NEWS BIDIK, Surabaya, Jawa Timur – Upaya penguatan pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda terus diperkuat melalui jalur pendidikan. Hal tersebut ditandai dengan peluncuran program Integrasi Kurikulum Anti Narkoba (IKAN) sebagai bagian dari Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak Bersih Narkoba (ANANDA BERSINAR).
Program kolaborasi ini diluncurkan dalam kegiatan yang digelar pada Kamis (12/2/3026) di Universitas Negeri Surabaya dan diikuti sekitar 650 peserta. Peserta berasal dari unsur pemerintah pusat dan daerah, satuan pendidikan, serta berbagai pemangku kepentingan di bidang pendidikan dan pencegahan narkoba.
Peluncuran IKAN menjadi bentuk konkret komitmen pemerintah dalam memperkuat langkah preventif melalui dunia pendidikan. Materi edukasi anti narkoba akan diintegrasikan ke dalam kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler tanpa menambah mata pelajaran baru.
Kepala BNN RI, Suyudi Ario Seto, menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk kerja kolektif nasional dalam membangun ketahanan generasi muda terhadap ancaman narkoba.
Menurutnya, integrasi kurikulum ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari upaya negara dalam membangun benteng intelektual dan moral bagi generasi penerus bangsa.
Ia menilai langkah tersebut strategis dalam menumbuhkan kesadaran, membentuk sikap, serta memperkuat ketahanan generasi muda terhadap bahaya narkoba. Selain itu, program ini juga mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan berdaya saing.
Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu’ti, menyampaikan bahwa integrasi kurikulum anti narkoba diharapkan mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang sehat dan berkarakter.
Ia menambahkan, program ini menjadi langkah awal sinergi Kemendikdasmen bersama BNN dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional sekaligus mencetak generasi yang tangguh, sehat, dan berintegritas.
Melalui implementasi IKAN, pemerintah berharap budaya hidup sehat dan lingkungan pendidikan yang bebas narkoba dapat terbentuk sejak dini, sehingga melahirkan generasi masa depan yang kuat secara moral, intelektual, dan sosial.





















