Scroll untuk baca berita
Daerah

Nestapa Mbah Supi: Lansia Sebatang Kara di Karang Joho Tinggal di Rumah Hampir Roboh

604
×

Nestapa Mbah Supi: Lansia Sebatang Kara di Karang Joho Tinggal di Rumah Hampir Roboh

Sebarkan artikel ini

NEWS-BIDIK,//SEMARANG – Di balik ketenangan Dusun Karang Joho, RT 01 RW 04, Desa Samban, Kabupaten Semarang, tersimpan kisah memilukan dari seorang warga lanjut usia bernama Mbah Supi. Hidup sebatang kara tanpa sanak saudara, perempuan sepuh ini menempati rumah yang nyaris roboh, jauh dari kata layak huni. Selasa. (13/5/2025).

Kondisi Mbah Supi memantik keprihatinan warga sekitar yang menilai pemerintah desa seolah abai terhadap warganya yang hidup dalam keterbatasan. Beberapa warga yang ditemui enggan disebutkan namanya, namun mereka menyuarakan keprihatinan dan kekecewaan terhadap kurangnya perhatian dari perangkat desa hingga tingkat kelurahan.

“Kasihan Mbah Supi, sudah tua, hidup sendiri, rumahnya juga hampir roboh. Kami khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ungkap salah satu tetangga.

Warga lain pun mempertanyakan kinerja pemerintah setempat dalam menyalurkan bantuan sosial. “Kami heran, kenapa belum ada bantuan yang sampai ke beliau. Padahal beliau warga asli sini dan sangat membutuhkan,” ujar seorang warga lain dengan nada kecewa.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari perangkat Dusun Karang Joho. Pihak media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada kepala dusun maupun pihak kelurahan.

Kasus Mbah Supi menjadi potret buram pelayanan sosial di tingkat desa, khususnya dalam mendeteksi dan merespons kondisi warganya yang rentan. Masyarakat berharap adanya gerak cepat dari pemerintah desa, Kabupaten Semarang, serta dinas terkait untuk memberikan bantuan yang nyata dan berkelanjutan.

Pemerintah Kabupaten Semarang juga diharapkan segera turun tangan dan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program bantuan sosial yang berjalan. Transparansi serta akuntabilitas menjadi hal krusial agar bantuan tepat sasaran dan tidak meninggalkan warga seperti Mbah Supi dalam ketidakpastian.

Tinggalkan Balasan

Daerah

Kutipan Berita:
“Prestasi luar biasa kembali ditorehkan SDN Neglasari, Kecamatan Pancatengah. Dalam ajang O2SN tingkat kecamatan tahun 2026, para siswa berhasil membawa pulang 9 medali emas, 6 perak, dan 5 perunggu. Capaian ini menjadi bukti bahwa kerja keras, disiplin, dan semangat juang siswa, guru, serta dukungan orang tua mampu melahirkan prestasi yang membanggakan.”

Daerah

“Akta cerai atas nama mempelai perempuan tidak pernah tercatat di Pengadilan Agama Jepara. Pernikahan tersebut juga tidak diproses melalui desa maupun KUA, sehingga kuat dugaan dilakukan dengan menggunakan modin aspal,” ungkap Modin Desa Kancilan, Luqman H., menegaskan adanya kejanggalan dalam administrasi pernikahan warga Kancilan yang berlangsung pada 29 Maret 2026.

Aceh

“LSM GMBI Aceh mendesak audit menyeluruh dana kebencanaan Kota Langsa setelah ditemukan dugaan ketidaksesuaian data penerima bantuan. Transparansi dan akuntabilitas dinilai lemah, sehingga berpotensi mencederai keadilan bagi korban banjir. Audit independen dianggap penting untuk memastikan setiap rupiah digunakan tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik

Daerah

“Polres Bogor membongkar jaringan pengoplosan LPG bersubsidi yang beroperasi di dua lokasi berbeda, menyebabkan kerugian negara mencapai Rp13,2 miliar per bulan. Dari penggerebekan di Sukaraja dan Cileungsi, polisi mengamankan 793 tabung gas berbagai ukuran serta 76 alat suntik. Para pelaku diketahui meraup keuntungan hingga Rp1,3 miliar per hari dengan memindahkan isi gas 3 kilogram subsidi ke tabung 12 kilogram non-subsidi. Kapolres Bogor menegaskan bahwa praktik ini tidak hanya merugikan negara, tetapi juga mencuri hak masyarakat kecil yang berhak menerima subsidi.”

Daerah

“Peninjauan langsung oleh Tim Wasops Itwasum Mabes Polri menjadi bukti keseriusan dalam memastikan kesiapan pengamanan arus mudik Lebaran 1447 H. Pos Terpadu Polres Gowa dinilai siap secara operasional, sekaligus menghadirkan pelayanan humanis dengan sentuhan kearifan lokal demi kenyamanan masyarakat.”