Scroll untuk baca berita
https://newsbidik.com/wp-content/uploads/2026/02/Sebanyak-16-SPPG-Polri-telah-dilengkapi-fasilitas-penunjang-berbasis-kemandirian-pangan-mulai-d.webp
AcehNEWS-BIDIK NAGANRAYAPeristiwa

Diduga menerapkan Praktek Mafia Tanah, PT KIM Kembali Hancurkan Tanaman Warga.

6320
×

Diduga menerapkan Praktek Mafia Tanah, PT KIM Kembali Hancurkan Tanaman Warga.

Sebarkan artikel ini

NEWS BIDIK, Nagan Raya – Konflik agraria antara masyarakat dan PT Kharisma Iskandar Muda (KIM) kembali memanas. Kali ini, aksi penghancuran tanaman warga terjadi di Gampong Bumi Sari. Lahan yang sejak turun-temurun digarap masyarakat, tiba-tiba diklaim sebagai Hak Guna Usaha (HGU) perusahaan.

baca juga 

Diduga Libatkan Mafia Tanah, PT KIM Serobot Kebun Warga di Nagan Raya

Masyarakat menyebut, jika benar tanah tersebut merupakan HGU, maka penerbitannya dilakukan dengan cara simsalabim: tanpa ganti rugi, tanpa pelibatan masyarakat, dan tanpa kejelasan proses hukum yang transparan. Klaim sepihak tanpa menunjukkan dokumen sah justru dipandang warga sebagai bentuk premanisme dan cara-cara mafia untuk menguasai tanah rakyat.

baca juga

Presiden Prabowo Saksikan Langsung Semarak Karnaval Bersatu di Monas, Ribuan Warga Antusias Rayakan HUT RI ke-80

Saiful cs seorang petani sawit, mengungkapkan kesedihannya setelah tanaman yang ia rawat habis dirusak.Senin ,(18/8/2025).

“Tanah ini tanah turun-temurun dari orang tua kami. Tidak pernah ada proses penerbitan HGU, apalagi ganti rugi. Tiba-tiba saja perusahaan datang, mencabut habis tanaman sawit saya dengan memakai jasa preman dan aparat keamanan. Saya sangat sedih. Modal kami terbatas, dan hari ini tanaman kami hancur begitu saja. Kami masyarakat miskin tidak pernah ada yang membela, karena kami memang tidak mampu membiayai mereka. Kami hanya ingin tanah kami diakui, bukan dirampas,” ujarnya pilu.

Ironisnya, pemerintah daerah maupun DPRK Nagan Raya dinilai tidak pernah punya nyali menghadapi korporasi besar. Setiap kali konflik mencuat, rapat-rapat dewan hanya berakhir formalitas tanpa tindak lanjut nyata di lapangan. Sementara itu, masyarakat dipaksa menghadapi sendiri aksi premanisme berkedok legalitas perusahaan.

baca juga

PERCEPAT TRANSPARANSI PUBLIK, SEKRETARIS KABINET TEMUI MENTERI IMIPAS

Pengamat menilai, lemahnya keberpihakan pemerintah daerah terhadap warganya membuat masyarakat kehilangan kepercayaan terhadap lembaga representasi publik.

“Tak salah bila rakyat merasa pemerintah lebih memihak korporasi karena ada feedback yang mereka terima, sementara petani dibiarkan berjuang sendirian,” ungkap salah seorang pemerhati agraria.

Kini, masyarakat sangat berharap aparat penegak hukum (APH) turun tangan untuk membela kepentingan warga kecil. Sebab bila dibiarkan, konflik agraria ini dikhawatirkan akan menimbulkan eskalasi yang lebih luas dan mengancam stabilitas sosial di daerah.

baca juga

Presiden Prabowo Hadiri Panen Raya Nasional di Majalengka, Tegaskan Ketahanan Pangan sebagai Prioritas Utama

Tinggalkan Balasan

Aceh

“Tim terpadu Pemkab Nagan Raya bergerak cepat menindaklanjuti laporan dugaan perusakan kebun sawit warga oleh PT Ensem Lestari Jaya di Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya, Aceh. Pemerintah daerah menegaskan komitmen menindak tegas pelanggaran lingkungan, perizinan, dan ketenagakerjaan demi melindungi masyarakat dan kelestarian lingkungan.”

Aceh

Pertumbuhan ekonomi yang pesat di Nagan Raya tidak boleh mengorbankan keberlanjutan lingkungan. Pemerintah daerah dituntut mengambil kebijakan strategis yang mampu menyeimbangkan kesejahteraan masyarakat tambang dengan perlindungan ekosistem. Tanpa langkah komprehensif dan terintegrasi, risiko kerusakan lingkungan jangka panjang akan menjadi beban generasi mendatang.”

NEWS-BIDIK NAGANRAYA

Operasi Keselamatan Seulawah 2026 ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan disiplin dan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas. Melalui sinergi lintas sektor, kami berharap dapat menekan angka pelanggaran serta kecelakaan lalu lintas, sehingga tercipta kondisi Kamseltibcarlantas yang aman, nyaman, dan selamat menjelang Operasi Ketupat Seulawah 2026,” ujar Kompol Humaniora Sembiring, S.Kom., S.I.K., Wakapolres Nagan Raya, saat memimpin apel pasukan.