Scroll untuk baca berita
DaerahJawa Timur

Diduga Belum Kantongi Izin, Aktivitas Tambang Galian C di Ngoro Mojokerto Tuai Sorotan Warga

3150
×

Diduga Belum Kantongi Izin, Aktivitas Tambang Galian C di Ngoro Mojokerto Tuai Sorotan Warga

Sebarkan artikel ini

NEWSBIDIK,Mojokerto – Aktivitas pertambangan galian C di wilayah Krapyak, Desa Kutogirang, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, kembali menjadi sorotan masyarakat. Tambang yang hingga kini masih beroperasi itu diduga belum memiliki kelengkapan dokumen perizinan resmi, sehingga memunculkan kekhawatiran warga terkait dampak hukum dan lingkungan.

Berdasarkan pantauan di lapangan, aktivitas penambangan masih berlangsung dengan intensitas tinggi. Sejumlah armada pengangkut material tampak keluar masuk lokasi tambang setiap hari. Kondisi tersebut dinilai masyarakat berpotensi menimbulkan kerugian negara dari sektor penerimaan pajak, sekaligus memperbesar risiko kerusakan lingkungan di sekitar area penambangan.

Seorang warga setempat yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengaku resah karena hingga kini belum terlihat adanya tindakan tegas dari pihak berwenang. Menurutnya, masyarakat berharap pemerintah segera melakukan langkah konkret sebelum kerusakan lingkungan semakin meluas.

“Kami berharap pemerintah pusat maupun daerah tidak hanya membiarkan hal ini. Apakah harus menunggu bencana besar terjadi baru ada tindakan tegas? Masyarakat hanya menginginkan kepastian hukum dan keadilan agar lingkungan kami tidak semakin rusak,” ujarnya kepada tim media, Kamis (18/6/2026).

Masyarakat juga mempertanyakan alasan aktivitas tambang tersebut masih dapat beroperasi, padahal keberadaannya disebut telah diketahui oleh instansi terkait di daerah. Di tengah masyarakat bahkan muncul dugaan adanya pihak tertentu yang membekingi operasional tambang tersebut. Namun, dugaan tersebut hingga kini belum dapat dibuktikan dan masih memerlukan penelusuran lebih lanjut oleh aparat berwenang.

Warga mendesak aparat penegak hukum bersama instansi pemerintah terkait segera melakukan verifikasi langsung terhadap legalitas operasional tambang dengan memeriksa dokumen perizinan yang dimiliki pengelola. Apabila terbukti tidak memenuhi ketentuan perundang-undangan, masyarakat meminta agar aktivitas penambangan segera dihentikan sesuai aturan hukum yang berlaku.

Selain itu, masyarakat berharap pemerintah pusat turut meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas pertambangan tanpa izin yang diduga masih marak di wilayah Mojokerto. Langkah pencegahan dinilai lebih efektif dibandingkan penanganan setelah terjadi kerusakan lingkungan yang lebih luas.

Hingga berita ini diterbitkan, tim media masih berupaya menghubungi Pemerintah Kabupaten Mojokerto serta pihak kepolisian setempat untuk memperoleh konfirmasi resmi mengenai status perizinan tambang tersebut dan langkah yang akan diambil menindaklanjuti laporan masyarakat. Apabila terdapat keterangan resmi dari pihak terkait, berita ini akan diperbarui sesuai perkembangan informasi.

Tinggalkan Balasan

Daerah

Kutipan Berita Unggulan:
“Empat medali emas menjadi modal awal bagi Kontingen Jepara untuk terus melaju di Porprov XVII Jawa Tengah 2026. Dengan semangat juang, kerja keras, dan kekompakan seluruh atlet, pelatih, serta ofisial, Jepara optimistis mengejar target 50 medali emas dan menembus empat besar.”

Daerah

“Percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana hidrometeorologi di Nagan Raya membutuhkan sinergi, komitmen, dan kerja sama seluruh pihak. Pemerintah daerah diharapkan segera menindaklanjuti setiap rekomendasi hasil monitoring, memastikan realisasi anggaran berjalan optimal, serta mempercepat pemulihan infrastruktur dan pelayanan publik agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat terdampak.”

Aceh

“Monitoring dan evaluasi kesiapan gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Pidie menjadi langkah penting untuk memastikan pembangunan yang telah dilaksanakan dapat segera ditindaklanjuti dengan pemenuhan sarana dan prasarana. Pemerintah daerah berharap sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten mampu mempercepat operasionalisasi koperasi sebagai penggerak ekonomi gampong, memperkuat kemandirian masyarakat, serta menghadirkan manfaat nyata bagi perekonomian desa.”