Scroll untuk baca berita
Aceh

Pemkab Nagan Raya Hidupkan Kembali Tradisi Kenduri Blang sebagai Momentum Memulai Musim Tanam

3148
×

Pemkab Nagan Raya Hidupkan Kembali Tradisi Kenduri Blang sebagai Momentum Memulai Musim Tanam

Sebarkan artikel ini

NEWS BIDIK, Suka Makmue  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nagan Raya, Provinsi Aceh kembali menggelar tradisi Kenduri Blang atau kenduri turun ke sawah, yang dipusatkan di Bantaran Irigasi Jeuram, Gampong Lhok Seumot, Kecamatan Beutong, Selasa (9/12/2025).

Kenduri Blang merupakan simbol dimulainya musim tanam serta wujud doa bersama agar hasil panen ke depan diberikan kelimpahan dan keberkahan.

Dalam sambutannya, Bupati Nagan Raya, Dr. TR. Keumangan, S.H., M.H., menegaskan bahwa tradisi ini adalah bagian penting dari warisan adat dan budaya leluhur yang harus terus dijaga. Menurutnya, pelestarian tradisi bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi bentuk penghormatan terhadap identitas dan sejarah masyarakat Nagan Raya.

“Kenduri Blang sangat penting karena merupakan adat dan budaya yang diwariskan nenek moyang kita. Menghidupkan kembali adat seperti ini adalah salah satu cara mengembalikan marwah Nagan Raya,” ujar Bupati yang akrab disapa TRK.

Ia menambahkan, selain bernilai budaya, kenduri ini juga memiliki makna religius karena masyarakat berkumpul untuk berzikir, berdoa, dan memohon keberkahan Allah SWT agar panen mendatang berjalan baik.

“Tradisi Kenduri Blang bukan hanya perayaan budaya, tetapi juga penguatan tekad kita untuk membangun sektor pertanian yang lebih maju, mandiri, dan modern,” lanjutnya.

Bupati TRK juga berharap seluruh unsur pertanian — mulai dari Dinas Pertanian, Keujruen Blang tingkat kabupaten hingga desa, serta para petani — dapat bekerja selaras dan solid demi kemajuan pertanian Nagan Raya.

“Jika sudah diperintahkan turun ke sawah, seluruhnya harus bergerak bersama. Pembagian air harus merata dan teratur, namun tetap berada dalam satu komando. Semoga melalui kenduri ini, Allah SWT melimpahkan keberkahan bagi seluruh petani kita,” tutup TRK.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan, Nasruddin, S.P., turut menyampaikan bahwa kegiatan ini diikuti oleh Keujruen Blang dari seluruh kecamatan, kemukiman, hingga desa di Kabupaten Nagan Raya.

“Semoga kenduri turun sawah ini menjadi penyemangat dan mampu meningkatkan hasil panen kita,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Keujruen Chiek Kabupaten Nagan Raya, Razali Jala, menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Nagan Raya di bawah kepemimpinan Bupati TRK dan Wakil Bupati Raja Sayang. Ia memastikan seluruh Keujruen Blang siap menjalankan tugas dan tanggung jawab di wilayah masing-masing.

Dengan kebersamaan dan kerja keras semua pihak, kami berharap Keujruen Blang mampu mengembalikan marwah Nagan Raya di sektor pertanian sesuai visi dan misi Bupati serta Wakil Bupati,” ujar Razali Jala.

Sebagai bagian dari prosesi adat, Abu Said Kamaruddin — pemegang amanah Keluarga Besar Abu Syaikhuna Habib Muda Seunagan — turut memimpin peusijuek peralatan pertanian sebagai tanda syukur dan doa keberkahan.

Acara ini juga dihadiri oleh Wakil Bupati Raja Sayang, unsur Forkopimda, Plt. Sekda Zulkifli, sejumlah kepala perangkat daerah, penyuluh pertanian, para petani, serta tamu undangan lainnya.

Tinggalkan Balasan

Aceh

Kasus ini menjadi perhatian masyarakat setelah dua warga Kubang Gajah diwajibkan melapor ke Polsek Kuala Pesisir usai dilaporkan PT Socfindo Seunagan atas dugaan pengambilan berondolan sawit kering. Warga mempertanyakan penerapan asas keadilan karena berondolan yang dipersoalkan disebut merupakan sisa panen yang telah lama tertinggal di lokasi pembuangan janjang kosong (jangkos), sementara pihak perusahaan hingga kini belum memberikan keterangan resmi.”

Aceh

“Dugaan aktivitas illegal logging di kawasan hutan lindung Beutong Ateuh, Kabupaten Nagan Raya, kembali menjadi sorotan publik. Masyarakat mendesak aparat penegak hukum, KPH Wilayah IV, dan Satgas PKH bertindak tegas, transparan, serta mengusut tuntas apabila ditemukan indikasi keterlibatan pihak-pihak yang melindungi praktik pembalakan liar tersebut. Penegakan hukum tanpa pandang bulu dinilai menjadi kunci menyelamatkan hutan Aceh dari kerusakan yang semakin meluas.”

Aceh

“Konferensi pers ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Nagan Raya untuk menghadirkan keterbukaan informasi, memperkuat komunikasi publik, serta memastikan masyarakat memperoleh informasi yang benar dan berimbang terkait pelayanan di RSUD Sultan Iskandar Muda.”

Aceh

“Pemerintah Kabupaten Nagan Raya menyiapkan 270 peserta didik dari seluruh kecamatan untuk mengikuti Program Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2026/2027. Program pendidikan berbasis asrama ini menjadi langkah nyata memperluas akses pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, sekaligus memperkuat pembangunan sumber daya manusia dan upaya memutus mata rantai kemiskinan.”

Aceh

“Persoalan yang mencuat di RSUD Sultan Iskandar Muda tidak hanya menyangkut administrasi dan keuangan, tetapi juga menyentuh kualitas pelayanan publik yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Mulai dari keterlambatan pembayaran TPP ASN, persoalan sanitasi, hingga temuan BPK terkait indikasi pembayaran jasa pelayanan kesehatan secara ganda menjadi perhatian yang diharapkan segera ditindaklanjuti melalui evaluasi menyeluruh dan langkah perbaikan tata kelola oleh Pemerintah Kabupaten Nagan Raya.”

Aceh

“Kami, jajaran KPA Wilayah Nagan Raya bersama seluruh pimpinan Sagoe dan Ketua Tuha Peut, menyatakan dukungan penuh kepada Abu Said Isa Quraisy (Abu Malaka) sebagai Ketua DPW Partai Aceh Kabupaten Nagan Raya. Sikap ini lahir dari aspirasi kader di tingkat bawah demi menjaga stabilitas organisasi, memperkuat persatuan, serta memastikan Partai Aceh tetap berjalan sesuai semangat perjuangan dan kepentingan kader.”

Aceh

“Mutasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi dan pembinaan karier personel Polri untuk meningkatkan produktivitas, profesionalisme, serta kualitas pelayanan kepada masyarakat. Tantangan Polri ke depan semakin berat dan kompleks, sehingga seluruh personel dituntut terus meningkatkan integritas dan pelayanan demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Kabupaten Nagan Raya,” ujar Kapolres Nagan Raya AKBP Dr. Benny Bathara, S.I.K., M.I.K.

Aceh

“Terbitnya Hak Kekayaan Intelektual (HKI) untuk Giok Nagan menjadi langkah strategis dalam melindungi sekaligus meningkatkan nilai ekonomi potensi unggulan daerah. Pengakuan ini diharapkan menjadi momentum bagi masyarakat dan pelaku usaha untuk terus mengembangkan Giok Nagan secara berkelanjutan demi mendorong pertumbuhan ekonomi Kabupaten Nagan Raya.”