Scroll untuk baca berita
BOGORNasional

Dari Hambalang, Presiden Prabowo Pimpin Rapat Penanganan Karhutla: Apresiasi Kinerja dan Tegaskan Penegakan Hukum

815
×

Dari Hambalang, Presiden Prabowo Pimpin Rapat Penanganan Karhutla: Apresiasi Kinerja dan Tegaskan Penegakan Hukum

Sebarkan artikel ini

NEWS-BIDIK, BOGOR — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memimpin rapat terbatas bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih melalui konferensi video dari kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor, pada akhir pekan. Rapat ini difokuskan untuk memantau perkembangan penanganan dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah ancaman cuaca panas ekstrem. Senen, (4/8/2025).

Baca Juga 

Presiden Prabowo Terima Kunjungan Jenderal AS di Istana, Bahas Penguatan Kerja Sama Pertahanan

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dalam keterangan tertulis menyampaikan bahwa Presiden Prabowo memberikan apresiasi kepada kementerian terkait serta tim di lapangan atas upaya mitigasi yang telah dijalankan sejauh ini.

“Presiden memberikan apresiasi kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan kementerian lainnya, serta tim penanggulangan karhutla atas kerja keras mereka dalam upaya pencegahan dan penanganan kebakaran hutan di seluruh wilayah Indonesia,” ungkap Seskab Teddy.

Dalam rapat tersebut, Presiden juga menyoroti adanya penurunan signifikan luas area terdampak kebakaran hutan dan lahan dalam dua tahun terakhir.

 

Menurut data yang disampaikan, sepanjang tahun 2024 tercatat penurunan luas karhutla sebesar 33,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya, atau sekitar 376.805 hektare. Sementara itu, hingga Agustus 2025, luas area kebakaran semakin menurun menjadi 8.955 hektare.

Baca Juga 

Pemerintah Mulai Program Cek Kesehatan Gratis di Sekolah, Sasar 53,8 Juta Siswa

Presiden Prabowo menekankan pentingnya menjaga konsistensi dalam penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan. Ia mengingatkan agar seluruh elemen, baik di pusat maupun daerah, tetap siaga menghadapi potensi kebakaran yang masih bisa terjadi selama musim kemarau.

 

“Penegakan hukum terhadap pelaku pembakar hutan dan lahan harus terus diperkuat. Presiden mengingatkan Tim Karhutla di semua level untuk tetap waspada, mengingat musim kemarau diperkirakan masih berlangsung hingga akhir Agustus 2025,” jelas Seskab Teddy.

 

Rapat terbatas ini merupakan bagian dari langkah strategis pemerintah dalam memperkuat koordinasi nasional menghadapi risiko kebakaran hutan dan lahan, yang semakin meningkat akibat perubahan iklim dan cuaca ekstrem. (BPMI Setpres)

Headline

“Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 145/PUU-XXIII/2025 menjadi tonggak penting dalam memperkuat perlindungan hukum bagi wartawan di Indonesia. MK menegaskan bahwa sengketa terkait karya jurnalistik harus diselesaikan melalui mekanisme pers dengan melibatkan Dewan Pers, bukan langsung melalui jalur pidana maupun perdata. Prinsip ini menegaskan bahwa Undang-Undang Pers sebagai aturan khusus harus diutamakan guna mencegah kriminalisasi terhadap jurnalis serta menjaga kebebasan pers sebagai pilar utama demokrasi.”

Daerah

Polisi dari Kapal Polisi (KP) Tekukur–5010 Korpolairud Baharkam Polri berhasil menggagalkan praktik penangkapan ikan menggunakan bahan peledak di perairan Kecamatan Mawasangka, Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara. Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan seorang terduga pelaku beserta lima botol yang diduga berisi bahan peledak serta sejumlah peralatan selam yang digunakan untuk melakukan aksi bom ikan.

Aceh

Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja, profesionalisme, dan inovasi dalam pelayanan kepada masyarakat. Ini adalah hasil kerja keras seluruh personel,” ujar Kapolres Nagan Raya, AKBP Dr. Benny Bathara, S.I.K., M.I.K., usai menerima penghargaan pada Rapim Polda Aceh Tahun 2026 di Banda Aceh.

Transformasi pemasyarakatan yang digagas Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan bersama Direktorat Jenderal Pemasyarakatan menjadi bukti bahwa lembaga pemasyarakatan mampu berkontribusi nyata terhadap ketahanan pangan nasional. Di bawah kepemimpinan Agus Andrianto, lapas tidak hanya menjadi tempat pembinaan, tetapi juga pusat produktivitas dan harapan baru bagi warga binaan.”