Scroll untuk baca berita
AcehNEWS-BIDIK NAGANRAYAPeristiwa

Hidup Dalam Kekurangan, Ruslaini dan Anak ODGJ di Nagan Raya Butuh Uluran Tangan

990
×

Hidup Dalam Kekurangan, Ruslaini dan Anak ODGJ di Nagan Raya Butuh Uluran Tangan

Sebarkan artikel ini

NEWSBIDIK,//Nagan Raya – Di tengah kemeriahan peringatan HUT ke-23 Kabupaten Nagan Raya, masih ada warganya yang luput dari perhatian. Ruslaini, seorang ibu asal Desa Purworejo, Kecamatan Kuala, Nagan Raya, hidup dalam kondisi serba kekurangan sambil merawat anak laki-lakinya yang mengalami gangguan jiwa.

 

Kepada tim liputan Aceh yang berkunjung langsung ke rumahnya, Ruslaini menceritakan kisah hidupnya yang penuh keprihatinan. Ia tidak memiliki penghasilan tetap untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Demi sesuap nasi, ia terpaksa memungut brondolan kelapa sawit dari kebun milik PT Sofindo Seunagan, meski ia sadar hal itu melanggar aturan.

 

“Sering kali kami tidak makan, kalau pun makan hanya dengan nasi dan garam,” tutur Ruslaini dengan mata berkaca-kaca. Selasa, (22/7/2025).

 

Anaknya yang mengalami gangguan jiwa bahkan harus tinggal terkurung di dalam ruangan yang menyerupai jeruji besi selama bertahun-tahun. Kondisi rumah yang ia tempati pun sangat memprihatinkan. Rumah itu adalah milik adik kandungnya, tempat ia menumpang karena tidak memiliki rumah sendiri.

 

Kondisi ini membutuhkan perhatian serius dari pemerintah Kabupaten Nagan Raya dan dinas terkait, agar Ruslaini dan anaknya dapat memperoleh kehidupan yang layak. Mereka juga sangat membutuhkan uluran tangan para dermawan yang tergerak membantu meringankan beban hidupnya.

 

Bagi masyarakat maupun dermawan yang ingin membantu, dapat langsung mengunjungi kediaman Ruslaini di Desa Purworejo, Kecamatan Kuala, Kabupaten Nagan Raya, tepat di samping masjid desa tersebut.

 

Tinggalkan Balasan

Aceh

Delapan penghargaan yang diraih menjadi bukti bahwa santri Dayah Ruhul Qur’ani mampu bersaing di bidang robotika. Semoga capaian ini menjadi motivasi bagi para santri untuk terus belajar, berinovasi, dan meraih prestasi yang lebih tinggi pada kompetisi berikutnya.” — Teuku Raden Triolan Wijaya, S.Kom., M.Cs., Pelatih Tim Robotik Dayah Ruhul Qur’ani.

Aceh

Bupati Nagan Raya, Dr. TR. Keumangan, S.H., M.H. (TRK), resmi melantik delapan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (JPT Pratama) di lingkungan Pemkab Nagan Raya. Dalam arahannya, TRK menegaskan agar seluruh pejabat yang dilantik menjalankan amanah dengan penuh integritas, disiplin, dan tanggung jawab, serta menyatukan langkah untuk mewujudkan visi-misi TRK–Sayang melalui pelayanan publik yang profesional, transparan, dan akuntabel.”

Aceh

“Masyarakat berharap hukum ditegakkan secara adil tanpa dipengaruhi kepentingan pihak mana pun. Kepastian hukum menjadi kebutuhan utama agar persoalan yang tengah bergulir tidak terus menimbulkan spekulasi maupun konflik di tengah masyarakat. Sesuai amanat Pasal 27 UUD 1945, setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum dan berhak memperoleh perlakuan yang adil.”

Aceh

“Pawai Karnaval Budaya HUT Ke-24 Nagan Raya menjadi bukti semangat generasi muda dalam mencintai dan melestarikan budaya daerah. Melalui kreativitas para pelajar, warisan budaya tidak hanya dipertontonkan, tetapi juga diwariskan kepada generasi berikutnya sebagai bagian dari identitas dan kebanggaan masyarakat Nagan Raya,” ujar Bupati Nagan Raya, Dr. TR. Keumangan, S.H., M.H. (TRK).

Aceh

“Apresiasi kami sampaikan kepada seluruh perusahaan yang telah menunjukkan kepedulian dan komitmennya melalui program CSR serta mendukung suksesnya HUT ke-24 Kabupaten Nagan Raya. Semoga sinergi dan kolaborasi ini terus terjalin untuk membangun Nagan Raya yang mandiri dan madani,” ujar Bupati Nagan Raya, Dr. Teuku Raja Keumangan (TRK), saat menutup Nagan Raya Fair 2026 di Alun-Alun Suka Makmue, Senin (21/7/2026).

Aceh

“Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral (EPSS) menjadi langkah penting untuk memastikan setiap kebijakan pembangunan di Kabupaten Nagan Raya didukung oleh data yang akurat, mutakhir, terintegrasi, dan akuntabel. Melalui evaluasi ini, pemerintah daerah terus memperkuat implementasi Satu Data Indonesia demi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih baik.”