimpinan Agus Andrianto, lapas tidak hanya menjadi tempat pembinaan, tetapi juga pusat produktivitas dan harapan baru bagi warga binaan.”