Scroll untuk baca berita
AcehDaerah

Bappeda Nagan Raya Dukung Program Katalisato Kemitraan Berdikari

678
×

Bappeda Nagan Raya Dukung Program Katalisato Kemitraan Berdikari

Sebarkan artikel ini

NEWS-BIDIK, //Aceh – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Nagan Raya mendukung penuh Program Katalisator Kemitraan Berdikari, inisiatif Tim Riset BERDIKARI dari Politeknik Negeri Lhokseumawe.

Program yang berlangsung pada 21–24 Mei 2025 ini bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui inovasi dan pemanfaatan potensi daerah, khususnya di sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Kepala Bappeda Kabupaten Nagan Raya, Rahmattullah, S.STP, M.Si, menyampaikan bahwa program ini fokus pada pemanfaatan fly ash, sisa pembakaran batu bara, sebagai bahan baku alternatif dalam produksi panel ornamen dan paving block.

Ia menerangkan bahwa dalam kegiatan ini sembilan pelaku UMKM lokal di Kabupaten Nagan Raya mendapatkan transfer ilmu dan teknologi langsung dari Tim Riset BERDIKARI yang diketuai oleh Amir Fauzi, S.T., M.Sc., Ph.D.

“Pelatihan mencakup teknik pemanfaatan fly ash sebagai pengganti semen dalam produksi, serta analisis potensi ekonomi dan manfaat lingkungannya,” ujar Kepala Bappeda Rahmattullah di Suka Makmue, Kamis, 22 Mei 2025.

Dijelaskan, Program Katalisator Kemitraan Berdikari terlaksana berkat dukungan PT PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan Nagan Raya yang menyediakan material fly ash secara cuma-cuma.

“Bappeda Kabupaten Nagan Raya turut mengoordinasikan distribusi bahan baku tersebut dan berperan sebagai fasilitator penghubung antara industri, perguruan tinggi, serta UMKM lokal,” sebut Kepala Bappeda.

Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap kolaborasi lintas sektor yang berhasil diwujudkan dalam program ini.

“Sebagai daerah yang memiliki sumber limbah dari pembangkit listrik, kita harus bisa melihat ini sebagai peluang. Selama dimanfaatkan sesuai aturan dan petunjuk teknis yang ada, fly ash bisa menjadi bahan baku alternatif yang bernilai ekonomi bagi UMKM,” ucapnya.

Selain itu, Rahmattullah juga menekankan pentingnya sinergi antarlembaga dalam menciptakan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Kami berharap program ini tidak hanya menjadi inisiatif sesaat, tetapi berkelanjutan dan mampu menciptakan model kemitraan yang bisa direplikasi di kecamatan atau sektor lain. Teknologi tepat guna (TTG) seperti ini diharapkan mampu memperkuat daya saing UMKM Nagan Raya dan memperluas akses mereka ke pasar,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Tim Riset BERDIKARI, Amir Fauzi, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan lanjutan dari riset sebelumnya.

“Kami telah mengembangkan purwarupa panel ornamen dan paving block berbasis fly ash dalam skala laboratorium, serta melakukan uji teknis di Laboratorium Bahan dan Struktur Politeknik Negeri Lhokseumawe untuk memastikan kualitas dan kesiapan produk bagi UMKM,” ungkapnya.

Program ini kata Amir Fauzi, didanai oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi sebagai bagian dari upaya mendorong transformasi teknologi industri menuju ekonomi sirkular yang ramah lingkungan.

“Diharapkan, pelatihan dan dukungan ini dapat meningkatkan produktivitas, efisiensi, serta menciptakan produk bernilai tambah dari limbah industri yang selama ini belum termanfaatkan secara optimal,” pungkasnya”

Tinggalkan Balasan

Daerah

Kutipan Berita Unggulan:
“Empat medali emas menjadi modal awal bagi Kontingen Jepara untuk terus melaju di Porprov XVII Jawa Tengah 2026. Dengan semangat juang, kerja keras, dan kekompakan seluruh atlet, pelatih, serta ofisial, Jepara optimistis mengejar target 50 medali emas dan menembus empat besar.”

Aceh

“Dugaan aktivitas warga negara asing di kawasan hutan Aceh harus ditelusuri secara serius melalui pemeriksaan faktual dan koordinasi lintas instansi. Jika terbukti terdapat pelanggaran keimigrasian, pertambangan, kehutanan, atau lingkungan hidup, penegakan hukum harus dilakukan secara tegas, profesional, dan tanpa pandang bulu sesuai ketentuan perundang-undangan. Namun, seluruh proses tetap harus menjunjung asas praduga tak bersalah serta mengedepankan transparansi kepada masyarakat.”

Aceh

Transparansi pembangunan jembatan Alue Siron–Alue Bata di Kecamatan Tadu Raya, Kabupaten Nagan Raya, perlu mendapat perhatian serius. Masyarakat berhak mengetahui status pekerjaan, sumber anggaran, serta pihak yang bertanggung jawab. Instansi terkait diharapkan memberikan klarifikasi agar tidak menimbulkan spekulasi dan memastikan pembangunan infrastruktur berjalan secara transparan serta dapat dipertanggungjawabkan.”

Daerah

“Percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana hidrometeorologi di Nagan Raya membutuhkan sinergi, komitmen, dan kerja sama seluruh pihak. Pemerintah daerah diharapkan segera menindaklanjuti setiap rekomendasi hasil monitoring, memastikan realisasi anggaran berjalan optimal, serta mempercepat pemulihan infrastruktur dan pelayanan publik agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat terdampak.”

Aceh

“Monitoring dan evaluasi kesiapan gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Pidie menjadi langkah penting untuk memastikan pembangunan yang telah dilaksanakan dapat segera ditindaklanjuti dengan pemenuhan sarana dan prasarana. Pemerintah daerah berharap sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten mampu mempercepat operasionalisasi koperasi sebagai penggerak ekonomi gampong, memperkuat kemandirian masyarakat, serta menghadirkan manfaat nyata bagi perekonomian desa.”