Scroll untuk baca berita
DaerahNEWS-BIDIK. GARUT

Syifa Restiani Nabila, Harapan Malangbong di Dunia Voli: Wujudkan Mimpi Orang Tua Lewat Lapangan

387
×

Syifa Restiani Nabila, Harapan Malangbong di Dunia Voli: Wujudkan Mimpi Orang Tua Lewat Lapangan

Sebarkan artikel ini

NEWS-BIDIK,//Garut – Semangat tak pernah padam dalam diri Syifa Restiani Nabila Putri, siswi SMAN 3 Sumedang yang kini menjadi salah satu atlet muda berbakat di dunia bola voli. Berasal dari Kecamatan Malangbong, Garut, Syifa tampil sebagai satu-satunya wakil dari wilayahnya yang berhasil lolos seleksi untuk memperkuat tim voli Kabupaten Garut.

Impian Syifa bukan sekadar untuk mengukir prestasi pribadi. Lebih dari itu, ia bertekad mewujudkan harapan kedua orang tuanya, terutama mendiang ayahnya, Acon, yang semasa hidupnya dikenal sebagai legenda voli Malangbong. Acon dikenal sebagai sosok yang gigih dan inspiratif, selalu memotivasi putrinya agar terus berlatih dengan harapan dapat menjadi penerusnya di dunia olahraga.

“Saya ingin menjadi atlet profesional, seperti yang selalu ayah impikan,” ujar Syifa saat ditemui di sela latihan ringan di Lapangan Cakrawati, Malangbong, Jumat (16/5/2025). “Meskipun beliau sudah tiada, semangatnya tetap hidup dalam diri saya.”

Ibunya, Ana Susanti, yang saat ini tengah berjuang melawan kanker stadium 3, juga menjadi sumber kekuatan tersendiri bagi Syifa. Meski dalam kondisi sakit, Ana tak pernah berhenti memberi dukungan dan doa bagi putri tercintanya.

Dalam perjalanannya menuju tim voli Garut, Syifa tak sendiri. Ada sosok Asep Sandi, sahabat lama almarhum ayahnya, yang kini setia mendampingi dan membimbingnya. Asep kerap hadir dalam setiap sesi seleksi, memberikan motivasi dan memastikan Syifa tetap berada di jalur yang benar.

“Syifa punya semangat dan bakat. Saya hanya ingin membantu mewujudkan mimpi Acon yang belum sempat terwujud melalui putrinya,” kata Asep.

Kemampuan Syifa pun tak diragukan. Di sekolahnya, ia sudah menjadi andalan dalam tim bola voli. Meski masih berusia muda, ia cepat beradaptasi dengan pemain senior dan menunjukkan kematangan bermain di atas rata-rata.

Kini, Syifa bersiap mengikuti babak kualifikasi bersama tim voli Kabupaten Garut yang dijadwalkan berlangsung sekitar bulan Juli mendatang. Tekadnya satu: membanggakan Malangbong dan memberikan hadiah terindah bagi kedua orang tuanya.

“Semoga saya bisa membuktikan bahwa kerja keras, doa, dan cinta orang tua bisa membawa saya sampai ke titik tertinggi,” tutup Syifa penuh harap.

Tinggalkan Balasan

Daerah

Kutipan Berita:
“Prestasi luar biasa kembali ditorehkan SDN Neglasari, Kecamatan Pancatengah. Dalam ajang O2SN tingkat kecamatan tahun 2026, para siswa berhasil membawa pulang 9 medali emas, 6 perak, dan 5 perunggu. Capaian ini menjadi bukti bahwa kerja keras, disiplin, dan semangat juang siswa, guru, serta dukungan orang tua mampu melahirkan prestasi yang membanggakan.”

Daerah

“Akta cerai atas nama mempelai perempuan tidak pernah tercatat di Pengadilan Agama Jepara. Pernikahan tersebut juga tidak diproses melalui desa maupun KUA, sehingga kuat dugaan dilakukan dengan menggunakan modin aspal,” ungkap Modin Desa Kancilan, Luqman H., menegaskan adanya kejanggalan dalam administrasi pernikahan warga Kancilan yang berlangsung pada 29 Maret 2026.

Aceh

“LSM GMBI Aceh mendesak audit menyeluruh dana kebencanaan Kota Langsa setelah ditemukan dugaan ketidaksesuaian data penerima bantuan. Transparansi dan akuntabilitas dinilai lemah, sehingga berpotensi mencederai keadilan bagi korban banjir. Audit independen dianggap penting untuk memastikan setiap rupiah digunakan tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik

Daerah

“Polres Bogor membongkar jaringan pengoplosan LPG bersubsidi yang beroperasi di dua lokasi berbeda, menyebabkan kerugian negara mencapai Rp13,2 miliar per bulan. Dari penggerebekan di Sukaraja dan Cileungsi, polisi mengamankan 793 tabung gas berbagai ukuran serta 76 alat suntik. Para pelaku diketahui meraup keuntungan hingga Rp1,3 miliar per hari dengan memindahkan isi gas 3 kilogram subsidi ke tabung 12 kilogram non-subsidi. Kapolres Bogor menegaskan bahwa praktik ini tidak hanya merugikan negara, tetapi juga mencuri hak masyarakat kecil yang berhak menerima subsidi.”