Scroll untuk baca berita
NasionalPOLRI

Ketum Fast Respon Apresiasi Kapolri, Tolak Keras Wacana Polri di Bawah Kementerian: Jangan Ciptakan Matahari Kembar!

261
×

Ketum Fast Respon Apresiasi Kapolri, Tolak Keras Wacana Polri di Bawah Kementerian: Jangan Ciptakan Matahari Kembar!

Sebarkan artikel ini
Jakarta – Ketua Umum Fast Respon Nusantara, Agus Flores, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, M.Si., atas sikap tegas dan konsistennya dalam menolak wacana penempatan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) di bawah kementerian. Menurut Agus Flores, sikap Kapolri tersebut mencerminkan komitmen kuat dalam menjaga independensi, profesionalisme, serta marwah institusi Polri sebagai alat negara yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden. “Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, M.Si., yang secara tegas menolak Polri berada di bawah kementerian. Ini merupakan sikap negarawan dalam menjaga sistem ketatanegaraan agar tidak menimbulkan matahari kembar,” tegas Agus Flores, Senin (26/01/2026). Ia menilai, apabila Polri ditempatkan di bawah kementerian, hal tersebut berpotensi menimbulkan dualisme komando, memperpanjang rantai birokrasi, serta melemahkan efektivitas pelayanan dan penegakan hukum kepada masyarakat. Kapolri sendiri menegaskan bahwa Polri harus tetap berada langsung di bawah Presiden. Ia juga menolak wacana pembentukan Kementerian Kepolisian, termasuk jika dirinya diminta untuk menjabat sebagai menteri dalam struktur tersebut. “Saya menolak Polri berada di bawah kementerian. Polri harus langsung bertanggung jawab kepada Presiden. Jangan sampai muncul matahari kembar dalam sistem pemerintahan,” tegas Kapolri. Agus Flores menambahkan, Fast Respon Nusantara mendukung penuh sikap Kapolri demi menjaga Polri tetap kuat, independen, dan fokus dalam melayani rakyat, tanpa terseret kepentingan struktural kementerian. “Ini bukan sekadar persoalan struktur organisasi, tetapi menyangkut masa depan Polri dan kepercayaan publik. Kami berdiri penuh mendukung Kapolri,” pungkasnya.

NEWS BIDK, Jakarta – Ketua Umum Fast Respon Nusantara, Agus Flores, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, M.Si., atas sikap tegas dan konsistennya dalam menolak wacana penempatan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) di bawah kementerian.

Baca juga

Pangeran Jayakarta, Simbol Perlawanan Awal terhadap Kolonialisme di Jakarta

Menurut Agus Flores, sikap Kapolri tersebut mencerminkan komitmen kuat dalam menjaga independensi, profesionalisme, serta marwah institusi Polri sebagai alat negara yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden.

“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, M.Si., yang secara tegas menolak Polri berada di bawah kementerian. Ini merupakan sikap negarawan dalam menjaga sistem ketatanegaraan agar tidak menimbulkan matahari kembar,” tegas Agus Flores, Senin (26/01/2026).

Ia menilai, apabila Polri ditempatkan di bawah kementerian, hal tersebut berpotensi menimbulkan dualisme komando, memperpanjang rantai birokrasi, serta melemahkan efektivitas pelayanan dan penegakan hukum kepada masyarakat.

Baca juga

Polri-Bulog Gelar Operasi Pangan Murah, Warga Jakarta Serbu Lokasi Penjualan

Kapolri sendiri menegaskan bahwa Polri harus tetap berada langsung di bawah Presiden. Ia juga menolak wacana pembentukan Kementerian Kepolisian, termasuk jika dirinya diminta untuk menjabat sebagai menteri dalam struktur tersebut.

“Saya menolak Polri berada di bawah kementerian. Polri harus langsung bertanggung jawab kepada Presiden. Jangan sampai muncul matahari kembar dalam sistem pemerintahan,” tegas Kapolri.

Agus Flores menambahkan, Fast Respon Nusantara mendukung penuh sikap Kapolri demi menjaga Polri tetap kuat, independen, dan fokus dalam melayani rakyat, tanpa terseret kepentingan struktural kementerian.

Baca juga

Prabowo dan Anwar Ibrahim Tegaskan Kemitraan Strategis dalam Pertemuan Persahabatan di Jakarta

“Ini bukan sekadar persoalan struktur organisasi, tetapi menyangkut masa depan Polri dan kepercayaan publik. Kami berdiri penuh mendukung Kapolri,” pungkasnya.

Aceh

“Turnamen Badminton Kapolres Cup VI bukan sekadar ajang kompetisi olahraga, tetapi menjadi momentum mempererat kebersamaan, memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat, serta membuka ruang lahirnya atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Nagan Raya di masa depan,” ujar Kapolres Nagan Raya AKBP Dr. Benny Bathara, S.I.K., M.I.K. saat membuka turnamen dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026. :::

Aceh

Pancasila tidak boleh berhenti sebagai hafalan yang diucapkan setiap peringatan 1 Juni. Nilai-nilainya harus hadir dalam tindakan nyata, mulai dari menghormati perbedaan, menjaga persatuan, hingga mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Masa depan bangsa tidak ditentukan oleh seberapa lantang kita menyebut Pancasila, tetapi oleh seberapa konsisten kita mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.”