Scroll untuk baca berita
Aceh

Pemkab Nagan Raya Hidupkan Kembali Tradisi Kenduri Blang sebagai Momentum Memulai Musim Tanam

3015
×

Pemkab Nagan Raya Hidupkan Kembali Tradisi Kenduri Blang sebagai Momentum Memulai Musim Tanam

Sebarkan artikel ini

NEWS BIDIK, Suka Makmue  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nagan Raya, Provinsi Aceh kembali menggelar tradisi Kenduri Blang atau kenduri turun ke sawah, yang dipusatkan di Bantaran Irigasi Jeuram, Gampong Lhok Seumot, Kecamatan Beutong, Selasa (9/12/2025).

Kenduri Blang merupakan simbol dimulainya musim tanam serta wujud doa bersama agar hasil panen ke depan diberikan kelimpahan dan keberkahan.

Dalam sambutannya, Bupati Nagan Raya, Dr. TR. Keumangan, S.H., M.H., menegaskan bahwa tradisi ini adalah bagian penting dari warisan adat dan budaya leluhur yang harus terus dijaga. Menurutnya, pelestarian tradisi bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi bentuk penghormatan terhadap identitas dan sejarah masyarakat Nagan Raya.

“Kenduri Blang sangat penting karena merupakan adat dan budaya yang diwariskan nenek moyang kita. Menghidupkan kembali adat seperti ini adalah salah satu cara mengembalikan marwah Nagan Raya,” ujar Bupati yang akrab disapa TRK.

Ia menambahkan, selain bernilai budaya, kenduri ini juga memiliki makna religius karena masyarakat berkumpul untuk berzikir, berdoa, dan memohon keberkahan Allah SWT agar panen mendatang berjalan baik.

“Tradisi Kenduri Blang bukan hanya perayaan budaya, tetapi juga penguatan tekad kita untuk membangun sektor pertanian yang lebih maju, mandiri, dan modern,” lanjutnya.

Bupati TRK juga berharap seluruh unsur pertanian — mulai dari Dinas Pertanian, Keujruen Blang tingkat kabupaten hingga desa, serta para petani — dapat bekerja selaras dan solid demi kemajuan pertanian Nagan Raya.

“Jika sudah diperintahkan turun ke sawah, seluruhnya harus bergerak bersama. Pembagian air harus merata dan teratur, namun tetap berada dalam satu komando. Semoga melalui kenduri ini, Allah SWT melimpahkan keberkahan bagi seluruh petani kita,” tutup TRK.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan, Nasruddin, S.P., turut menyampaikan bahwa kegiatan ini diikuti oleh Keujruen Blang dari seluruh kecamatan, kemukiman, hingga desa di Kabupaten Nagan Raya.

“Semoga kenduri turun sawah ini menjadi penyemangat dan mampu meningkatkan hasil panen kita,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Keujruen Chiek Kabupaten Nagan Raya, Razali Jala, menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Nagan Raya di bawah kepemimpinan Bupati TRK dan Wakil Bupati Raja Sayang. Ia memastikan seluruh Keujruen Blang siap menjalankan tugas dan tanggung jawab di wilayah masing-masing.

Dengan kebersamaan dan kerja keras semua pihak, kami berharap Keujruen Blang mampu mengembalikan marwah Nagan Raya di sektor pertanian sesuai visi dan misi Bupati serta Wakil Bupati,” ujar Razali Jala.

Sebagai bagian dari prosesi adat, Abu Said Kamaruddin — pemegang amanah Keluarga Besar Abu Syaikhuna Habib Muda Seunagan — turut memimpin peusijuek peralatan pertanian sebagai tanda syukur dan doa keberkahan.

Acara ini juga dihadiri oleh Wakil Bupati Raja Sayang, unsur Forkopimda, Plt. Sekda Zulkifli, sejumlah kepala perangkat daerah, penyuluh pertanian, para petani, serta tamu undangan lainnya.

Tinggalkan Balasan

Aceh

Kami menyampaikan keputusan Bupati Nagan Raya yang diserahkan oleh DPMPTSP melalui kecamatan, selanjutnya kami sampaikan kepada pihak PT Mon Jambe yang beroperasi di Gampong Kila. Pemerintah mendukung investasi sepanjang sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujar Camat Seunagan Timur, Said Mudhar, M.Pd., MM.

Aceh

Polri, khususnya Polres Nagan Raya, berkomitmen mendukung penuh program swasembada pangan nasional. Kami siap bersinergi dengan pemerintah daerah, TNI, dan masyarakat dalam mengawal serta mendukung program pertanian, khususnya komoditas jagung, sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani,” ujar Wakapolres Nagan Raya Kompol Humaniora Sembiring, S.Kom., S.I.K.

Aceh

“Kesigapan warga bersama aparat kepolisian berhasil menyelamatkan nyawa seorang bocah 11 tahun yang diserang ular phyton di kawasan rawa Desa Suak Puntong, Kecamatan Kuala Pesisir, Kabupaten Nagan Raya. Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap potensi bahaya satwa liar di lingkungan sekitar permukiman,” ujar Kapolsek Kuala Pesisir IPDA Ghozi Al Falah, S.Tr.K.

Aceh

“Pemerintah Kabupaten Nagan Raya mengusulkan pembangunan 609 unit hunian sementara bagi warga terdampak bencana hidrometeorologi di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang. Kami berharap pembangunan ini dapat segera direalisasikan, mengingat para pengungsi akan menghadapi bulan suci Ramadan,” ujar Bupati Nagan Raya, Dr. TR. Keumangan, S.H., M.H.

Aceh

Penarikan satu unit mobil oleh debt collector SMS Finance diduga dilakukan tanpa mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku. Modus yang digunakan dengan menyebut kendaraan dititipkan di Polsek Tadu Raya ternyata tidak terbukti, karena pihak Polsek menegaskan tidak pernah menerima titipan kendaraan dari pihak mana pun,” tegas sumber kepada media.