Scroll untuk baca berita
DaerahNEWS BIDIK SIDOARJOReligi

Wabup Sidoarjo Minta Doa Para Kiai untuk Kebaikan Daerah dan Generasi Muda

468
×

Wabup Sidoarjo Minta Doa Para Kiai untuk Kebaikan Daerah dan Generasi Muda

Sebarkan artikel ini

NEWS-BIDIK.//Sidoarjo – Wakil Bupati Sidoarjo, Hj. Mimik Idayana, meminta doa restu dari para kiai dan ulama demi kebaikan dan kemajuan Kabupaten Sidoarjo. Permintaan tersebut disampaikan saat menghadiri Halal Bihalal Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cabang Sidoarjo di Pondok Pesantren Manba’ul Hikam 2, Balongdowo, Kecamatan Candi, Rabu (16/4/2025).

Dalam kesempatan itu, Wabup Mimik mengungkapkan bahwa memimpin daerah bukanlah hal mudah. Ia menggambarkan kepemimpinan sebagai “berdiri di atas duri”, di mana kesalahan sedikit saja bisa berdampak hukum. Oleh karena itu, menurutnya, dibutuhkan kekuatan spiritual berupa doa dan dukungan dari para tokoh agama agar amanah dalam menjalankan tugas.

“Saya bersama Bapak Bupati H. Subandi memohon doa keselamatan dan kebaikan, karena kami sadar tugas ini berat. Dalam bekerja, kami seperti ‘ancik-ancik pucuke eri’. Hanya dengan keikhlasan dan doa semua pihak, kami bisa menjalankan amanah ini,” ujarnya.

Wabup juga menegaskan bahwa kepemimpinannya dilandasi niat ikhlas karena Allah SWT. Ia berharap, dengan niat tersebut, pembangunan di Kabupaten Sidoarjo bisa berjalan pesat dan masyarakat semakin sejahtera.

“Segala upaya kami niatkan Lillahi Ta’ala. Kami ingin Sidoarjo lebih baik, sejahtera, dan pembangunannya terus berkembang,” tegasnya.

Tak lupa, Wabup Mimik juga menyampaikan apresiasi atas peran MUI Sidoarjo yang dinilai sangat strategis dalam menjaga harmoni umat dan mendukung pembangunan daerah. Menurutnya, MUI bukan hanya mitra pemerintah, tetapi juga menjadi wadah musyawarah yang memberikan bimbingan dan tuntunan bagi masyarakat.

Lebih lanjut, ia mengajak MUI Sidoarjo untuk turut aktif dalam membina moral generasi muda. Wabup menyoroti kondisi bangsa yang menurutnya tengah darurat narkoba dan krisis akhlak di kalangan anak muda.

“Saya mohon, MUI ikut membentengi generasi muda dari bahaya narkoba dan pergaulan bebas. Saat ini, pendidikan akhlak sangat kurang. Banyak anak usia dini sudah terpapar hal-hal negatif seperti narkoba dan seks bebas. Ini membuat saya sebagai seorang ibu merasa sedih dan prihatin,” tuturnya penuh haru.

Wabup Mimik berharap sinergi antara pemerintah dan MUI terus terjalin erat demi mewujudkan masyarakat Sidoarjo yang berakhlak, sejahtera, dan religius.

Tinggalkan Balasan

Aceh

“Kapolres Nagan Raya AKBP Dr. Benny Bathara mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying BBM. Ia menegaskan stok BBM di wilayah Aceh, khususnya Kabupaten Nagan Raya, dipastikan aman dan mencukupi sesuai kebutuhan masyarakat. Polres Nagan Raya juga akan menindak tegas praktik penimbunan maupun penyalahgunaan BBM sesuai ketentuan hukum yang berlaku.”
Sabtu, (7/3/2026).
Dok: Humas Polres Nagan Raya

Daerah

“Berbagi di bulan Ramadan bukan sekadar tradisi, tetapi wujud kepedulian dan kebersamaan. Kami berharap santunan ini dapat membawa kebahagiaan bagi anak-anak yatim piatu serta menginspirasi lebih banyak pihak untuk ikut berbagi,” ujar Ketua DPC Ormas MKGR Kabupaten Bekasi, Sarim Saefudin, saat kegiatan santunan dan buka puasa bersama di Desa Mekarmukti, Cikarang Utara, Jumat (06/03/2026).

Daerah

Polisi dari Kapal Polisi (KP) Tekukur–5010 Korpolairud Baharkam Polri berhasil menggagalkan praktik penangkapan ikan menggunakan bahan peledak di perairan Kecamatan Mawasangka, Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara. Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan seorang terduga pelaku beserta lima botol yang diduga berisi bahan peledak serta sejumlah peralatan selam yang digunakan untuk melakukan aksi bom ikan.

Aceh

“Dugaan pembalakan liar di kawasan Hutan Ujong Lamie, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh, disebut telah berlangsung berbulan-bulan tanpa penindakan tegas. Aktivitas penebangan kayu diduga dilakukan tanpa izin resmi sebagaimana diatur dalam UU Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan. Masyarakat mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) dan KPH Wilayah IV Aceh segera turun tangan mengusut tuntas dugaan pelanggaran yang berpotensi merugikan negara serta mengancam kelestarian lingkungan.”