Scroll untuk baca berita
HeadlineJawa TengahNasionalPeristiwa

Tiga Jenazah Kembali Ditemukan di Sektor A2 dan C2, Tim SAR Berpacu dengan Ancaman Cuaca Buruk

7494
×

Tiga Jenazah Kembali Ditemukan di Sektor A2 dan C2, Tim SAR Berpacu dengan Ancaman Cuaca Buruk

Sebarkan artikel ini

NEWS BIDIK, Banjarnegara — Upaya pencarian korban longsor di wilayah Pandanarum kembali membuahkan hasil. Tiga jenazah berhasil ditemukan pada Kamis siang, (20/11/ 2025), masing-masing di sektor C2 dan A2.

Penemuan pertama terjadi pada pukul 10.40 WIB, disusul temuan kedua pada pukul 11.00 WIB, dan temuan ketiga pukul 12.50 WIB.

Kepala Basarnas Semarang, Budiono, membenarkan penemuan tersebut.

“Alhamdulillah, kami kembali menemukan tiga jenazah di sektor A2 dan C2. Untuk sektor A2, korban tertimbun sedalam satu meter, sedangkan di sektor C2 korban ditemukan di ujung longsoran dengan kondisi tertimbun setengah meter,” ujarnya.

Meski tiga jenazah telah diangkat, identitas ketiganya masih belum diketahui. Saat ini proses identifikasi berlangsung di Posko Antemortem yang berpusat di Puskesmas Pandanarum.

“Untuk identifikasi belum diketahui dan saat ini sedang dalam identifikasi,” tambah Budiono.

Di sisi lain, kondisi cuaca menjadi tantangan serius bagi kelanjutan operasi pencarian. Berdasarkan informasi BMKG Banjarnegara, wilayah Pandanarum diprediksi diguyur hujan ringan hingga lebat dalam dua hari ke depan, terutama pada siang hingga sore hari.

Situasi ini membuat Tim SAR gabungan harus berpacu dengan waktu. Sebanyak 12 unit excavator dikerahkan untuk mempercepat proses pencarian di area longsor yang luas dan dalam.

“Untuk saat ini tim masih melanjutkan pencarian dengan dibantu 12 excavator. Semoga semakin cepat dan banyak korban yang ditemukan,” pungkas Budiono.

Operasi pencarian masih terus dilakukan dengan kewaspadaan tinggi mengingat potensi hujan yang dapat memicu longsor susulan.

Tinggalkan Balasan

Nasional

“Kepemimpinan terpusat Presiden dalam operasi terpadu penanganan banjir Sumatera dinilai menjadi faktor penentu stabilitas nasional. Dengan penyatuan komando antara TNI tiga matra, Basarnas, BNPB, Polri, dan pemerintah daerah, respons kemanusiaan berjalan lebih cepat, terarah, dan bebas dari tumpang tindih kewenangan. Pendekatan ini sekaligus memastikan tidak ada celah intervensi pihak asing dalam operasi yang bersifat sensitif, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai poros maritim yang stabil di kawasan.”

Jawa Tengah

Gudang diduga menjadi pusat penimbunan solar bersubsidi di Desa Sruwen, Tengaran, Kabupaten Semarang akhirnya terbongkar. Tim investigasi menemukan puluhan tandon 1.000 liter, mesin pompa besar, serta jejak aktivitas armada mobil yang keluar-masuk membawa BBM dari berbagai SPBU. Warga mendesak aparat penegak hukum segera mengusut tuntas dugaan mafia solar yang merugikan negara hingga miliaran rupiah.”

Jawa Tengah

“Warga mendesak Dinas Imigrasi Jawa Tengah mengambil langkah tegas terkait dugaan keberadaan tenaga kerja asing (TKA) ilegal yang bekerja tanpa izin di Kawasan Industri Kendal (KIK). Temuan adanya mess penampungan, upah di bawah standar, hingga ketiadaan BPJS dan K3 memperkuat dugaan praktik pelanggaran ketenagakerjaan oleh perusahaan. Kasus ini kini menjadi sorotan dan menunggu tindakan nyata dari pihak berwenang.”

Hukum & Kriminal

Temuan di lapangan memperlihatkan adanya dugaan kuat penyimpangan pada proyek revitalisasi SD Negeri 2 Geneng Jepara. Pekerjaan yang seharusnya dilaksanakan dengan mekanisme swakelola justru dikerjakan oleh pihak rekanan, sehingga menimbulkan tanda tanya besar terkait transparansi, mutu, dan akuntabilitas penggunaan anggaran negara. Lembaga dan tim media berencana membawa temuan ini ke BPK serta Kejaksaan untuk memastikan ada penegakan hukum yang tegas.”

Aceh

Petani menjadi tersangka, sementara perusahaan perkebunan diduga kebal hukum. Manipulasi HGU yang melibatkan oknum BPN/ATR harus diusut tuntas demi keadilan masyarakat Padang Panyang.”

“Sudah puluhan tahun perusahaan berkuasa, tetapi hak rakyat tak pernah benar-benar merdeka. Presiden Prabowo diharapkan turun tangan menegakkan keadilan agraria di Nagan Raya.”

“Program plasma 20 persen hanya tinggal formalitas. Sampai hari ini tidak satu pun petani menikmati hasilnya.”

“Kami meminta APH tidak menutup mata. Mafia tanah harus dihentikan, bukan rakyat yang dijadikan tumb