Scroll untuk baca berita
DaerahUngaran

Komunitas TERATE Lereng Ungaran Galang Dana untuk Anggota yang Sakit Lewat Kopi Darat

589
×

Komunitas TERATE Lereng Ungaran Galang Dana untuk Anggota yang Sakit Lewat Kopi Darat

Sebarkan artikel ini

NEWS-BIDIK,//UNGARAN, KABUPATEN SEMARANG – Solidaritas dan kepedulian menjadi semangat utama dalam pertemuan kopi darat yang digelar Komunitas TERATE Lereng Gunung Ungaran, Kamis (22/5) malam. Dalam acara yang berlangsung mulai pukul 19.22 WIB tersebut, para anggota dan simpatisan berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp570.000 untuk membantu salah satu anggota mereka, Mas Agung (akrab disapa Kentus), yang tengah berjuang melawan sakit.

Pertemuan hangat ini menjadi bukti nyata bahwa semangat kebersamaan masih kuat terjaga di tengah masyarakat. Para peserta hadir bukan hanya untuk bersilaturahmi, tetapi juga menunjukkan kepedulian secara nyata. Mereka datang dengan semangat memberi, membawa kontribusi, ide, dan harapan untuk membantu sesama.

Mas Agung W., koordinator komunitas sekaligus penggerak kegiatan, menyampaikan apresiasi mendalam atas antusiasme yang ditunjukkan para anggota. Ia menekankan pentingnya solidaritas dan peran komunitas dalam mendukung anggotanya yang sedang mengalami kesulitan.

“Ini bukan hanya soal uang, tapi soal kebersamaan. Saat ada yang jatuh, kita bangkitkan bersama. Itu semangat TERATE,” ujar Mas Agung W. tegas.

Selain penggalangan dana secara langsung, pertemuan ini juga menjadi ajang diskusi strategis. Para anggota bertukar pikiran mengenai cara-cara kreatif untuk memperluas jangkauan donasi dan meningkatkan partisipasi dalam kegiatan sosial lainnya. Beberapa ide seperti open donasi digital dan kolaborasi dengan komunitas lain pun turut mengemuka.

Kegiatan ini diharapkan menjadi pemantik bagi gerakan solidaritas serupa di wilayah lain. Komunitas TERATE membuktikan bahwa lewat langkah sederhana dan niat tulus, bantuan nyata bisa terwujud untuk mereka yang membutuhkan.

Tinggalkan Balasan

Aceh

“Turnamen Badminton Kapolres Cup VI bukan sekadar ajang kompetisi olahraga, tetapi menjadi momentum mempererat kebersamaan, memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat, serta membuka ruang lahirnya atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Nagan Raya di masa depan,” ujar Kapolres Nagan Raya AKBP Dr. Benny Bathara, S.I.K., M.I.K. saat membuka turnamen dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026. :::

Aceh

“Pemerintah Kabupaten Nagan Raya meminta pemerintah pusat mempercepat pembangunan 647 hunian tetap bagi korban banjir di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang. Selain hunian, percepatan pembangunan sekolah permanen dan pemulihan infrastruktur jembatan yang rusak juga menjadi prioritas agar masyarakat dapat kembali menjalani aktivitas secara normal.”

Aceh

“Melalui pembinaan teknis lanjutan EPSS ini, kami berharap seluruh SKPK di Kabupaten Nagan Raya dapat memperkuat tata kelola statistik sektoral yang akurat, terintegrasi, dan terpercaya guna mendukung pengambilan kebijakan berbasis data serta meningkatkan nilai Indeks Pembangunan Statistik (IPS) Tahun 2026.” — Masitoh, S.K.M., M.K.M., Kabid Statistik Diskominfo Kabupaten Nagan Raya.

Daerah

Kutipan Berita:
“Prestasi luar biasa kembali ditorehkan SDN Neglasari, Kecamatan Pancatengah. Dalam ajang O2SN tingkat kecamatan tahun 2026, para siswa berhasil membawa pulang 9 medali emas, 6 perak, dan 5 perunggu. Capaian ini menjadi bukti bahwa kerja keras, disiplin, dan semangat juang siswa, guru, serta dukungan orang tua mampu melahirkan prestasi yang membanggakan.”

Daerah

“Akta cerai atas nama mempelai perempuan tidak pernah tercatat di Pengadilan Agama Jepara. Pernikahan tersebut juga tidak diproses melalui desa maupun KUA, sehingga kuat dugaan dilakukan dengan menggunakan modin aspal,” ungkap Modin Desa Kancilan, Luqman H., menegaskan adanya kejanggalan dalam administrasi pernikahan warga Kancilan yang berlangsung pada 29 Maret 2026.

Aceh

“LSM GMBI Aceh mendesak audit menyeluruh dana kebencanaan Kota Langsa setelah ditemukan dugaan ketidaksesuaian data penerima bantuan. Transparansi dan akuntabilitas dinilai lemah, sehingga berpotensi mencederai keadilan bagi korban banjir. Audit independen dianggap penting untuk memastikan setiap rupiah digunakan tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik