Scroll untuk baca berita
AcehDaerahPOLRI

Kapolda Aceh Pimpin Sertijab Wakapolda, Kapolres Hingga Kasat Reskrim Nagan Raya Turut Dimutasi

452
×

Kapolda Aceh Pimpin Sertijab Wakapolda, Kapolres Hingga Kasat Reskrim Nagan Raya Turut Dimutasi

Sebarkan artikel ini

NEWS-BIDIK.,Banda Aceh: Polda Aceh menggelar acara kenal pamit usai upacara serah terima jabatan (sertijab) Wakapolda Aceh, para Pejabat Utama (PJU), Kapolresta, dan Kapolres jajaran. Acara kenal pamit tersebut berlangsung di Gedung Presisi Mapolda Aceh. Rabu, (09/04/2025)

Dalam sambutannya, Kapolda Aceh Irjen Achmad Kartiko menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Wakapolda Aceh yang lama, Brigjen Pol Misbahul Munauwar, serta para PJU, Kapolresta, dan Kapolres jajaran yang kini mendapat kepercayaan untuk mengemban tugas di tempat yang baru.

Jabatan baru merupakan bentuk pengakuan atas dedikasi, kompetensi, dan kinerja luar biasa yang telah ditunjukkan selama bertugas di Polda Aceh,” kata Achmad Kartiko.

Sementara itu, AKBP Rudi Saeful Hadi, S.I.K., Kapolres Nagan Raya dimutasikan sebagai Wakapolresta Cilacap Polda Jateng. Jabatan yang ditinggalkannya diisi oleh AKBP Benny Bathara, S.I.K., M.I., yang sebelumnya menjabat Kabagbinopsnal Ditreskrimum Polda Aceh

Selain Kapolres Nagan Raya, Surat Kapolda Aceh Nomor:ST/208/IV/Kep.3/2025 tanggal 8-4-2025 Kapolda Aceh turut melakukan mutasi terhadap Kasat Reskrim Nagan Raya, Iptu Vitra Ramadani dengan jabatan baru sebagai PS Panit 1 unit 3 Subdit 4 Ditreskrimsus Polda Aceh.

Posisi Kasat Reskrim Nagan Raya diganti oleh AKP Muhammad Nizar yang sebelumnya bertugas di Kanit 1 Subbid Paminal Bidpropam Polda Aceh.

Selanjutnya Ipda Maryudi Bintoro Intelkam Polres Aceh Barat kini dipercayakan kembali bertugas di Polres Nagan Raya (Pama selanjutnya diarahkan pada KBO Sat Reskrim) sedangkan Ipda Erick Andilia (sebelumnya KBO Reskrim Polres Nagan Raya) kini dapat amanah baru sebagai PS Kasiwas Polres Nagan Raya.

Selain pejabat diatas, terdapat beberapa PJU Polres Nagan Raya bergeser posisi hingga rotasi antar polsek di Wilaya hhukum Polres Nagan Raya.

Tinggalkan Balasan

Aceh

Penggeledahan Kantor Pertanahan Nagan Raya oleh tim penyidik Kejaksaan Negeri Nagan Raya mengungkap dugaan manipulasi penerbitan Sertifikat Hak Milik (SHM) di atas lahan eks HGU PT Usaha Semesta Jaya seluas 1.418,5 hektare. Lahan yang seharusnya kembali menjadi tanah negara itu justru diterbitkan atas nama keluarga pemilik perusahaan dan oknum petugas ukur dengan dasar SPORADIK yang diduga tidak sah. Penyidik menyita sejumlah dokumen penting, termasuk buku tanah dan warkah, untuk memperkuat dugaan penyalahgunaan kewenangan dan tindak pidana korupsi.”

Aceh

“Diduga kuat pengusaha pemborong besi tua di PKS PT Sofindo Seunagan menggunakan tabung Elpiji 3 kg bersubsidi untuk kegiatan pemotongan besi tua. Penggunaan yang dilakukan hampir setiap malam dan telah berlangsung hampir sepekan ini dinilai menyalahi aturan perundang-undangan. Masyarakat mendesak APH segera mengusut tuntas dugaan penyalahgunaan LPG subsidi yang semestinya diperuntukkan bagi warga kurang mampu, bukan untuk kepentingan bisnis pengusaha.”

Aceh

Bantuan kemanusiaan tahap kedua dari Pemerintah Pusat kembali tiba di Bandara Cut Nyak Dhien, Nagan Raya. Ratusan paket logistik seperti beras, minyak goreng, mie instan, dan kebutuhan pokok lainnya langsung didistribusikan ke desa-desa terdampak banjir di Aceh Barat dan Nagan Raya. ‘Kami prioritaskan wilayah yang masih terisolir dan sangat membutuhkan pasokan logistik,’ ujar Babinsa Pos Danramil Kuala Pesisir, Nanang Rusdianto. Pemerintah memastikan suplai bantuan akan terus dikirim hingga kondisi darurat mereda.”

Aceh

Petani menjadi tersangka, sementara perusahaan perkebunan diduga kebal hukum. Manipulasi HGU yang melibatkan oknum BPN/ATR harus diusut tuntas demi keadilan masyarakat Padang Panyang.”

“Sudah puluhan tahun perusahaan berkuasa, tetapi hak rakyat tak pernah benar-benar merdeka. Presiden Prabowo diharapkan turun tangan menegakkan keadilan agraria di Nagan Raya.”

“Program plasma 20 persen hanya tinggal formalitas. Sampai hari ini tidak satu pun petani menikmati hasilnya.”

“Kami meminta APH tidak menutup mata. Mafia tanah harus dihentikan, bukan rakyat yang dijadikan tumb