Scroll untuk baca berita
HeadlineJawa BaratNEWSBIDIK -KOTA BEKASI

Petugas Disdamkarmat Kota Bekasi Evakuasi Dua Biawak Besar dari Area Musala Warga Jatibening

1760
×

Petugas Disdamkarmat Kota Bekasi Evakuasi Dua Biawak Besar dari Area Musala Warga Jatibening

Sebarkan artikel ini
Petugas Rescue C1 Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bekasi mengevakuasi dua ekor biawak berukuran besar dari area musala di rumah warga di Jalan Jatibening Raya, Kota Bekasi, Minggu (15/3/2026). Evakuasi dilakukan setelah adanya laporan warga karena satwa tersebut masuk ke fasilitas ibadah dan merusak bagian plafon bangunan. Dok Foto: NEWSBIDIK/Browibowo.

NEWSBIDIK, Kota Bekasi — Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Bekasi berhasil mengevakuasi dua ekor biawak berukuran besar yang masuk ke area fasilitas ibadah musala milik warga di kawasan Jatibening, Kota Bekasi. Proses evakuasi tersebut dilakukan setelah adanya laporan dari pemilik rumah yang merasa khawatir dengan keberadaan satwa liar tersebut di sekitar bangunan musala.

Baca Juga:

Berbagi Kebahagiaan, Pokja Wartawan DPRD Kabupaten Bekasi Gelar Santunan Anak Yatim Piatu dan Buka Puasa Bersama 

Peristiwa ini terjadi di sebuah rumah pribadi yang beralamat di Jalan Jatibening Raya , pada Minggu (15/3/2026). Menurut keterangan warga, dua ekor biawak tersebut diketahui berada di bagian belakang bangunan rumah dan sempat masuk ke area musala yang berada di dalam lingkungan rumah tersebut.

Menanggapi laporan tersebut, tim penyelamat dari Disdamkarmat Kota Bekasi yang tergabung dalam Rescue C1 langsung bergerak menuju lokasi kejadian. Sebanyak lima personel diterjunkan untuk melakukan penanganan dan evakuasi satwa liar tersebut.

Setibanya di lokasi, petugas segera melakukan pengamatan situasi guna memastikan posisi biawak dan meminimalisir risiko terhadap penghuni rumah maupun kerusakan bangunan. Proses evakuasi berlangsung cukup menegangkan karena ukuran kedua biawak tergolong besar dan berada di area sempit di sekitar bangunan musala.

Dalam proses penanganannya, petugas menggunakan peralatan khusus untuk menangkap satwa liar tersebut agar dapat diamankan tanpa membahayakan petugas maupun lingkungan sekitar. Setelah beberapa saat melakukan upaya pengendalian, kedua biawak akhirnya berhasil ditangkap dan diamankan oleh tim Rescue C1.

Salah satu warga yang melaporkan kejadian tersebut, Arwan, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas respon cepat yang diberikan oleh petugas Disdamkarmat Kota Bekasi. Ia mengatakan keberadaan biawak tersebut sempat membuat keluarga dan warga sekitar merasa khawatir.

“Alhamdulillah kami sangat berterima kasih kepada tim Rescue C1 yang bergerak cepat mengevakuasi biawak yang ukurannya besar. Hewan itu bahkan sempat merusak bagian plafon musala di belakang rumah,” ujar Arwan kepada media NEWSBIDIK.

Menurutnya, keberadaan biawak tersebut diduga berasal dari lingkungan sekitar yang masih memiliki area saluran air dan semak-semak, sehingga memungkinkan satwa tersebut masuk ke kawasan permukiman warga.

Baca Juga:

DPD Partai Golkar Kabupaten Bekasi Gelar Buka Puasa Bersama dan Santunan Anak Yatim, Tekankan Kepedulian Sosial 

Arwan juga menambahkan bahwa keberadaan satwa liar di kawasan permukiman tentu menimbulkan kekhawatiran bagi warga, terutama jika masuk ke area fasilitas ibadah maupun ruang yang sering digunakan oleh keluarga.

Sementara itu, tim Rescue C1 memastikan bahwa kedua biawak yang berhasil ditangkap kemudian dibawa untuk diamankan dan selanjutnya akan dilepasliarkan di habitat yang lebih aman dan jauh dari permukiman warga.

Kejadian ini sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat agar segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan satwa liar yang berpotensi membahayakan di lingkungan tempat tinggal. Dengan adanya laporan cepat dari warga, petugas dapat segera melakukan penanganan sehingga potensi bahaya dapat diminimalisir.

Disdamkarmat Kota Bekasi sendiri selama ini tidak hanya bertugas dalam penanganan kebakaran, tetapi juga aktif dalam operasi penyelamatan (rescue), termasuk evakuasi hewan liar yang masuk ke kawasan permukiman warga.

Kecepatan dan kesiapsiagaan tim Rescue C1 dalam menangani laporan masyarakat kembali menunjukkan komitmen pelayanan kepada warga Kota Bekasi dalam menjaga keselamatan lingkungan serta memberikan rasa aman bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Jawa Barat

“Liga Jabar Istimewa ini menjadi bagian dari program pembinaan berkelanjutan bagi pemain muda di Jawa Barat. Kami ingin memberikan wadah kompetisi yang sehat, kompetitif, sekaligus menjadi ajang pencarian bakat pesepak bola usia dini,” ujar Hamun Sutisna.
Sementara itu, Sekjen PSSI Jawa Barat M. Jaelani Saputra menegaskan bahwa Liga Jabar Istimewa merupakan candradimuka pembinaan sepak bola Jawa Barat yang dirancang secara berjenjang dan akan menjadi agenda tahunan PSSI Jawa Barat dalam mencetak pemain-pemain berbakat dari daerah.

Headline

“Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 145/PUU-XXIII/2025 menjadi tonggak penting dalam memperkuat perlindungan hukum bagi wartawan di Indonesia. MK menegaskan bahwa sengketa terkait karya jurnalistik harus diselesaikan melalui mekanisme pers dengan melibatkan Dewan Pers, bukan langsung melalui jalur pidana maupun perdata. Prinsip ini menegaskan bahwa Undang-Undang Pers sebagai aturan khusus harus diutamakan guna mencegah kriminalisasi terhadap jurnalis serta menjaga kebebasan pers sebagai pilar utama demokrasi.”

Daerah

“Berbagi di bulan Ramadan bukan sekadar tradisi, tetapi wujud kepedulian dan kebersamaan. Kami berharap santunan ini dapat membawa kebahagiaan bagi anak-anak yatim piatu serta menginspirasi lebih banyak pihak untuk ikut berbagi,” ujar Ketua DPC Ormas MKGR Kabupaten Bekasi, Sarim Saefudin, saat kegiatan santunan dan buka puasa bersama di Desa Mekarmukti, Cikarang Utara, Jumat (06/03/2026).

Daerah

Polisi dari Kapal Polisi (KP) Tekukur–5010 Korpolairud Baharkam Polri berhasil menggagalkan praktik penangkapan ikan menggunakan bahan peledak di perairan Kecamatan Mawasangka, Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara. Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan seorang terduga pelaku beserta lima botol yang diduga berisi bahan peledak serta sejumlah peralatan selam yang digunakan untuk melakukan aksi bom ikan.