Scroll untuk baca berita
JakartaNasionalPOLRI

Selamat Jalan Kombes Dhafi, Bhayangkara Humanis yang Dedikasinya Tak Pernah Padam

448
×

Selamat Jalan Kombes Dhafi, Bhayangkara Humanis yang Dedikasinya Tak Pernah Padam

Sebarkan artikel ini

NEWS-BIDIK,//JAKARTA – Kepolisian Republik Indonesia kembali berduka. Kombes Pol Dhafi, Kasubdit SIM Ditregident Korlantas Polri, meninggal dunia pada Rabu (14/5/2025) setelah mengalami musibah terjatuh dari tangga.

Peristiwa tragis itu terjadi secara mendadak. Meski sempat mendapatkan penanganan medis, nyawa perwira menengah Polri tersebut tak berhasil diselamatkan.

Kombes Dhafi dikenal sebagai sosok Bhayangkara yang disiplin, humanis, dan dekat dengan masyarakat. Namanya dikenal luas saat menjabat sebagai Direktur Lalu Lintas Polda Jambi. Ia kerap turun langsung ke lapangan, memimpin penertiban lalu lintas, kampanye keselamatan jalan raya, hingga mendorong pengembangan sistem e-tilang.

“Beliau sangat komunikatif dan rendah hati. Bukan hanya pemimpin di atas kertas, tapi hadir langsung di tengah masyarakat,” ujar salah satu kolega di Jambi.

Usai menuntaskan tugas di daerah, Kombes Dhafi dipercaya menduduki jabatan strategis di Korlantas Polri sebagai Kasubdit SIM. Di posisi ini, ia berperan penting dalam mendorong digitalisasi layanan Surat Izin Mengemudi dan meningkatkan efisiensi pelayanan publik.

Kabar wafatnya Kombes Dhafi membawa duka mendalam di lingkungan Polri. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo beserta jajaran pimpinan Korlantas menyampaikan belasungkawa.

“Kami kehilangan sosok Bhayangkara penuh dedikasi dan integritas. Semoga beliau mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan,” ujar salah satu pejabat Korlantas Polri.

Upacara penghormatan terakhir akan dilangsungkan di rumah duka dan dilanjutkan dengan pemakaman secara kedinasan sesuai tradisi Polri.

Selamat jalan, Kombes Dhafi. Jejak pengabdianmu akan terus hidup dalam semangat Bhayangkara yang setia melayani dan melindungi.

Tinggalkan Balasan

Daerah

“Polres Bogor membongkar jaringan pengoplosan LPG bersubsidi yang beroperasi di dua lokasi berbeda, menyebabkan kerugian negara mencapai Rp13,2 miliar per bulan. Dari penggerebekan di Sukaraja dan Cileungsi, polisi mengamankan 793 tabung gas berbagai ukuran serta 76 alat suntik. Para pelaku diketahui meraup keuntungan hingga Rp1,3 miliar per hari dengan memindahkan isi gas 3 kilogram subsidi ke tabung 12 kilogram non-subsidi. Kapolres Bogor menegaskan bahwa praktik ini tidak hanya merugikan negara, tetapi juga mencuri hak masyarakat kecil yang berhak menerima subsidi.”

Headline

“Penggerebekan gudang pengoplosan LPG di Cileungsi membuka fakta mengejutkan: praktik ilegal yang berjalan sejak 2025 ini mampu meraup keuntungan hingga Rp13 miliar per bulan. Selain merugikan negara, aktivitas pemindahan gas bersubsidi ke tabung non-subsidi ini dinilai sangat membahayakan keselamatan warga karena dilakukan tanpa standar keamanan. Polisi menegaskan, para pelaku dijerat UU Migas dan pasal pidana umum terkait perbuatan curang serta peredaran barang tidak sesuai standar.”