Scroll untuk baca berita
DaerahPOLRES PANGANDARANPOLRI

Wujudkan Ketahanan Pangan, Polres Pangandaran Panen Raya Jagung di Bukit Baruno

470
×

Wujudkan Ketahanan Pangan, Polres Pangandaran Panen Raya Jagung di Bukit Baruno

Sebarkan artikel ini

NEWS-BIDIK,//PANGANDARAN – Dalam upaya mendukung program nasional ketahanan pangan, Polres Pangandaran menggelar panen raya jagung di lahan pertanian Blok Bukit Baruno, Dusun Lebakjero, Desa Jadikarya, Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran, Rabu (14/5/2025).

Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB ini menjadi simbol komitmen Polres Pangandaran dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk mendukung ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.

Kapolres Pangandaran AKBP Mujianto, S.I.K., M.H., hadir langsung dalam kegiatan tersebut, didampingi oleh Wakapolres Kompol Usep Supiyan, S.H., M.M., para pejabat utama Polres, serta sejumlah tokoh penting lainnya. Turut hadir Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran Yadi Gunawan, S.Hut., anggota DPRD Kabupaten Ciamis H. Adang, perwakilan DPRD Pangandaran, pengurus Bhayangkari Pangandaran, Danramil Langkaplancar, Kapolsek Langkaplancar AKP Asep Dadi Mulyawan, perwakilan dari Pupuk Indonesia dan Polisi Kehutanan, serta tokoh agama, masyarakat, dan adat setempat.

Rangkaian acara dimulai dengan apel pagi pukul 07.00 WIB yang dipimpin Wakapolres, dilanjutkan pembukaan resmi, doa bersama, laporan Ketua Kelompok Tani Hutan (KTH) Lebakjero, sambutan dari Kapolres, kegiatan panen, hingga penutupan.

Ketua KTH Lebakjero dalam laporannya menyampaikan rasa syukur atas suksesnya panen jagung ini. Ia menekankan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pengelolaan hutan berbasis. agroforestry.penggabungan pertanian dengan kehutanan-yang telah mendapat izin resmi. Ia juga mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap aturan, termasuk larangan penanaman sawit di wilayah Pangandaran.

Dalam sambutannya, Kapolres Mujianto menyampaikan bahwa panen ini merupakan hasil kerja keras selama empat bulan terakhir. “Ini bukan hanya tentang panen jagung, tetapi juga tentang kerja sama, ketekunan, dan visi bersama membangun ketahanan pangan yang kuat dan mandiri,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan harapan agar ke depan lahan pertanian yang dikelola dapat diperluas dari satu hektare menjadi sepuluh hektare, dengan target produksi mencapai 20 ton jagung.

Sementara itu, Wakapolres Kompol Usep dalam arahannya saat apel pagi menekankan pentingnya kekompakan dan kesiapan semua pihak dalam menyukseskan kegiatan. “Jangan saling mengandalkan. Kita harus saling bantu agar panen ini berjalan lancar,” pesannya.

Panen raya jagung ini tidak hanya menjadi capaian agrikultur, tetapi juga mencerminkan sinergi nyata antara aparat kepolisian, petani, dan pemerintah daerah dalam membangun ketahanan pangan nasional.

Tinggalkan Balasan

Daerah

Kutipan Berita:
“Prestasi luar biasa kembali ditorehkan SDN Neglasari, Kecamatan Pancatengah. Dalam ajang O2SN tingkat kecamatan tahun 2026, para siswa berhasil membawa pulang 9 medali emas, 6 perak, dan 5 perunggu. Capaian ini menjadi bukti bahwa kerja keras, disiplin, dan semangat juang siswa, guru, serta dukungan orang tua mampu melahirkan prestasi yang membanggakan.”

Daerah

“Akta cerai atas nama mempelai perempuan tidak pernah tercatat di Pengadilan Agama Jepara. Pernikahan tersebut juga tidak diproses melalui desa maupun KUA, sehingga kuat dugaan dilakukan dengan menggunakan modin aspal,” ungkap Modin Desa Kancilan, Luqman H., menegaskan adanya kejanggalan dalam administrasi pernikahan warga Kancilan yang berlangsung pada 29 Maret 2026.

Aceh

“LSM GMBI Aceh mendesak audit menyeluruh dana kebencanaan Kota Langsa setelah ditemukan dugaan ketidaksesuaian data penerima bantuan. Transparansi dan akuntabilitas dinilai lemah, sehingga berpotensi mencederai keadilan bagi korban banjir. Audit independen dianggap penting untuk memastikan setiap rupiah digunakan tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik

Daerah

“Polres Bogor membongkar jaringan pengoplosan LPG bersubsidi yang beroperasi di dua lokasi berbeda, menyebabkan kerugian negara mencapai Rp13,2 miliar per bulan. Dari penggerebekan di Sukaraja dan Cileungsi, polisi mengamankan 793 tabung gas berbagai ukuran serta 76 alat suntik. Para pelaku diketahui meraup keuntungan hingga Rp1,3 miliar per hari dengan memindahkan isi gas 3 kilogram subsidi ke tabung 12 kilogram non-subsidi. Kapolres Bogor menegaskan bahwa praktik ini tidak hanya merugikan negara, tetapi juga mencuri hak masyarakat kecil yang berhak menerima subsidi.”