Scroll untuk baca berita
NasionalPOLRI

Mabes Polri Tegaskan: Wartawan Harus Dilindungi, Anggota yang Melanggar Ditindak Tegas

2042
×

Mabes Polri Tegaskan: Wartawan Harus Dilindungi, Anggota yang Melanggar Ditindak Tegas

Sebarkan artikel ini

NEWS BIDIK, Jakarta – Mabes Polri menginstruksikan seluruh jajaran kepolisian, dari tingkat Polda hingga Polsek, untuk menjamin perlindungan terhadap wartawan saat menjalankan tugas peliputan. Instruksi ini dikeluarkan menyusul sejumlah laporan kekerasan yang menimpa jurnalis dalam beberapa hari terakhir, termasuk dugaan pengeroyokan oleh oknum aparat.

baca juga

Presiden Prabowo Subianto Apresiasi Guru dan Kepala Sekolah Rakyat: Anda Sedang Memutus Rantai Kemiskinan

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divhumas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, menegaskan peran media sebagai mitra strategis kepolisian dalam memberikan informasi yang objektif kepada publik.

“Polri meminta setiap satuan untuk menjamin keselamatan kerja wartawan dan bekerja sama dalam setiap aktivitas peliputan,” ujar Trunoyudo di Jakarta, Selasa (26/8/2025).

Rentetan Kasus Kekerasan Terhadap Jurnalis

Instruksi itu muncul setelah dua peristiwa menonjol yang memicu sorotan publik. Pertama, dugaan pengeroyokan terhadap petugas humas Kementerian Lingkungan Hidup dan sejumlah awak media saat sidak di lokasi PT Genesis Regeneration Smelting, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, pada 21 Agustus 2025.

baca juga 

Kapolri Berikan Tali Asih kepada Keluarga Komjen (Purn) Moehammad Jasin dan Veteran Seroja

Penyidikan menetapkan seorang anggota Brimob berinisial Briptu TG sebagai tersangka bersama beberapa orang lain. Kepala Bidang Propam Polda Banten, Kombes Pol. Murwoto, menjelaskan bahwa aksi tersebut dipicu oleh “emosi sesaat” dan bukan perintah resmi satuan. Ia menegaskan penempatan Brimob di lokasi itu berdasarkan surat permohonan pengamanan dari pihak perusahaan.

Kasus kedua terjadi pada Senin (25/8) di Jakarta. Seorang jurnalis foto ANTARA, Bayu Pratama Syahputra, menjadi korban pemukulan saat meliput aksi demonstrasi di depan Gedung DPR. Bayu mengalami luka memar di kepala dan tangan, sementara peralatan kameranya rusak setelah digunakan untuk melindungi diri dari pukulan.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Asep Edi Suheri langsung merespons dengan menginstruksikan jajarannya agar menjamin keselamatan jurnalis di lapangan, khususnya saat aksi unjuk rasa. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Ade Ary, menambahkan bahwa kapolda menyesalkan insiden tersebut dan menekankan pentingnya langkah pencegahan agar peristiwa serupa tidak terulang.

Komitmen Polri Menjaga Kebebasan Pers

Mabes Polri menegaskan bahwa setiap bentuk kekerasan terhadap jurnalis akan diproses sesuai kode etik dan hukum yang berlaku. Tindakan preventif juga akan diperkuat melalui koordinasi dengan organisasi media, demi menekan risiko kekerasan di lapangan.

baca juga

Proyek Anggaran Negara Disorot: Pelanggaran SMK3 dan Pengabaian APD Ancam Keselamatan Pekerja

Langkah ini disebut penting untuk menjaga ruang kebebasan pers sekaligus memastikan informasi publik tetap disampaikan secara akurat dan transparan.

Aceh

Polri, khususnya Polres Nagan Raya, berkomitmen mendukung penuh program swasembada pangan nasional. Kami siap bersinergi dengan pemerintah daerah, TNI, dan masyarakat dalam mengawal serta mendukung program pertanian, khususnya komoditas jagung, sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani,” ujar Wakapolres Nagan Raya Kompol Humaniora Sembiring, S.Kom., S.I.K.

Aceh

“Kesigapan warga bersama aparat kepolisian berhasil menyelamatkan nyawa seorang bocah 11 tahun yang diserang ular phyton di kawasan rawa Desa Suak Puntong, Kecamatan Kuala Pesisir, Kabupaten Nagan Raya. Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap potensi bahaya satwa liar di lingkungan sekitar permukiman,” ujar Kapolsek Kuala Pesisir IPDA Ghozi Al Falah, S.Tr.K.

Aceh

“Pemerintah Kabupaten Nagan Raya mengusulkan pembangunan 609 unit hunian sementara bagi warga terdampak bencana hidrometeorologi di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang. Kami berharap pembangunan ini dapat segera direalisasikan, mengingat para pengungsi akan menghadapi bulan suci Ramadan,” ujar Bupati Nagan Raya, Dr. TR. Keumangan, S.H., M.H.

Jawa Tengah

Dugaan pungutan liar dalam pelaksanaan Program PTSL di Desa Kawengen semakin menguat setelah ratusan warga mengaku dipungut biaya Rp500.000 per bidang tanah, jauh di atas ketentuan resmi. Meski Kepala Desa Marjani berdalih biaya tersebut telah disepakati dan diketahui sejumlah pihak, warga menilai praktik ini sebagai bentuk penyalahgunaan wewenang yang harus segera ditindaklanjuti Aparat Penegak Hukum (APH). Media dan warga mendesak investigasi penuh untuk memastikan transparansi dan keadilan dalam program sertifikasi tanah tersebut.”