Scroll untuk baca berita
DaerahNEWS BIDIK SIDOARJOReligi

Wabup Sidoarjo Minta Doa Para Kiai untuk Kebaikan Daerah dan Generasi Muda

520
×

Wabup Sidoarjo Minta Doa Para Kiai untuk Kebaikan Daerah dan Generasi Muda

Sebarkan artikel ini

NEWS-BIDIK.//Sidoarjo – Wakil Bupati Sidoarjo, Hj. Mimik Idayana, meminta doa restu dari para kiai dan ulama demi kebaikan dan kemajuan Kabupaten Sidoarjo. Permintaan tersebut disampaikan saat menghadiri Halal Bihalal Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cabang Sidoarjo di Pondok Pesantren Manba’ul Hikam 2, Balongdowo, Kecamatan Candi, Rabu (16/4/2025).

Dalam kesempatan itu, Wabup Mimik mengungkapkan bahwa memimpin daerah bukanlah hal mudah. Ia menggambarkan kepemimpinan sebagai “berdiri di atas duri”, di mana kesalahan sedikit saja bisa berdampak hukum. Oleh karena itu, menurutnya, dibutuhkan kekuatan spiritual berupa doa dan dukungan dari para tokoh agama agar amanah dalam menjalankan tugas.

“Saya bersama Bapak Bupati H. Subandi memohon doa keselamatan dan kebaikan, karena kami sadar tugas ini berat. Dalam bekerja, kami seperti ‘ancik-ancik pucuke eri’. Hanya dengan keikhlasan dan doa semua pihak, kami bisa menjalankan amanah ini,” ujarnya.

Wabup juga menegaskan bahwa kepemimpinannya dilandasi niat ikhlas karena Allah SWT. Ia berharap, dengan niat tersebut, pembangunan di Kabupaten Sidoarjo bisa berjalan pesat dan masyarakat semakin sejahtera.

“Segala upaya kami niatkan Lillahi Ta’ala. Kami ingin Sidoarjo lebih baik, sejahtera, dan pembangunannya terus berkembang,” tegasnya.

Tak lupa, Wabup Mimik juga menyampaikan apresiasi atas peran MUI Sidoarjo yang dinilai sangat strategis dalam menjaga harmoni umat dan mendukung pembangunan daerah. Menurutnya, MUI bukan hanya mitra pemerintah, tetapi juga menjadi wadah musyawarah yang memberikan bimbingan dan tuntunan bagi masyarakat.

Lebih lanjut, ia mengajak MUI Sidoarjo untuk turut aktif dalam membina moral generasi muda. Wabup menyoroti kondisi bangsa yang menurutnya tengah darurat narkoba dan krisis akhlak di kalangan anak muda.

“Saya mohon, MUI ikut membentengi generasi muda dari bahaya narkoba dan pergaulan bebas. Saat ini, pendidikan akhlak sangat kurang. Banyak anak usia dini sudah terpapar hal-hal negatif seperti narkoba dan seks bebas. Ini membuat saya sebagai seorang ibu merasa sedih dan prihatin,” tuturnya penuh haru.

Wabup Mimik berharap sinergi antara pemerintah dan MUI terus terjalin erat demi mewujudkan masyarakat Sidoarjo yang berakhlak, sejahtera, dan religius.

Tinggalkan Balasan

Daerah

Kutipan Berita:
“Prestasi luar biasa kembali ditorehkan SDN Neglasari, Kecamatan Pancatengah. Dalam ajang O2SN tingkat kecamatan tahun 2026, para siswa berhasil membawa pulang 9 medali emas, 6 perak, dan 5 perunggu. Capaian ini menjadi bukti bahwa kerja keras, disiplin, dan semangat juang siswa, guru, serta dukungan orang tua mampu melahirkan prestasi yang membanggakan.”

Daerah

“Akta cerai atas nama mempelai perempuan tidak pernah tercatat di Pengadilan Agama Jepara. Pernikahan tersebut juga tidak diproses melalui desa maupun KUA, sehingga kuat dugaan dilakukan dengan menggunakan modin aspal,” ungkap Modin Desa Kancilan, Luqman H., menegaskan adanya kejanggalan dalam administrasi pernikahan warga Kancilan yang berlangsung pada 29 Maret 2026.

Aceh

“LSM GMBI Aceh mendesak audit menyeluruh dana kebencanaan Kota Langsa setelah ditemukan dugaan ketidaksesuaian data penerima bantuan. Transparansi dan akuntabilitas dinilai lemah, sehingga berpotensi mencederai keadilan bagi korban banjir. Audit independen dianggap penting untuk memastikan setiap rupiah digunakan tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik

Daerah

“Polres Bogor membongkar jaringan pengoplosan LPG bersubsidi yang beroperasi di dua lokasi berbeda, menyebabkan kerugian negara mencapai Rp13,2 miliar per bulan. Dari penggerebekan di Sukaraja dan Cileungsi, polisi mengamankan 793 tabung gas berbagai ukuran serta 76 alat suntik. Para pelaku diketahui meraup keuntungan hingga Rp1,3 miliar per hari dengan memindahkan isi gas 3 kilogram subsidi ke tabung 12 kilogram non-subsidi. Kapolres Bogor menegaskan bahwa praktik ini tidak hanya merugikan negara, tetapi juga mencuri hak masyarakat kecil yang berhak menerima subsidi.”