Scroll untuk baca berita
AcehHeadlineHukum & KriminalNEWSBIDIK ACEH JAYA

Diduga Dipicu Sengketa Penyadapan Karet, Seorang Petani di Aceh Jaya Tewas Dibacok

4207
×

Diduga Dipicu Sengketa Penyadapan Karet, Seorang Petani di Aceh Jaya Tewas Dibacok

Sebarkan artikel ini

NEWSBIDIK, Aceh Jaya — Dugaan tindak pidana pembunuhan dan/atau penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia terjadi di Desa Kuala Ligan, Kecamatan Sampoiniet, Kabupaten Aceh Jaya, Kamis (18/6/2026) pagi. Peristiwa tragis tersebut diduga dipicu oleh perselisihan terkait penyadapan pohon karet yang berujung pada aksi pembacokan menggunakan senjata tajam.

Korban diketahui berinisial BA (58), seorang petani dan pekebun warga Desa Kuala Ligan. Korban meninggal dunia setelah mengalami luka terbuka serius di bagian leher akibat tebasan parang.

Sementara itu, pelaku yang berinisial MR (45), juga berprofesi sebagai petani dan merupakan warga desa yang sama, telah diamankan aparat kepolisian setelah menyerahkan diri sesaat usai kejadian.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, peristiwa bermula sekitar pukul 07.30 WIB ketika pelaku berangkat menuju kebun miliknya. Setibanya di lokasi, pelaku mendapati sejumlah pohon karet miliknya telah disadap oleh pihak lain tanpa izin.

Pelaku kemudian menemui korban dan menanyakan siapa yang melakukan penyadapan tersebut. Saat itu, korban menjelaskan bahwa penyadapan dilakukan oleh pekerja milik seseorang yang dikenal dengan panggilan “Thok” dan meminta agar persoalan tersebut tidak menimbulkan keributan.

Tidak berhenti sampai di situ, pelaku kemudian mendatangi para pekerja yang berada di lokasi dan memperoleh informasi bahwa kegiatan penyadapan tersebut dilakukan atas perintah korban. Informasi itu diduga memicu emosi pelaku.

Dalam kondisi emosi, pelaku kembali mencari korban menggunakan becak sambil membawa satu bilah parang panjang.

Sekitar pukul 09.00 WIB, pelaku menemukan korban sedang berada di warung milik seorang warga di Desa Kuala Ligan. Saat tiba di lokasi, pelaku turun dari kendaraan sambil membawa parang dan mendekati korban.

Situasi sempat berhasil diredam oleh salah seorang saksi yang mengambil parang dari tangan pelaku dan meletakkannya di bawah pondok. Saksi juga berupaya menenangkan suasana dengan mengajak pelaku duduk dan menyelesaikan persoalan secara baik-baik.

Namun, setelah pembicaraan selesai dan pelaku diminta pulang, situasi berubah drastis. Pelaku kembali mengambil parang yang sebelumnya diletakkan di bawah pondok dan secara tiba-tiba menebaskan senjata tersebut ke arah leher sebelah kiri korban.

Korban yang mengalami luka berat langsung dilarikan ke Puskesmas Lhok Kruet untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, berdasarkan hasil pemeriksaan tenaga kesehatan, korban dinyatakan meninggal dunia.

Usai melakukan pembacokan, pelaku langsung mendatangi Polsek Sampoiniet dan menyerahkan diri kepada petugas.

Mendapat laporan kejadian tersebut, Unit Pidana Umum, Unit Resmob, serta Kaur Identifikasi Satreskrim Polres Aceh Jaya bergerak ke lokasi kejadian dan melakukan pengamanan terhadap pelaku serta sejumlah barang bukti.

Dalam penanganan perkara ini, polisi turut mengamankan satu bilah parang bergagang kayu, pakaian korban yang berlumuran darah, dokumentasi dan foto tempat kejadian perkara, serta sejumlah barang bukti lain yang berkaitan dengan dugaan tindak pidana.

Berdasarkan penyelidikan awal, motif sementara diduga berkaitan dengan perselisihan mengenai penyadapan atau pengambilan hasil getah karet yang dianggap dilakukan atas perintah korban. Aparat kepolisian masih terus mendalami perkara untuk memastikan seluruh rangkaian peristiwa dan unsur pidana yang terpenuhi sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Baca Juga

Bidhumas Polda Aceh Borong Dua Penghargaan di Rakernis Humas Polri 2026

Kapolri Apresiasi Program Rutilahu Polda Jabar, 168 Rumah Warga Berhasil Diperbaiki

Empat, Penambang Emas Nyawa Melayang 6 luka Luka Tertimbun Longsor . Kab.Aceh Jaya- Calang

Tinggalkan Balasan

Aceh

“Keberadaan perusahaan di tengah masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi penggerak ekonomi daerah, tetapi juga membuka peluang kerja bagi warga sekitar serta tetap menjaga kelestarian lingkungan. Hubungan yang harmonis antara perusahaan dan masyarakat harus terus dibangun melalui komunikasi, musyawarah, dan kerja sama yang berkelanjutan,” — Teuku Khalilullah, Camat Tadu Raya.

Aceh

“Turnamen Badminton Kapolres Cup VI bukan sekadar ajang kompetisi olahraga, tetapi menjadi momentum mempererat kebersamaan, memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat, serta membuka ruang lahirnya atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Nagan Raya di masa depan,” ujar Kapolres Nagan Raya AKBP Dr. Benny Bathara, S.I.K., M.I.K. saat membuka turnamen dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026. :::

Aceh

“Pemerintah Kabupaten Nagan Raya meminta pemerintah pusat mempercepat pembangunan 647 hunian tetap bagi korban banjir di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang. Selain hunian, percepatan pembangunan sekolah permanen dan pemulihan infrastruktur jembatan yang rusak juga menjadi prioritas agar masyarakat dapat kembali menjalani aktivitas secara normal.”

Aceh

“PT Sofindo Seunagan kembali menunjukkan komitmennya terhadap kesehatan dan keselamatan kerja dengan menggelar Medical Check Up (MCU) bagi seluruh karyawan dan buruh pekerja. Pemeriksaan kesehatan yang berlangsung selama 2-4 Juni 2026 ini menjadi langkah nyata perusahaan dalam memastikan kondisi kesehatan tenaga kerja tetap terjaga sekaligus mendukung terciptanya lingkungan kerja yang sehat, aman, produktif, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.”

Aceh

Pancasila tidak boleh berhenti sebagai hafalan yang diucapkan setiap peringatan 1 Juni. Nilai-nilainya harus hadir dalam tindakan nyata, mulai dari menghormati perbedaan, menjaga persatuan, hingga mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Masa depan bangsa tidak ditentukan oleh seberapa lantang kita menyebut Pancasila, tetapi oleh seberapa konsisten kita mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.”

Aceh

“Melalui pembinaan teknis lanjutan EPSS ini, kami berharap seluruh SKPK di Kabupaten Nagan Raya dapat memperkuat tata kelola statistik sektoral yang akurat, terintegrasi, dan terpercaya guna mendukung pengambilan kebijakan berbasis data serta meningkatkan nilai Indeks Pembangunan Statistik (IPS) Tahun 2026.” — Masitoh, S.K.M., M.K.M., Kabid Statistik Diskominfo Kabupaten Nagan Raya.