Scroll untuk baca berita
Bisnis & FinansialDaerahNEWSBIDIK SUMSELPeristiwa

Dugaan Pungli dan Praktik Mafia Perbankan di Agen Bank Mandiri STL Ulu Terawas

1939
×

Dugaan Pungli dan Praktik Mafia Perbankan di Agen Bank Mandiri STL Ulu Terawas

Sebarkan artikel ini

NEWSBIDIK, Musi Rawas,— Dugaan praktik pungutan liar (pungli) kembali mencuat di wilayah Kecamatan STL Ulu Terawas, Kabupaten Musi Rawas. Seorang agen Bank Mandiri yang beroperasi di Desa Suka Mana diduga menjadi bagian dari praktik mafia perbankan dengan meminta sejumlah uang dari nasabah yang mengajukan kredit usaha rakyat (KUR).

Sejumlah nasabah mengaku diminta “uang pelicin” dengan nominal bervariasi, berkisar antara 5 hingga 10 persen dari nilai pinjaman, agar pengajuan kredit mereka dapat disetujui dan dicairkan.

Salah satu nasabah, Riski Apriyansah, mengaku mengajukan pinjaman KUR sebesar Rp100 juta melalui agen milik seorang bernama Rusdi di Desa Suka Mana. Setelah proses akad selesai, ia mengaku diminta menyerahkan uang sebesar Rp7 juta di sebuah rumah makan.

“Rp5 juta diambil oleh Rusdi sebagai agen, sementara Rp2 juta diberikan kepada seseorang yang disebut sebagai pegawai bank di unit Tugu Mulyo,” ujar Riski.Kamis, (30/4/2026) 

Riski menyatakan telah membuat pernyataan tertulis dan video sebagai bukti bahwa pengakuannya tersebut benar.

Pengakuan serupa juga disampaikan oleh nasabah lain, Poniran, warga Desa Kosgoro, Kecamatan STL Ulu Terawas. Ia mengaku mengajukan pinjaman KUR sebesar Rp200 juta dan juga diminta menyerahkan uang sebesar Rp7 juta agar pengajuan kreditnya disetujui.

Dari sejumlah kesaksian tersebut, muncul dugaan adanya kerja sama antara agen dengan oknum internal perbankan. Praktik ini disebut-sebut telah berlangsung dengan pola yang sama, yakni menetapkan biaya tidak resmi kepada setiap nasabah yang ingin pencairan kreditnya dipermudah.

Selain dugaan pungli, praktik ini juga dinilai berpotensi melanggar prosedur perbankan. Kredit diduga disetujui tanpa analisis kelayakan yang memadai, baik dari sisi jaminan maupun kemampuan bayar nasabah. Hal ini berisiko memicu meningkatnya kredit macet, terutama mengingat KUR merupakan program pembiayaan yang disubsidi oleh pemerintah.

Jika terbukti, tindakan tersebut tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga mencederai kepercayaan masyarakat terhadap lembaga perbankan serta program bantuan pemerintah.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai dugaan praktik pungli tersebut.

Dugaan Pungli dan Kredit Macet KUR di Bank Mandiri Tugu Mulyo, Mantan Pejabat Saling Lempar Tanggung Jawab

Bank Mandiri Tugu Mulyo Di Duga Jadi Sarang Mafia Perbank.Kan.Penyalah Gunaan Data Dan Pungli Terorganisir Rapi Di Kecamatan Selangit

Speedboat Rute Jalur 8 Muara Telang Tenggelam di Sungai Musi, Satu Penumpang Dilaporkan Tewas

Polres Empat Lawang Evakuasi Bayi Perempuan Ditemukan di Semak, Penyelidikan Intensif Dilakukan

Presiden Prabowo Saksikan Penyelamatan Rp11,42 Triliun dan Penguasaan Kembali Ratusan Ribu Hektare Lahan

Tinggalkan Balasan

Daerah

Kutipan Berita:
“Prestasi luar biasa kembali ditorehkan SDN Neglasari, Kecamatan Pancatengah. Dalam ajang O2SN tingkat kecamatan tahun 2026, para siswa berhasil membawa pulang 9 medali emas, 6 perak, dan 5 perunggu. Capaian ini menjadi bukti bahwa kerja keras, disiplin, dan semangat juang siswa, guru, serta dukungan orang tua mampu melahirkan prestasi yang membanggakan.”