Scroll untuk baca berita
AcehNEWS-BIDIK NAGANRAYAPeristiwa

Diduga Gantung Diri, Seorang Sopir Truk Ditemukan Meninggal Dunia di Desa Blang Muko

3540
×

Diduga Gantung Diri, Seorang Sopir Truk Ditemukan Meninggal Dunia di Desa Blang Muko

Sebarkan artikel ini

NEWS BIDIK, Nagan Raya – Warga Desa Blang Muko, Kecamatan Kuala, Kabupaten Nagan Raya digegerkan dengan penemuan seorang pria yang ditemukan meninggal dunia di dalam sebuah mobil truk pada Kamis malam, (15/01/2026) pukul 20.00 wib.

Korban diketahui berinisial D (22), seorang sopir truk asal Desa Wangureja, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat. Korban ditemukan dalam kondisi tergantung di bagian dalam mobil UD Truck CKE 250 yang terparkir di pinggir jalan raya Nagan Raya menuju Aceh Barat, tepatnya di depan Masjid Desa Blang Muko.

Kapolres Nagan Raya AKBP Dr. Benny Bathara., S.I.K., M.I.K melalui Kasat Reskrim AKP Muhammad Rizal, S.E., S.H., M.H. Polres Nagan Raya membenarkan adanya peristiwa tersebut. Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi kejadian, korban diduga meninggal dunia akibat gantung diri menggunakan tali tambang yang terikat pada pegangan pintu bagian dalam sebelah kiri mobil.

“Korban ditemukan sudah dalam keadaan tidak bernyawa. Dugaan sementara korban meninggal akibat gantung diri. Namun demikian, kami tetap melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kematian korban,” ujar Kasat Reskrim.

Berdasarkan keterangan saksi-saksi, peristiwa tersebut pertama kali diketahui setelah Keuchik Desa Blang Muko menerima laporan dari warga dan selanjutnya diteruskan kepada perangkat desa. Saksi kemudian mendatangi lokasi kejadian dan mendapati korban sudah dalam kondisi meninggal dunia di dalam kendaraan.

Dari hasil pemeriksaan awal terhadap barang pribadi korban, petugas juga menemukan rekaman pesan suara (voice note) pada aplikasi WhatsApp yang mengindikasikan adanya pertengkaran antara korban dengan kekasihnya sebelum kejadian. Temuan tersebut saat ini masih didalami oleh penyidik sebagai bagian dari proses penyelidikan.

Sekitar pukul 23.30 WIB, jenazah korban dievakuasi ke Rumah Sakit Iskandar Muda Kabupaten Nagan Raya untuk dilakukan pemeriksaan medis lebih lanjut.

Adapun langkah-langkah yang telah dilakukan oleh pihak kepolisian antara lain mendatangi dan mengamankan tempat kejadian perkara (TKP), melakukan olah TKP, mencatat keterangan saksi-saksi, mengevakuasi korban ke rumah sakit, serta melaporkan kejadian tersebut kepada pimpinan.

Polres Nagan Raya mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi terkait peristiwa ini dan mempercayakan sepenuhnya penanganan kasus kepada pihak kepolisian hingga hasil pemeriksaan resmi dikeluarkan.

Tinggalkan Balasan

Aceh

“Dugaan aktivitas warga negara asing di kawasan hutan Aceh harus ditelusuri secara serius melalui pemeriksaan faktual dan koordinasi lintas instansi. Jika terbukti terdapat pelanggaran keimigrasian, pertambangan, kehutanan, atau lingkungan hidup, penegakan hukum harus dilakukan secara tegas, profesional, dan tanpa pandang bulu sesuai ketentuan perundang-undangan. Namun, seluruh proses tetap harus menjunjung asas praduga tak bersalah serta mengedepankan transparansi kepada masyarakat.”

Aceh

Transparansi pembangunan jembatan Alue Siron–Alue Bata di Kecamatan Tadu Raya, Kabupaten Nagan Raya, perlu mendapat perhatian serius. Masyarakat berhak mengetahui status pekerjaan, sumber anggaran, serta pihak yang bertanggung jawab. Instansi terkait diharapkan memberikan klarifikasi agar tidak menimbulkan spekulasi dan memastikan pembangunan infrastruktur berjalan secara transparan serta dapat dipertanggungjawabkan.”

Daerah

“Percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana hidrometeorologi di Nagan Raya membutuhkan sinergi, komitmen, dan kerja sama seluruh pihak. Pemerintah daerah diharapkan segera menindaklanjuti setiap rekomendasi hasil monitoring, memastikan realisasi anggaran berjalan optimal, serta mempercepat pemulihan infrastruktur dan pelayanan publik agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat terdampak.”

Aceh

“Monitoring dan evaluasi kesiapan gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Pidie menjadi langkah penting untuk memastikan pembangunan yang telah dilaksanakan dapat segera ditindaklanjuti dengan pemenuhan sarana dan prasarana. Pemerintah daerah berharap sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten mampu mempercepat operasionalisasi koperasi sebagai penggerak ekonomi gampong, memperkuat kemandirian masyarakat, serta menghadirkan manfaat nyata bagi perekonomian desa.”