Scroll untuk baca berita
NasionalPendidikan

Pemerintah Mulai Program Cek Kesehatan Gratis di Sekolah, Sasar 53,8 Juta Siswa

671
×

Pemerintah Mulai Program Cek Kesehatan Gratis di Sekolah, Sasar 53,8 Juta Siswa

Sebarkan artikel ini

NEWS-BIDIK, Jakarta,Pemerintah terus mengakselerasi pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi masyarakat dengan memperluas jangkauan ke lingkungan pendidikan melalui peluncuran CKG Sekolah. Program ini resmi dimulai pada Senin (4/8/2025)), dengan menyasar 53,8 juta siswa dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA), termasuk Madrasah, Pesantren, Sekolah Rakyat, hingga Sekolah Luar Biasa (SLB)

Baca Juga 

Diduga Kepala Desa Blang Bintang Tidak Transparan Pengunaan Dana Desa . Pekerjaan Fiktif, Asal Bapak Senang

Lebih lanjut, Budi menekan kan.pentingnya pemeriksaan kesehatan jiwa sebagai bagian dari CKG Sekolah. Menurutnya, deteksi dini gangguan mental pada anak-anak selama ini masih belum optimal.

“Kita mulai mengukur tingkat kecemasan dan depresi agar bisa segera ditindaklanjuti sejak dini,” ujarnya.

Senada dengan itu, Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes, Maria Endang Sumiwi, menjelaskan bahwa CKG Sekolah menyasar anak-anak usia 7 hingga 17 tahun. Jenis pemeriksaan disesuaikan dengan jenjang pendidikan masing-masing siswa.

Baca Juga 

Diduga Proyek Irigasi Jeuram Tak Transparan, Puluhan Petani Kuala Nagan Raya Tuntut Kepastian

“Pemeriksaan ini kami sesuaikan dengan permasalahan kesehatan anak yang paling umum serta beban penyakit yang besar di masyarakat,” kata Maria.

Jenis Pemeriksaan CKG Sekolah Berdasarkan Jenjang Pendidikan

1. SD/Sederajat (7–12 tahun):

Status gizi

Merokok (kelas 5–6)

Tingkat aktivitas fisik (kelas 4–6)

Tekanan darah

Gula darah

Tuberkulosis

Pemeriksaan telinga dan mata

Pemeriksaan gigi

Pemeriksaan jiwa

Hepatitis B

Kesehatan reproduksi (kelas 4–6)

Riwayat imunisasi (kelas 1)

2. SMP/Sederajat (13–15 tahun):

Status gizi

Merokok

Tingkat aktivitas fisik

Tekanan darah

Gula darah (kelas 7)

Tuberkulosis

Talasemia

Anemia (kelas 7)

Telinga, mata, dan gigi

Pemeriksaan jiwa

Hepatitis B dan C

Kesehatan reproduksi

Imunisasi HPV (kelas 9, khusus putri)

3. SMA/Sederajat (16–17 tahun):

Status gizi

Merokok

Tingkat aktivitas fisik

Tekanan darah

Gula darah

Tuberkulosis

Talasemia

Anemia (kelas 10 putri)

Telinga, mata, dan gigi

Pemeriksaan jiwa

Hepatitis B dan C

Kesehatan reproduksi

Program CKG Sekolah menjadi langkah konkret pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan anak-anak usia sekolah, sekaligus menjadi upaya preventif terhadap potensi masalah kesehatan jangka panjang di masa depan.,(UN – Kemensetneg)

Tinggalkan Balasan

Daerah

“Bantuan revitalisasi SMP Islam Darurrohman Jondang, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara, dengan anggaran hampir Rp500 juta, menjadi sorotan. Pekerjaan yang meliputi atap, jendela, dan lantai dinilai perlu diklarifikasi karena kondisi gedung sekolah telah berusia lebih dari 40 tahun. Pihak sekolah mengaku sebelumnya mengusulkan penanganan gedung yang dianggap menjadi prioritas, namun pekerjaan yang diarahkan justru mencakup tiga bagian tersebut. Selain itu, pelaksanaan proyek juga disorot terkait pengawasan dan penggunaan tenaga kerja dari luar desa. Tim media mendorong pihak dinas dan instansi terkait melakukan pemeriksaan teknis serta administrasi untuk memastikan pekerjaan sesuai perencanaan, spesifikasi, dan ketentuan mekanisme

Jawa Tengah

Selain SMKN 5 Semarang, dua sekolah lainnya yang turut menerima penghargaan sebagai SMA/SMK Teraktif adalah SMA Negeri 3 Semarang dan SMA Negeri 6 Semarang.
Program Rengganis Pintar merupakan upaya Disperindag Jawa Tengah untuk mendorong penerapan konsep green industry di dunia pendidikan sekaligus meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya industri yang ramah lingkungan sebagai strategi memperkuat daya saing dan ekspor daerah.