Scroll untuk baca berita
DaerahNEWSBIDIK PANGANDARAN

Badai Terjang Pantai Timur Pangandaran: Ratusan Perahu Nelayan Rusak, Fasilitas Wisata Porak-Poranda

601
×

Badai Terjang Pantai Timur Pangandaran: Ratusan Perahu Nelayan Rusak, Fasilitas Wisata Porak-Poranda

Sebarkan artikel ini

NEWS-BIDIK,//PANGANDARAN – Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang dan petir melanda wilayah perairan Pantai Timur Pangandaran, Rabu (21/5/2025) sekitar pukul 03.00 WIB dini hari. Akibatnya, ratusan perahu nelayan mengalami kerusakan parah hingga tenggelam, sementara sejumlah fasilitas wisata dan infrastruktur ambruk diterjang ombak besar.

Sejumlah nelayan tampak sibuk menyelamatkan perahu dan perlengkapan melaut seperti jaring yang hampir hanyut. Beberapa perahu dilaporkan terbelah dan hancur akibat hantaman gelombang. Salah satu nelayan bahkan menyebut mesin perahu milik atasannya hilang terseret ombak.

“Hujan angin disertai petir terjadi sejak dini hari. Perahu-perahu yang terparkir di bibir pantai rusak dan banyak yang tenggelam. Jaring-jaring pun banyak yang hilang,” ungkap Likin, seorang nelayan setempat.

Di kawasan wisata, fasilitas water sport seperti banana boat mengalami kerusakan. Beberapa jembatan bambu yang biasa digunakan wisatawan di Pantai Timur juga roboh dan hanyut terbawa arus. Sejumlah pohon pun tumbang akibat terpaan angin kencang.

Di Pelabuhan Cikidang Babakan, Tim SAR Barakuda diterjunkan untuk melakukan evakuasi terhadap nelayan yang kapalnya tenggelam saat hendak mendarat. Tim juga melakukan pencarian terhadap perahu nelayan yang hilang kontak saat melaut.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada data pasti terkait jumlah kerusakan dan kerugian akibat bencana tersebut. Pihak terkait masih melakukan pendataan dan evakuasi di lokasi terdampak.

Sementara itu, kondisi di Pantai Barat Pangandaran terpantau aman. Kios dan lapak pedagang tidak mengalami kerusakan dan aktivitas wisata berjalan normal.

Tinggalkan Balasan

Aceh

“Turnamen Badminton Kapolres Cup VI bukan sekadar ajang kompetisi olahraga, tetapi menjadi momentum mempererat kebersamaan, memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat, serta membuka ruang lahirnya atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Nagan Raya di masa depan,” ujar Kapolres Nagan Raya AKBP Dr. Benny Bathara, S.I.K., M.I.K. saat membuka turnamen dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026. :::

Aceh

“Pemerintah Kabupaten Nagan Raya meminta pemerintah pusat mempercepat pembangunan 647 hunian tetap bagi korban banjir di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang. Selain hunian, percepatan pembangunan sekolah permanen dan pemulihan infrastruktur jembatan yang rusak juga menjadi prioritas agar masyarakat dapat kembali menjalani aktivitas secara normal.”

Aceh

“Melalui pembinaan teknis lanjutan EPSS ini, kami berharap seluruh SKPK di Kabupaten Nagan Raya dapat memperkuat tata kelola statistik sektoral yang akurat, terintegrasi, dan terpercaya guna mendukung pengambilan kebijakan berbasis data serta meningkatkan nilai Indeks Pembangunan Statistik (IPS) Tahun 2026.” — Masitoh, S.K.M., M.K.M., Kabid Statistik Diskominfo Kabupaten Nagan Raya.

Daerah

Kutipan Berita:
“Prestasi luar biasa kembali ditorehkan SDN Neglasari, Kecamatan Pancatengah. Dalam ajang O2SN tingkat kecamatan tahun 2026, para siswa berhasil membawa pulang 9 medali emas, 6 perak, dan 5 perunggu. Capaian ini menjadi bukti bahwa kerja keras, disiplin, dan semangat juang siswa, guru, serta dukungan orang tua mampu melahirkan prestasi yang membanggakan.”

Daerah

“Akta cerai atas nama mempelai perempuan tidak pernah tercatat di Pengadilan Agama Jepara. Pernikahan tersebut juga tidak diproses melalui desa maupun KUA, sehingga kuat dugaan dilakukan dengan menggunakan modin aspal,” ungkap Modin Desa Kancilan, Luqman H., menegaskan adanya kejanggalan dalam administrasi pernikahan warga Kancilan yang berlangsung pada 29 Maret 2026.

Aceh

“LSM GMBI Aceh mendesak audit menyeluruh dana kebencanaan Kota Langsa setelah ditemukan dugaan ketidaksesuaian data penerima bantuan. Transparansi dan akuntabilitas dinilai lemah, sehingga berpotensi mencederai keadilan bagi korban banjir. Audit independen dianggap penting untuk memastikan setiap rupiah digunakan tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik