Scroll untuk baca berita
DaerahNEWS-BIDIK. GARUT

Reuni Akbar SMP PGRI Malangbong: Silaturahmi Lintas Generasi 1963–2017

551
×

Reuni Akbar SMP PGRI Malangbong: Silaturahmi Lintas Generasi 1963–2017

Sebarkan artikel ini

NEWS-BIDIK,//Garut – Ikatan Keluarga Alumni (IKA) SMP PGRI Malangbong menggelar Reuni Akbar yang mempertemukan alumni lintas generasi dari angkatan pertama tahun 1963 hingga 2017. Acara ini berlangsung pada Sabtu, 3 April 2025, bertempat di Gedung Yaqut Walmarzan, Kampung Bojong, Desa Cisitu, Kecamatan Malangbong, Garut, dan dihadiri sekitar 400 alumni.

Ketua panitia Reuni Akbar, H. Asep Boxer (angkatan 1980), menyampaikan bahwa kegiatan ini lahir dari kerinduan para alumni yang ingin kembali menjalin silaturahmi setelah puluhan tahun berpisah.

“Dulu SMP PGRI Malangbong adalah sekolah besar. Kami ingin kembali merajut kenangan dan mempertemukan teman-teman lama yang lama tak terdengar kabarnya,” ujarnya.

SMP PGRI Malangbong sempat mengalami masa sulit dan hampir tutup. Namun berkat peran alumni H. Endang—putra dari kepala sekolah pertama, H. MD Maryun (alm)—sekolah ini bisa kembali bangkit dan bertahan hingga kini.

Berawal dari obrolan ringan para alumni, terbentuklah Ikatan Keluarga Alumni (IKA) SMP PGRI Malangbong. Dalam forum ini, Herry Ginanjar (angkatan 1976) ditunjuk sebagai ketua sementara IKA.

Dalam sambutannya, Herry menyampaikan bahwa reuni ini menjadi langkah awal mempererat kembali hubungan antar alumni sekaligus menghidupkan kembali semangat kontribusi terhadap almamater.

“Setelah acara ini, kami akan segera membentuk kepengurusan resmi IKA dan mengurus legalitasnya agar lebih kuat dan solid,” ucap Herry.

Reuni ini turut dihadiri oleh Kepala SMP PGRI saat ini, Yati Rosmania, Sekmat Malangbong Deden Munawar yang mewakili Forkopimcam, perwakilan Polsek Malangbong, serta Kepala Desa Cisitu.

Dalam sambutannya, Kepala Sekolah menyampaikan rasa terima kasih atas kontribusi alumni, dan berharap IKA terus berperan aktif bagi sekolah dan bangsa.

“Alhamdulillah banyak alumni kami yang sukses di berbagai bidang seperti TNI/Polri, dunia usaha, pendidikan, dan lainnya. Semoga silaturahmi ini terus terjaga dan membawa keberkahan,” tuturnya.

Sementara itu, Sekmat Deden Munawar mengapresiasi kegiatan ini sebagai bentuk penguatan nilai kebersamaan dan kontribusi terhadap almamater.

“Reuni ini bukan hanya nostalgia, tapi juga harus menjadi sarana kontribusi nyata. Jangan sampai sukses membuat kita lupa akan teman sendiri. IKA juga harus bebas dari kepentingan politik atau pribadi,” tegasnya.

Deden juga mengingatkan agar reuni ini menjadi momen penghargaan kepada guru-guru yang telah berjasa membentuk karakter para alumni.

Tinggalkan Balasan

Daerah

Kutipan Berita:
“Prestasi luar biasa kembali ditorehkan SDN Neglasari, Kecamatan Pancatengah. Dalam ajang O2SN tingkat kecamatan tahun 2026, para siswa berhasil membawa pulang 9 medali emas, 6 perak, dan 5 perunggu. Capaian ini menjadi bukti bahwa kerja keras, disiplin, dan semangat juang siswa, guru, serta dukungan orang tua mampu melahirkan prestasi yang membanggakan.”

Daerah

“Akta cerai atas nama mempelai perempuan tidak pernah tercatat di Pengadilan Agama Jepara. Pernikahan tersebut juga tidak diproses melalui desa maupun KUA, sehingga kuat dugaan dilakukan dengan menggunakan modin aspal,” ungkap Modin Desa Kancilan, Luqman H., menegaskan adanya kejanggalan dalam administrasi pernikahan warga Kancilan yang berlangsung pada 29 Maret 2026.

Aceh

“LSM GMBI Aceh mendesak audit menyeluruh dana kebencanaan Kota Langsa setelah ditemukan dugaan ketidaksesuaian data penerima bantuan. Transparansi dan akuntabilitas dinilai lemah, sehingga berpotensi mencederai keadilan bagi korban banjir. Audit independen dianggap penting untuk memastikan setiap rupiah digunakan tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik

Daerah

“Polres Bogor membongkar jaringan pengoplosan LPG bersubsidi yang beroperasi di dua lokasi berbeda, menyebabkan kerugian negara mencapai Rp13,2 miliar per bulan. Dari penggerebekan di Sukaraja dan Cileungsi, polisi mengamankan 793 tabung gas berbagai ukuran serta 76 alat suntik. Para pelaku diketahui meraup keuntungan hingga Rp1,3 miliar per hari dengan memindahkan isi gas 3 kilogram subsidi ke tabung 12 kilogram non-subsidi. Kapolres Bogor menegaskan bahwa praktik ini tidak hanya merugikan negara, tetapi juga mencuri hak masyarakat kecil yang berhak menerima subsidi.”