NEWS BIDIK,pangandaran Kasus dugaan pencabulan terhadap lima remaja putri yang terjadi di salah satu penginapan di wilayah Pangandaran beberapa waktu lalu tengah mengundang perhatian publik. Pasalnya pelaku dugaan pencabulan adalah salah seorang oknum kepala sekolah inisial (UR) yang bertugas di SDN yang ada di Kabupaten Tasikmalaya.
Kepala UPTD PPA Kota Tasikmalaya, Epi Mulyana,S.H,M.H, mengatakan pendampingan tersebut dilakukan untuk memulihkan kondisi psikologis anak, pasca kejadian.
Saat ini kami tengah melakukan pendampingan terhadap lima remaja tersebut, guna memulihkan kondisi psikologis” ungkap Epi, saat dihubungi via WhatsApp pada Senin malam, 15 Desember 2025.
Selain itu, pihak PPA bersama Dinas sosial dan tim tekhnis juga ikut mendampingi dalam proses penjemputan kelima remaja tersebut di wilayah Pangandaran.
Kasus Dalam Penyelidikan Dikatakan Epi, saat ini pihaknya belum bisa memberikan keterangan lebih luas, karena kasusnya masih dalam penyelidikan pihak Polres Pangandaran. ” Mohon maaf, saat ini kami belum bisa banyak memberikan keterangan, karena kasusnya masih dalam penyelidikan Polres Pangandaran” tutup Epi.
Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun, saat ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Tasikmalaya berencana untuk menunjuk pelaksana tugas (Plt) Kepala Sekolah di SDN tempat (UR) bertugas, guna memastikan aktivitas pendidikan di sekolah tersebut tidak terganggu.
Kasus ini tentunya menjadi tamparan keras bagi dunia pendidikan, khususnya di Kabupaten Tasikmalaya, dimana seorang guru, terlebih kepala sekolah seyogyanya memberikan contoh teladan yang baik bagi para guru dan peserta didiknya.
Kejadian ini juga menjadi pelajaran berharga bagi seluruh insan pendidikan, guna meningkatkan pengawasan, keimanan dan ketaqwaan agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. sSehingga mencoreng nama baik keluarga dan marwan instansi pendidikan yang seharusnya di jaga dan dijungjung tinggi





















