Scroll untuk baca berita
AcehPolitik

Ketua KONI Aceh, Abu Razak, Wafat di Mekah Saat Ibadah Umrah

684
×

Ketua KONI Aceh, Abu Razak, Wafat di Mekah Saat Ibadah Umrah

Sebarkan artikel ini

NEWSBIDIK|•Banda Aceh – Kabar duka datang dari dunia olahraga Aceh. Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh, Kamaruddin Abubakar atau yang akrab disapa Abu Razak, berpulang ke Rahmatullah saat melaksanakan ibadah Umrah di Mekah, Arab Saudi, pada Rabu, 19 Maret 2025 pukul 06.00 waktu setempat.

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, atas nama Pemerintah Aceh, menyampaikan duka cita mendalam atas kepergian Abu Razak.

“Innalillahi wa Inna ilaihi raji’un, saya Muzakir Manaf, atas nama Pemerintah Aceh menyampaikan duka cita mendalam atas berpulangnya Abu Razak. Beliau meninggal saat sedang melaksanakan Ibadah Umrah di Tanah Haram di Bulan Suci Ramadhan, Insya Allah Khusnul Khatimah,” ujar Muzakir Manaf.

Saat kabar duka ini beredar, Gubernur Aceh diketahui sedang berada di Kabupaten Aceh Timur untuk melantik Bupati dan Wakil Bupati terpilih. Sementara itu, Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, sedang berada di Kabupaten Aceh Singkil dalam rangka kunjungan Safari Ramadhan.

“Innalillahi Wa Innailaihi Raji’un, duka mendalam dari saya dan keluarga serta tim Safari Ramadhan Pemerintah Aceh atas berpulangnya Abu Razak, Insya Allah Khusnul Khatimah,” ujar Fadhlullah.

Abu Razak, yang juga menjabat sebagai Sekjen Partai Aceh, telah berada di Arab Saudi sejak 3 Maret dan direncanakan kembali ke Aceh pada 3 April mendatang. Jenazahnya akan dikebumikan di Mekah.

Plt Sekda Aceh, Muhammad Nasir Syamaun, juga mengaku terkejut dengan kabar duka ini.

“Saya, Plt Sekda Aceh Muhammad Nasir Syamaun, atas nama pribadi dan seluruh jajaran Pemerintah Aceh, menyampaikan duka cita mendalam atas berpulangnya Abu Razak, Insya Allah Khusnul Khatimah,” ujarnya.

Sebagai Ketua KONI Aceh, Abu Razak memiliki peran besar dalam menyukseskan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024 Aceh-Sumut. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi dunia olahraga dan masyarakat Aceh.

Tinggalkan Balasan

Aceh

“Perselisihan terkait dugaan penyadapan pohon karet di Desa Kuala Ligan, Kecamatan Sampoiniet, Kabupaten Aceh Jaya, berujung tragis. Seorang petani berusia 58 tahun meninggal dunia setelah mengalami luka bacok di bagian leher. Pelaku yang diduga emosi usai mengetahui pohon karetnya disadap kemudian menyerahkan diri ke pihak kepolisian untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.”

Aceh

“Keberadaan perusahaan di tengah masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi penggerak ekonomi daerah, tetapi juga membuka peluang kerja bagi warga sekitar serta tetap menjaga kelestarian lingkungan. Hubungan yang harmonis antara perusahaan dan masyarakat harus terus dibangun melalui komunikasi, musyawarah, dan kerja sama yang berkelanjutan,” — Teuku Khalilullah, Camat Tadu Raya.

Aceh

“Turnamen Badminton Kapolres Cup VI bukan sekadar ajang kompetisi olahraga, tetapi menjadi momentum mempererat kebersamaan, memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat, serta membuka ruang lahirnya atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Nagan Raya di masa depan,” ujar Kapolres Nagan Raya AKBP Dr. Benny Bathara, S.I.K., M.I.K. saat membuka turnamen dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026. :::

Aceh

“Pemerintah Kabupaten Nagan Raya meminta pemerintah pusat mempercepat pembangunan 647 hunian tetap bagi korban banjir di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang. Selain hunian, percepatan pembangunan sekolah permanen dan pemulihan infrastruktur jembatan yang rusak juga menjadi prioritas agar masyarakat dapat kembali menjalani aktivitas secara normal.”

Aceh

“PT Sofindo Seunagan kembali menunjukkan komitmennya terhadap kesehatan dan keselamatan kerja dengan menggelar Medical Check Up (MCU) bagi seluruh karyawan dan buruh pekerja. Pemeriksaan kesehatan yang berlangsung selama 2-4 Juni 2026 ini menjadi langkah nyata perusahaan dalam memastikan kondisi kesehatan tenaga kerja tetap terjaga sekaligus mendukung terciptanya lingkungan kerja yang sehat, aman, produktif, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.”

Aceh

Pancasila tidak boleh berhenti sebagai hafalan yang diucapkan setiap peringatan 1 Juni. Nilai-nilainya harus hadir dalam tindakan nyata, mulai dari menghormati perbedaan, menjaga persatuan, hingga mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Masa depan bangsa tidak ditentukan oleh seberapa lantang kita menyebut Pancasila, tetapi oleh seberapa konsisten kita mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.”