Scroll untuk baca berita
https://newsbidik.com/wp-content/uploads/2026/02/Sebanyak-16-SPPG-Polri-telah-dilengkapi-fasilitas-penunjang-berbasis-kemandirian-pangan-mulai-d.webp
DaerahKalimantan BaratNasional

Prabowo Lepas Ekspor Perdana 1.200 Ton Jagung ke Malaysia: Langkah Awal Menuju Lumbung Pangan Dunia

389
×

Prabowo Lepas Ekspor Perdana 1.200 Ton Jagung ke Malaysia: Langkah Awal Menuju Lumbung Pangan Dunia

Sebarkan artikel ini

NEWS-BIDIK,//Bengkayang, Kalimantan Barat – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi melepas ekspor perdana jagung sebanyak 1.200 ton ke Malaysia pada Kamis (5/6/2025). Pengiriman jagung dari Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, ke Kuching, Malaysia, ini menjadi penanda penting dalam upaya Indonesia memperkuat kemandirian pangan dan memperluas pasar pertanian ke tingkat internasional.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyambut baik pelepasan ekspor ini dan menyebutnya sebagai momentum awal menuju cita-cita besar menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia.

“Hari ini kita lepas ekspor perdana ke negeri tetangga, ini momentum besar. Ke depan, kita akan dorong penguatan koperasi desa, membangun 80 ribu koperasi di seluruh Indonesia, yang akan memperluas jaringan dan membentuk rantai produksi serta suplai yang lebih kuat dan berkelanjutan,” ujar Presiden Prabowo.

Presiden juga menegaskan bahwa kebijakan ini berorientasi pada kesejahteraan rakyat, dengan tujuan utama menyediakan pangan yang terjangkau dan bergizi bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Harga pangan harus terjangkau oleh rakyat. Nilai tukar petani dan nelayan harus naik. Rakyat harus makan dengan baik, dengan protein yang cukup. Insyaallah, kita wujudkan masyarakat adil dan makmur, gemah ripah loh jinawi,” tambahnya.

Pelepasan ekspor ini turut dibarengi dengan peresmian gudang dryer jagung milik PT Pangan Merah Putih serta seremoni groundbreaking pembangunan 18 gudang Polri di 12 provinsi.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, dalam keterangannya, mengungkapkan bahwa ekspor ke Malaysia kali ini merupakan bagian dari permintaan rutin sebesar 240 ribu ton per tahun, dengan pengiriman awal sebanyak 20 ribu ton per bulan.

“Tahap pertama ini kita lepas dari tiga daerah: 1.200 ton dari Kalimantan Barat, 20 ribu ton dari Nusa Tenggara Barat, dan 27 ribu ton dari Gorontalo. Jadi total hampir 50 ribu ton kita ekspor bulan ini,” jelas Amran.

Ia juga menekankan bahwa ekspor dari Kabupaten Bengkayang ini merupakan yang pertama dalam sejarah daerah tersebut, dan menjadi simbol kolaborasi lintas sektor yang digerakkan oleh visi besar Presiden Prabowo.

“Ini buah kerja bersama, kolaborasi besar. Stok beras kita sekarang tertinggi dalam 50 tahun, mencapai 4 juta ton. Artinya, ketahanan pangan kita makin kuat. Insyaallah, mimpi Indonesia menjadi lumbung pangan dunia akan terwujud,” pungkasnya.

Ekspor ini menjadi langkah strategis Indonesia dalam memperkuat posisi sebagai pemain utama dalam sektor pertanian global, sekaligus menunjukkan kemajuan nyata dalam membangun sistem pangan nasional yang tangguh dan berkelanjutan.

(BPMI Setpres)

Tinggalkan Balasan

Transformasi pemasyarakatan yang digagas Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan bersama Direktorat Jenderal Pemasyarakatan menjadi bukti bahwa lembaga pemasyarakatan mampu berkontribusi nyata terhadap ketahanan pangan nasional. Di bawah kepemimpinan Agus Andrianto, lapas tidak hanya menjadi tempat pembinaan, tetapi juga pusat produktivitas dan harapan baru bagi warga binaan.”

Daerah

Relokasi pasar tumpah dari kawasan lampu merah Sentra Grosir Cikarang (SGC) ke Pasar Baru Ramayana Cikarang resmi diberlakukan sebagai langkah penataan wilayah dan penguraian kemacetan. Kebijakan ini merupakan tindak lanjut himbauan dari Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja yang menegaskan pentingnya ketertiban lokasi berjualan demi kelancaran lalu lintas dan kenyamanan masyarakat.

Aceh

Pertumbuhan ekonomi yang pesat di Nagan Raya tidak boleh mengorbankan keberlanjutan lingkungan. Pemerintah daerah dituntut mengambil kebijakan strategis yang mampu menyeimbangkan kesejahteraan masyarakat tambang dengan perlindungan ekosistem. Tanpa langkah komprehensif dan terintegrasi, risiko kerusakan lingkungan jangka panjang akan menjadi beban generasi mendatang.”