Scroll untuk baca berita
DaerahKalimantan BaratNasional

Prabowo Lepas Ekspor Perdana 1.200 Ton Jagung ke Malaysia: Langkah Awal Menuju Lumbung Pangan Dunia

434
×

Prabowo Lepas Ekspor Perdana 1.200 Ton Jagung ke Malaysia: Langkah Awal Menuju Lumbung Pangan Dunia

Sebarkan artikel ini

NEWS-BIDIK,//Bengkayang, Kalimantan Barat – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi melepas ekspor perdana jagung sebanyak 1.200 ton ke Malaysia pada Kamis (5/6/2025). Pengiriman jagung dari Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, ke Kuching, Malaysia, ini menjadi penanda penting dalam upaya Indonesia memperkuat kemandirian pangan dan memperluas pasar pertanian ke tingkat internasional.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyambut baik pelepasan ekspor ini dan menyebutnya sebagai momentum awal menuju cita-cita besar menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia.

“Hari ini kita lepas ekspor perdana ke negeri tetangga, ini momentum besar. Ke depan, kita akan dorong penguatan koperasi desa, membangun 80 ribu koperasi di seluruh Indonesia, yang akan memperluas jaringan dan membentuk rantai produksi serta suplai yang lebih kuat dan berkelanjutan,” ujar Presiden Prabowo.

Presiden juga menegaskan bahwa kebijakan ini berorientasi pada kesejahteraan rakyat, dengan tujuan utama menyediakan pangan yang terjangkau dan bergizi bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Harga pangan harus terjangkau oleh rakyat. Nilai tukar petani dan nelayan harus naik. Rakyat harus makan dengan baik, dengan protein yang cukup. Insyaallah, kita wujudkan masyarakat adil dan makmur, gemah ripah loh jinawi,” tambahnya.

Pelepasan ekspor ini turut dibarengi dengan peresmian gudang dryer jagung milik PT Pangan Merah Putih serta seremoni groundbreaking pembangunan 18 gudang Polri di 12 provinsi.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, dalam keterangannya, mengungkapkan bahwa ekspor ke Malaysia kali ini merupakan bagian dari permintaan rutin sebesar 240 ribu ton per tahun, dengan pengiriman awal sebanyak 20 ribu ton per bulan.

“Tahap pertama ini kita lepas dari tiga daerah: 1.200 ton dari Kalimantan Barat, 20 ribu ton dari Nusa Tenggara Barat, dan 27 ribu ton dari Gorontalo. Jadi total hampir 50 ribu ton kita ekspor bulan ini,” jelas Amran.

Ia juga menekankan bahwa ekspor dari Kabupaten Bengkayang ini merupakan yang pertama dalam sejarah daerah tersebut, dan menjadi simbol kolaborasi lintas sektor yang digerakkan oleh visi besar Presiden Prabowo.

“Ini buah kerja bersama, kolaborasi besar. Stok beras kita sekarang tertinggi dalam 50 tahun, mencapai 4 juta ton. Artinya, ketahanan pangan kita makin kuat. Insyaallah, mimpi Indonesia menjadi lumbung pangan dunia akan terwujud,” pungkasnya.

Ekspor ini menjadi langkah strategis Indonesia dalam memperkuat posisi sebagai pemain utama dalam sektor pertanian global, sekaligus menunjukkan kemajuan nyata dalam membangun sistem pangan nasional yang tangguh dan berkelanjutan.

(BPMI Setpres)

Tinggalkan Balasan

Daerah

Kutipan Berita:
“Prestasi luar biasa kembali ditorehkan SDN Neglasari, Kecamatan Pancatengah. Dalam ajang O2SN tingkat kecamatan tahun 2026, para siswa berhasil membawa pulang 9 medali emas, 6 perak, dan 5 perunggu. Capaian ini menjadi bukti bahwa kerja keras, disiplin, dan semangat juang siswa, guru, serta dukungan orang tua mampu melahirkan prestasi yang membanggakan.”

Daerah

“Akta cerai atas nama mempelai perempuan tidak pernah tercatat di Pengadilan Agama Jepara. Pernikahan tersebut juga tidak diproses melalui desa maupun KUA, sehingga kuat dugaan dilakukan dengan menggunakan modin aspal,” ungkap Modin Desa Kancilan, Luqman H., menegaskan adanya kejanggalan dalam administrasi pernikahan warga Kancilan yang berlangsung pada 29 Maret 2026.

Aceh

“LSM GMBI Aceh mendesak audit menyeluruh dana kebencanaan Kota Langsa setelah ditemukan dugaan ketidaksesuaian data penerima bantuan. Transparansi dan akuntabilitas dinilai lemah, sehingga berpotensi mencederai keadilan bagi korban banjir. Audit independen dianggap penting untuk memastikan setiap rupiah digunakan tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik

Daerah

“Polres Bogor membongkar jaringan pengoplosan LPG bersubsidi yang beroperasi di dua lokasi berbeda, menyebabkan kerugian negara mencapai Rp13,2 miliar per bulan. Dari penggerebekan di Sukaraja dan Cileungsi, polisi mengamankan 793 tabung gas berbagai ukuran serta 76 alat suntik. Para pelaku diketahui meraup keuntungan hingga Rp1,3 miliar per hari dengan memindahkan isi gas 3 kilogram subsidi ke tabung 12 kilogram non-subsidi. Kapolres Bogor menegaskan bahwa praktik ini tidak hanya merugikan negara, tetapi juga mencuri hak masyarakat kecil yang berhak menerima subsidi.”