Scroll untuk baca berita
AcehHukum & Kriminal

Hukum Brutal di Aceh Singkil: Mafia Tanah Berkuasa, Rakyat Kecil Jadi Tumbal

944
×

Hukum Brutal di Aceh Singkil: Mafia Tanah Berkuasa, Rakyat Kecil Jadi Tumbal

Sebarkan artikel ini

NEWS BIDIK, Aceh Singkil – Keadilan kembali dipertontonkan dengan wajah timpang di Aceh Singkil. Pada Minggu (14/9/2025), Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Singkil resmi menerima pelimpahan berkas perkara tahap II (P21) dari Penyidik Polda Aceh terhadap tokoh masyarakat vokal, YM. Bersamaan dengan pelimpahan itu, YM juga ditetapkan sebagai tahanan negara.

baca juga

Presiden Prabowo Resmikan 80 Ribu Koperasi Desa Merah Putih, Simbol Kebangkitan Ekonomi Rakyat

YM dikenal sebagai figur yang gigih membela hak-hak rakyat kecil dalam sengketa lahan melawan PT Delima Makmur, perusahaan yang dituding warga telah merampas tanah mereka. Langkah hukum ini memunculkan gelombang kekecewaan di tengah masyarakat, yang menilai aparat justru mengkriminalisasi pejuang rakyat.

Perjuangan yang Dipatahkan Hukum

Kepala Kejari Aceh Singkil, Muhammad Junaidi, SH, MH, membenarkan proses hukum terhadap YM. Namun, kabar tersebut segera menuai reaksi keras dari warga.

baca juga

Presiden Prabowo Tegaskan Pasal 33 UUD 1945 Jadi Fondasi Pembangunan Ekonomi Nasional

Seorang tokoh masyarakat Desa Kampung Baru, Kecamatan Singkil Utara, Roni Syehrani, menyebut bahwa penahanan YM adalah bentuk nyata tajamnya hukum ke bawah dan tumpul ke atas.

“Perjuangan pasti ada rintangan, di balik itu ada hikmahnya. YM hanyalah korban dari hukum yang dipertontonkan sebagai alat pemukul rakyat kecil. Sengketa besar ini sudah jelas: hukum tajam ke bawah, tumpul ke atas,” tegas Roni.

Menurutnya, kasus Yakarim Munir versus PT Delima Makmur menjadi potret paling nyata dari ketidakadilan. Sosok Yakarim yang selalu lantang membela rakyat miskin, justru berakhir sebagai pesakitan.

“Perjuangan Yakarim dihargai oleh rakyat kecil. Bukankah seharusnya perjuangan itu disambut dengan keadilan, bukan dijebloskan ke penjara?” ujarnya.

Konfirmasi yang Menghilang

Roni mengaku telah berupaya meminta konfirmasi langsung kepada Kepala Kejari Aceh Singkil melalui pesan WhatsApp. Namun hingga berita ini diturunkan, tidak ada tanggapan. Keheningan itu, kata Roni, mempertegas bagaimana hukum memilih membisu terhadap suara rakyat.

“Ini bukan sekadar perkara hukum. Ini adalah potret telanjang bagaimana kekuasaan bisa membungkam suara kebenaran. YM dan Yakarim hanyalah simbol. Yang sedang diadili sebenarnya adalah suara rakyat miskin yang menuntut haknya,” tambahnya.

Rakyat Kecil Jadi Tumbal

Publik menyoroti fakta bahwa korporasi besar yang diduga merampas ribuan hektar lahan rakyat justru tidak tersentuh hukum. Sebaliknya, rakyat kecil yang berani melawan ketidakadilan justru diproses dengan cepat dan dipermalukan di hadapan hukum.

“Semoga saudara Yakarim tabah menghadapi cobaan ini. Karena apa yang ia alami bukan sekadar ujian pribadi, tetapi juga penderitaan kolektif seluruh rakyat kecil yang selama ini ditindas hukum brutal,” pungkas Roni.

Kini, pertanyaan besar menggantung di langit Aceh Singkil: sampai kapan hukum negeri ini terus berpihak pada korporasi, sementara rakyat kecil terus dijadikan tumbal?

Redaksi | Tim Liputan Khusus Aceh

Tinggalkan Balasan

Aceh

Kami menyampaikan keputusan Bupati Nagan Raya yang diserahkan oleh DPMPTSP melalui kecamatan, selanjutnya kami sampaikan kepada pihak PT Mon Jambe yang beroperasi di Gampong Kila. Pemerintah mendukung investasi sepanjang sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujar Camat Seunagan Timur, Said Mudhar, M.Pd., MM.

Aceh

Polri, khususnya Polres Nagan Raya, berkomitmen mendukung penuh program swasembada pangan nasional. Kami siap bersinergi dengan pemerintah daerah, TNI, dan masyarakat dalam mengawal serta mendukung program pertanian, khususnya komoditas jagung, sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani,” ujar Wakapolres Nagan Raya Kompol Humaniora Sembiring, S.Kom., S.I.K.

Aceh

“Kesigapan warga bersama aparat kepolisian berhasil menyelamatkan nyawa seorang bocah 11 tahun yang diserang ular phyton di kawasan rawa Desa Suak Puntong, Kecamatan Kuala Pesisir, Kabupaten Nagan Raya. Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap potensi bahaya satwa liar di lingkungan sekitar permukiman,” ujar Kapolsek Kuala Pesisir IPDA Ghozi Al Falah, S.Tr.K.

Aceh

“Pemerintah Kabupaten Nagan Raya mengusulkan pembangunan 609 unit hunian sementara bagi warga terdampak bencana hidrometeorologi di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang. Kami berharap pembangunan ini dapat segera direalisasikan, mengingat para pengungsi akan menghadapi bulan suci Ramadan,” ujar Bupati Nagan Raya, Dr. TR. Keumangan, S.H., M.H.

Aceh

Penarikan satu unit mobil oleh debt collector SMS Finance diduga dilakukan tanpa mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku. Modus yang digunakan dengan menyebut kendaraan dititipkan di Polsek Tadu Raya ternyata tidak terbukti, karena pihak Polsek menegaskan tidak pernah menerima titipan kendaraan dari pihak mana pun,” tegas sumber kepada media.