Scroll untuk baca berita
DaerahNEWSBIDIK PANGANDARAN

Presiden Prabowo Pimpin Panen Raya Jagung Nasional, Pangandaran Jadi Salah Satu Titik Fokus

393
×

Presiden Prabowo Pimpin Panen Raya Jagung Nasional, Pangandaran Jadi Salah Satu Titik Fokus

Sebarkan artikel ini

NEWS-BIDIK,//Pangandaran – Presiden Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn.) H. Prabowo Subianto, memimpin langsung pelaksanaan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2025 yang digelar secara hybrid di 36 provinsi di seluruh Indonesia. Kabupaten Pangandaran menjadi salah satu titik strategis kegiatan tersebut, dengan pusat kegiatan berlokasi di Blok Tanggul, Dusun Mekarjaya, Desa Sindangsari, Kecamatan Cimerak, pada Kamis (5/6/2025).

Acara panen di Pangandaran turut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), antara lain Kapolres Pangandaran AKBP Mujianto, S.I.K., M.H., Bupati Pangandaran Hj. Citra Pitriyami, dan Dandim 0625/Pangandaran Letkol Czi Ibnu Muntaha, M.Han.

Melalui sambungan virtual, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa ketahanan pangan merupakan fondasi utama bagi kedaulatan dan kemandirian bangsa. Ia menegaskan bahwa pemerintah menargetkan swasembada jagung dan optimis pada tahun 2026 Indonesia tidak lagi mengimpor jagung, melainkan menjadi negara pengekspor.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak sombong, bangsa yang kuat adalah bangsa yang mengemban filosofi ilmu padi—semakin berisi semakin merunduk, tetapi bukan berarti lemah. Swasembada pangan adalah syarat mutlak bagi kemerdekaan sejati,” ujar Presiden dalam sambutannya.

Di lokasi panen Cimerak, Kapolres Pangandaran AKBP Mujianto menyampaikan bahwa pihak kepolisian turut berperan dalam mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan. Ia menuturkan bahwa jajaran Polres dan Polsek diturunkan untuk membantu pengamanan, logistik, dokumentasi, serta dukungan kesehatan.

“Kami hanya sebagai penggerak pendukung. Polres hadir untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan tertib,” ujarnya.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Pangandaran menegaskan komitmennya untuk terus mendorong sektor pertanian sebagai penggerak utama ekonomi lokal. Panen raya ini dianggap sebagai momentum strategis untuk memperkuat posisi daerah sebagai lumbung pangan.

Kegiatan panen simbolis dilakukan secara bersama oleh Forkopimda Pangandaran sebagai bentuk dukungan konkret terhadap program strategis nasional yang dicanangkan pemerintah pusat.

Panen raya jagung serentak ini merupakan bagian dari agenda nasional dalam memperkuat ketahanan pangan, yang tidak hanya difokuskan pada peningkatan produksi, tetapi juga pada sinergi lintas sektor dan pemerataan pembangunan pertanian di seluruh wilayah Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Daerah

Kutipan Berita:
“Prestasi luar biasa kembali ditorehkan SDN Neglasari, Kecamatan Pancatengah. Dalam ajang O2SN tingkat kecamatan tahun 2026, para siswa berhasil membawa pulang 9 medali emas, 6 perak, dan 5 perunggu. Capaian ini menjadi bukti bahwa kerja keras, disiplin, dan semangat juang siswa, guru, serta dukungan orang tua mampu melahirkan prestasi yang membanggakan.”

Daerah

“Akta cerai atas nama mempelai perempuan tidak pernah tercatat di Pengadilan Agama Jepara. Pernikahan tersebut juga tidak diproses melalui desa maupun KUA, sehingga kuat dugaan dilakukan dengan menggunakan modin aspal,” ungkap Modin Desa Kancilan, Luqman H., menegaskan adanya kejanggalan dalam administrasi pernikahan warga Kancilan yang berlangsung pada 29 Maret 2026.

Aceh

“LSM GMBI Aceh mendesak audit menyeluruh dana kebencanaan Kota Langsa setelah ditemukan dugaan ketidaksesuaian data penerima bantuan. Transparansi dan akuntabilitas dinilai lemah, sehingga berpotensi mencederai keadilan bagi korban banjir. Audit independen dianggap penting untuk memastikan setiap rupiah digunakan tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik

Daerah

“Polres Bogor membongkar jaringan pengoplosan LPG bersubsidi yang beroperasi di dua lokasi berbeda, menyebabkan kerugian negara mencapai Rp13,2 miliar per bulan. Dari penggerebekan di Sukaraja dan Cileungsi, polisi mengamankan 793 tabung gas berbagai ukuran serta 76 alat suntik. Para pelaku diketahui meraup keuntungan hingga Rp1,3 miliar per hari dengan memindahkan isi gas 3 kilogram subsidi ke tabung 12 kilogram non-subsidi. Kapolres Bogor menegaskan bahwa praktik ini tidak hanya merugikan negara, tetapi juga mencuri hak masyarakat kecil yang berhak menerima subsidi.”