Scroll untuk baca berita
AcehNEWS-BIDIK NAGANRAYA

Pemuda Pancasila Tebar Kebaikan Ramadan dengan Takjil Gratis dan Santunan Anak Yatim

965
×

Pemuda Pancasila Tebar Kebaikan Ramadan dengan Takjil Gratis dan Santunan Anak Yatim

Sebarkan artikel ini

NEWSBIDIK, Suka Makmue – Dalam semangat berbagi di bulan suci Ramadan, Pemuda Pancasila menggelar kegiatan sosial dengan membagikan ratusan paket takjil kepada masyarakat yang melintas di jalan Simpang Peut, Kecamatan Kuala, Kabupaten Nagan Raya, Kamis (12/03/2026).

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Pemuda Pancasila Nagan Raya Ari Saputra mengatakan, kegiatan yang berlangsung dengan penuh kebersamaan tersebut diikuti oleh 150 pengurus dan anggota Pemuda Pancasila.

“Pembagian takjil dilakukan kepada pengguna jalan dan warga yang melintas menjelang waktu berbuka puasa,” jelasnya.

Selain berbagi takjil, Pemuda Pancasila juga memberikan santunan kepada puluhan anak yatim sebagai bentuk kepedulian dan perhatian terhadap sesama, khususnya di bulan yang penuh berkah ini.

“Kegiatan tersebut merupakan agenda sosial yang rutin dilaksanakan setiap bulan Ramadan sebagai wujud kepedulian organisasi terhadap masyarakat terutama para anak yatim,” tambahnya.

Ia berharap kegiatan berbagi ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa, sekaligus mempererat tali silaturahmi antara anggota Pemuda Pancasila dengan masyarakat.

Suasana kebersamaan semakin terasa saat seluruh peserta kegiatan kemudian melaksanakan buka puasa bersama.

“Momentum ini tentunta kita manfaatkan untuk memperkuat rasa persaudaraan serta menumbuhkan semangat berbagi di tengah masyarakat,”lanjut Ari Saputra.

Melalui kegiatan ini, Pemuda Pancasila berharap nilai-nilai kebersamaan, kepedulian sosial, dan semangat gotong royong dapat terus tumbuh, terutama dalam momentum bulan suci Ramadan yang penuh berkah.

Tinggalkan Balasan

Aceh

“LSM GMBI Aceh mendesak audit menyeluruh dana kebencanaan Kota Langsa setelah ditemukan dugaan ketidaksesuaian data penerima bantuan. Transparansi dan akuntabilitas dinilai lemah, sehingga berpotensi mencederai keadilan bagi korban banjir. Audit independen dianggap penting untuk memastikan setiap rupiah digunakan tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik