Scroll untuk baca berita
HeadlineJawa TengahNasionalPeristiwa

Tiga Jenazah Kembali Ditemukan di Sektor A2 dan C2, Tim SAR Berpacu dengan Ancaman Cuaca Buruk

7748
×

Tiga Jenazah Kembali Ditemukan di Sektor A2 dan C2, Tim SAR Berpacu dengan Ancaman Cuaca Buruk

Sebarkan artikel ini

NEWS BIDIK, Banjarnegara — Upaya pencarian korban longsor di wilayah Pandanarum kembali membuahkan hasil. Tiga jenazah berhasil ditemukan pada Kamis siang, (20/11/ 2025), masing-masing di sektor C2 dan A2.

Penemuan pertama terjadi pada pukul 10.40 WIB, disusul temuan kedua pada pukul 11.00 WIB, dan temuan ketiga pukul 12.50 WIB.

Kepala Basarnas Semarang, Budiono, membenarkan penemuan tersebut.

“Alhamdulillah, kami kembali menemukan tiga jenazah di sektor A2 dan C2. Untuk sektor A2, korban tertimbun sedalam satu meter, sedangkan di sektor C2 korban ditemukan di ujung longsoran dengan kondisi tertimbun setengah meter,” ujarnya.

Meski tiga jenazah telah diangkat, identitas ketiganya masih belum diketahui. Saat ini proses identifikasi berlangsung di Posko Antemortem yang berpusat di Puskesmas Pandanarum.

“Untuk identifikasi belum diketahui dan saat ini sedang dalam identifikasi,” tambah Budiono.

Di sisi lain, kondisi cuaca menjadi tantangan serius bagi kelanjutan operasi pencarian. Berdasarkan informasi BMKG Banjarnegara, wilayah Pandanarum diprediksi diguyur hujan ringan hingga lebat dalam dua hari ke depan, terutama pada siang hingga sore hari.

Situasi ini membuat Tim SAR gabungan harus berpacu dengan waktu. Sebanyak 12 unit excavator dikerahkan untuk mempercepat proses pencarian di area longsor yang luas dan dalam.

“Untuk saat ini tim masih melanjutkan pencarian dengan dibantu 12 excavator. Semoga semakin cepat dan banyak korban yang ditemukan,” pungkas Budiono.

Operasi pencarian masih terus dilakukan dengan kewaspadaan tinggi mengingat potensi hujan yang dapat memicu longsor susulan.

Tinggalkan Balasan

Daerah

“Kami meminta aparat penegak hukum segera mendalami dugaan penimbunan dan penyalahgunaan solar bersubsidi ini secara profesional dan transparan. Jika ditemukan unsur pidana, kami berharap proses hukum dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku dan tidak berhenti di tengah jalan,” ujar Joker, perwakilan Media Hukum dan Kriminal wilayah Kabupaten Jepara

Daerah

“Bantuan revitalisasi SMP Islam Darurrohman Jondang, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara, dengan anggaran hampir Rp500 juta, menjadi sorotan. Pekerjaan yang meliputi atap, jendela, dan lantai dinilai perlu diklarifikasi karena kondisi gedung sekolah telah berusia lebih dari 40 tahun. Pihak sekolah mengaku sebelumnya mengusulkan penanganan gedung yang dianggap menjadi prioritas, namun pekerjaan yang diarahkan justru mencakup tiga bagian tersebut. Selain itu, pelaksanaan proyek juga disorot terkait pengawasan dan penggunaan tenaga kerja dari luar desa. Tim media mendorong pihak dinas dan instansi terkait melakukan pemeriksaan teknis serta administrasi untuk memastikan pekerjaan sesuai perencanaan, spesifikasi, dan ketentuan mekanisme