Scroll untuk baca berita
AcehDaerah

Warga Suak Puntong Demo PLTU 3 dan 4, Tuntut Realisasi Janji Rekrutmen Tenaga Kerja

735
×

Warga Suak Puntong Demo PLTU 3 dan 4, Tuntut Realisasi Janji Rekrutmen Tenaga Kerja

Sebarkan artikel ini

NEWS-BIDIK.//Nagan Raya – Puluhan warga Gampong Suak Puntong, Kecamatan Kuala Pesisir, Kabupaten Nagan Raya, melakukan aksi unjuk rasa di depan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 3 dan 4, Kamis (24/4/2025). Aksi ini digelar sebagai bentuk protes terhadap PT. Meulaboh Power Generation (MPG) yang dinilai mengingkari kesepakatan rekrutmen tenaga kerja lokal.

Ketua Pemuda Gampong Suak Puntong, Adek Abang, menyebutkan bahwa aksi tersebut merupakan respons atas tidak ditepatinya kesepakatan yang telah dibuat antara aparatur desa dan pihak perusahaan pada tahun 2023 lalu.

“Dalam kesepakatan yang telah disetujui bersama, PT. MPG berkomitmen merekrut 34 orang tenaga kerja dari Suak Puntong untuk dipekerjakan di PLTU 3 dan 4,” kata Adek Abang.

Menurutnya, tenaga kerja tersebut rencananya akan ditempatkan pada beberapa posisi seperti petugas kebersihan, sopir, hingga operator alat berat sesuai dengan keahlian masing-masing.

“Tak hanya itu, PT. MPG juga berjanji untuk membuka peluang kerja lainnya bagi masyarakat kami di masa mendatang. Namun, hingga saat ini, tidak satu pun poin kesepakatan tersebut yang dipenuhi,” tambahnya.

Kekecewaan masyarakat pun memuncak hingga memicu aksi demonstrasi. Para peserta aksi mendesak agar PT. MPG segera merealisasikan janjinya dengan merekrut tenaga kerja lokal sebagaimana disepakati.

“Kami memberi ultimatum. Jika permintaan ini tidak diindahkan, kami akan menggelar aksi dengan massa yang lebih besar. Kami ingin PT. MPG menghargai masyarakat Suak Puntong sebagai ring 1 di wilayah operasional PLTU ini,” tegas Adek Abang.

Aksi berjalan tertib dengan pengawalan dari pihak keamanan. Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak PT. MPG terkait tuntutan warga.

Tinggalkan Balasan

Daerah

Kutipan Berita Unggulan:
“Empat medali emas menjadi modal awal bagi Kontingen Jepara untuk terus melaju di Porprov XVII Jawa Tengah 2026. Dengan semangat juang, kerja keras, dan kekompakan seluruh atlet, pelatih, serta ofisial, Jepara optimistis mengejar target 50 medali emas dan menembus empat besar.”

Aceh

“Dugaan aktivitas warga negara asing di kawasan hutan Aceh harus ditelusuri secara serius melalui pemeriksaan faktual dan koordinasi lintas instansi. Jika terbukti terdapat pelanggaran keimigrasian, pertambangan, kehutanan, atau lingkungan hidup, penegakan hukum harus dilakukan secara tegas, profesional, dan tanpa pandang bulu sesuai ketentuan perundang-undangan. Namun, seluruh proses tetap harus menjunjung asas praduga tak bersalah serta mengedepankan transparansi kepada masyarakat.”

Aceh

Transparansi pembangunan jembatan Alue Siron–Alue Bata di Kecamatan Tadu Raya, Kabupaten Nagan Raya, perlu mendapat perhatian serius. Masyarakat berhak mengetahui status pekerjaan, sumber anggaran, serta pihak yang bertanggung jawab. Instansi terkait diharapkan memberikan klarifikasi agar tidak menimbulkan spekulasi dan memastikan pembangunan infrastruktur berjalan secara transparan serta dapat dipertanggungjawabkan.”

Daerah

“Percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana hidrometeorologi di Nagan Raya membutuhkan sinergi, komitmen, dan kerja sama seluruh pihak. Pemerintah daerah diharapkan segera menindaklanjuti setiap rekomendasi hasil monitoring, memastikan realisasi anggaran berjalan optimal, serta mempercepat pemulihan infrastruktur dan pelayanan publik agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat terdampak.”

Aceh

“Monitoring dan evaluasi kesiapan gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Pidie menjadi langkah penting untuk memastikan pembangunan yang telah dilaksanakan dapat segera ditindaklanjuti dengan pemenuhan sarana dan prasarana. Pemerintah daerah berharap sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten mampu mempercepat operasionalisasi koperasi sebagai penggerak ekonomi gampong, memperkuat kemandirian masyarakat, serta menghadirkan manfaat nyata bagi perekonomian desa.”